Menikah Berujung Cinta.

Menikah Berujung Cinta.
BAB 38 MERUBAH STATUS


__ADS_3

Selesai aku mandi dan ku kenakan baju gamis dengan hijab pasmina yang berwarna silver aku kembali ke kamar lalu menuju mushola dan kulihat mas Tama sedang khusyuk duduk diatas sejadah yang berwarna coklat.


Aku mengenakan mukena ku yang berwarna putih dengan motif bordir di setiap ujung nya. setelah selesai mengena kan mukenah aku memanggil mas Tama.


"Ayo mas aku sudah siap"


Mas Tama menoleh ke arah ku dan ikut berdiri. Sesaat mas Tama menatap ku lalu berbalik dan melangkah maju semakin dekat kearah ku. Dan menatap wajah ku serta menyentuh wajah ku dengan ujung mukenah ku.


"Kamu memakai bedak kembali setelah berwudhu?" tanya mas Tama ketika tangannya yang dilapisi ujung mukena ku masih menempel di pipi ku yang membuat ku salah tingkah karena hembusan napas mas Tama pun begitu terasa di depan wajah ku.


"ehm.... tidak mas hanya saja tadi aku buru-buru mandinya jadi aku tidak mencuci muka dengan sabun khusus pembersih muka"


"Sepertinya penata rias desa mu sudah cukup handal bahkan air mata yang terkenal dengan kadar asin nya serta air keramas rambut pun masih tidak mampu menghapusnya dari wajah mu"


Mas Tama masih memandang wajah ku dan menarik napas dalam lalu melanjutkan kembali kalimatnya.


"Mas akan menunggu kamu, maukah kamu membersihkan wajah mu dulu hingga bedak, lipstik dan alis mu itu hilang kemudian berwudhu lagi wahai istri ku sayang...." Kali ini aku makin salah tingkah dan kikuk dibuat tingkah mas Tama yang tangannya masih terbungkus ujung mukena ku yang telah berpindah ke dagu ku hingga mata kami saling bertatapan.


"Memangnya kenapa mas?" kuberanikan bertanya dengan menatap wajahnya.

__ADS_1


"lakukan lah yang aku minta sayang.... nanti mas akan memberikan penjelasan. sekarang sudah pukul 5 lewat jangan sampai kita menunda kembali shalat kita"


kini mas Tama telah berbalik dan kembali duduk diatas sejadahnya. Dan mengeluarkan tasbih dari kantung baju kokonya.


Aku seolah terhipnotis tanpa bertanya lagi langsung kekamar membersihkan make up ku lalu mengambil wudhu lagi kemudian kembali ke mushola. Kali ini mas Tama berdiri dan menolah sambil tersenyum kearah ku sehingga menimbulkan lesung pipi di kedua pipinya.


Ini ibadah pertama kami shalat berjamaah karena Dzuhur tadi kami terpaksa bergantian untuk shalat karena padatnya jadwal dan kami harus berganti pakaian sebanyak 3 kali.


Selesai shalat Mas Tama menyodorkan tangan nya dan reflek aku menerima dan mencium nya namun yang membuat aku semakin salah tingkah dan semakin berdebar mas Tama mengecup ubun-ubun ku walau terhalang oleh mukena ku cukup membuat dada ku terasa berdebar tak karuan.


Walaupun cepat dan reflek yang mas Tama lakukan karena setelah itu dia kembali berbalik kedepan dan masih khusyuk dengan tasbih nya membuat aku termenung sebentar. Apakah ini yang buk le Fatimah katakan bahwa iman akan menumbuhkan benih-benih cinta? atau kah ini reaksi tubuh ku terhadap perlakuan-perlakuan seorang laki-laki yang tidak pernah aku dapatkan karena ini adalah aktifitas yang baru bagi ku. Apakah karena aku terlalu sering menonton drama Korea... entahlah aku terus saja dibuat berdebar olah laki-laki yang belum satu hari menjadi suami ku.


Suara pintu terbuka dan kulihat mas Tama masuk dan masih mengenakan sarung merah maroon dan lengkap dengan baju Koko berwarna putih.


"Mau mau minum teh atau kopi? biar Rana buatkan?"


"Tidak perut mas kembung rasanya mungkin kebanyakan minum air putih selama dipanggung"


"Atau mau Rana ambilkan obat?"

__ADS_1


"Tidak usah Ran mungkin sebentar lagi baikan".


"Kamu lihat apa? apa ada yang membuat mu bahagia sampai tersenyum begitu manis?"


"Aku lagi lihat Facebook dan Instagram ku mas, banyak sekali tag dari teman-teman"


"Boleh mas pinjam handphone nya?" Mas Tama kini sudah bersandar di tempat tidur dan tepat berada disisiku.


Ragu-ragu namun akhirnya kuberikan kepada nya toh sekarang dia suami ku. Jangan kan pada handphone ku pada seluruh yang ada pada diriku pun dia berhak.


Terlihat mas Tama membuka akun medsos ku dan menambahkan satu akun lalu membuka handphone nya dan mengkonfirmasi akun ku lalu mengubah status Ku di Facebook menjadi menikah dengan "Tam Tam" dan terlihat foto profil itu foto lelaki yang berhelm hitam, dan berjaket berwarna hitam sedang duduk diatas motor yang juga berwarna hitam.


"Oya Ran ponsel ku layarnya kunci. kata sandinya 150819. Kamu harus tahu jika sewaktu-waktu ada telpon yang penting kamu bisa mengangkat nya jika mas lagi tidak bisa mengangkatnya. Kamu tahu 15 itu tanggal pertama aku melihat kamu yang sedang membantu anak SD di fotokopi pak Agam dan 08 bulan nya serta 2019 adalah tahun nya" Jelas mas Tama memberikan Kemabli ponsel ku.


Aku melihat profil Facebook ku yang kini telah berubah status menjadi menikah dengan "Tam Tam" . Karena terbiasa atau apa aku membuka profil mas Tama dan melihat berandanya. tak banyak foto dan aktifitas disana.


"Mas bukan tipe meng-upload apa-apa di media? bahkan acara lamaran kita pun tidak ada di medsos mas" Aku mengomentari mas Tama.


"Karena saat itu kamu terlihat begitu cantik Rana.... Wajah mu, kulit mu dan yang paling membuat aku tida rela leher jenjang dan rambut mu terekspos begitu jelas Ran"

__ADS_1


Mas Tama kembali menggenggam tangan ku erat. Dan terlihat memejam kan matanya.


__ADS_2