Menikah Berujung Cinta.

Menikah Berujung Cinta.
BAB 40 KERAMAS PAGI HARI


__ADS_3

Aku membuka mata ku setelah terdengar alarm dari ponsel yang berdering. Kulihat dan ternyata bukan berasal dari ponsel ku melainkan dari ponsel mas Tama. Tetapi yang punya ponsel tidak berada didalam ruangan ini. Mungkin dia sudah bangun terlebih dahulu.


Aku bangun dan mencoba mematikan alarm yang telah menunjukan pukul 5 lewat sudah karena bersamaan dengan alarm suara azan subuh pun berkumandang dengan memasukkan pin yang sudah diberi tahu mas Tama semalam. Lalu aku menuangkan air putih ke gelas yang berada di meja rias. Setelah itu aku merapikan tempat tidur ku.


Tiba-tiba mas tama masuk sudah lengkap dengan sarung serta baju Koko berwarna putih.


"Sudah dari tadi bangunnya mas?" aku bertanya tanpa melihat yang diajak bicara karena masih sibuk merapikan seprai yang sedikit kusut diujung kasur.


"Iya, aku sengaja tidak membangunkan kamu. Kamu tidur sangat lelap" Mas Tama lalu mencari sesuatu diantara barang-barang cinderamata yang di bawa oleh rombongan pengantin kemarin.


"Cari apa mas?" tanya ku karena beberapa barang diturunkan mas Tama diantara tumpukan kotak hantaran yang berada di ujung tempat tidur kami.


"Kotak hantaran yang berisi mukena. Ini dia..." Lalu mas Tama duduk di atas tempat tidur dan membuka kota yang terbuat dari kayu dan ditutup i oleh kaca serta terdapat pita berwarna merah muda.


"Ran, nanti sholatnya pakai mukenah yang ini saja ya" pinta mas Tama setelah mengeluarkan mukenah berwarna putih dengan renda hijau tosca dan meletakan nya diatas meja rias.


"Sayang mas masih baru, toh yang di mushola ya masih baru dan bagus" aku sudah selesai dengan urusan seprai akhirnya melihat mukena yang diberikan mas Tama kepada ku sebagai isi kotak hantaran.


"Oke, nanti kita bandingkan dengan mukena yang kamu pakai ya"


Aku mengambil jilbab yang ku gantung dibalik pintu dan mengenakannya serta mencari baju dan jilbab di dalam lemari 3 pintu yang ada di sebelah pintu masuk. Biasanya aku mengganti baju setelah mandi pasti dikamar dan dari kemarin hal itu tidak aku lakukan. Aku mengganti baju ku di kamar mandi. Dan kulihat hal serupa pun dilakukan mas Tama.


"Mas, soal kemarin kenapa aku disuruh wudhu lagi? Daripada nanti disuruh wudhu lagi. kemarin aku lupa mau tanya sama mas" Aku menahan langkah ku keluar dari kamar karena teringat waktu kemarin ketika akan shalat ashar mas Tama meminta ku membersihkan wajah dahulu dan berwudhu kembali.


"Owh itu.... sini... duduk sini" mas Tama menepuk kasur disebelahnya.

__ADS_1


Aku mengikuti apa yang diminta oleh mas Tama. Aku duduk disebelah nya. Menanti apa yang akan dijelaskan oleh pria yang sudah menjadi suami ku ini begitu sosok yang cukup unik. kesehariannya akan menggunakan kaos atau kemeja dan jeans tetapi baru kurang lebih satu hari aku menjadi istri nya terlihat bahwa dirinya memiliki pemahaman lebih tentang agama. Sedangkan aku yang memang bukan lulusan sekolah Islam atau santri tidak terlalu paham walau aku melaksanakan shalat namun itu masih sering bolong-bolong tetapi jika dirumah maka Mak ku adalah alarm terbaik sehingga 5 waktu tak akan terlewat.


Mas Tama terlihat mengambil selotip dari laci dan mengguntingnya lalu menempelkan pada pergelangan tangan dan punggung tangan ku. Aku bingung dan juga kembali dibuat berdebar oleh perlakuan nya namun aku tak ingin bertanya karena aku yakin ada penjelasan yang akan dia sampaikan.


"Anggaplah ini sudah dikeluarkan oleh pabriknya dengan sertifikat halal dan bisa dipakai untuk sholat karena tidak terkena najis. sekarang mas tanya menurut kamu konsep wudhu contoh bagian tangan dan muka itu kita mengusap atau membasuh?"


Aku mengerutkan kening dan mengangkat alis ku berpikir sejenak.


"Sepertinya kalau tidak salah kita membasuh mas"


"Oke konsepnya Membasuh, berarti air harus mengalir. Berarti ketika membasuh tangan air harus mengalir. Pertanyaan nya lagi apakah air yang mengalir tadi mampu mengenai atau mengaliri bagian tangan atau wajah yang tertutup oleh selotip ini?"


"Tentu tidak mas karena kan dia terbuat dari plastik dan merekat pada kulit kita" jawab ku spontan sambil melihat selotip pada tangan ku.


"Maka harus dihilangkan terlebih dahulu selotip bukan...... atau kita lepaskan dari bagian tubuh kita. Agar air wudhu tadi bisa mengaliri bagian yang wajib disucikan atau terkena air wudhu.Betul?"


"Nah selotip ini sama seperti kosmetik yang sering dipakai oleh kalangan wanita yang katanya itu anti air atau waterproof kalau tidak salah. Maka untuk wanita yang menggunakan kosmetik yang tebal atau waterproof harus membersihkan terlebih dahulu dari benda-benda itu agar tidak menghalangi air wudhu mensucikan bagian-bagian tubuh yang wajib dibasuh. Semisal tidak bisa menggunakan air maka harus menggunakan pembersih khusus Make up. Atau Alis yang sudah digosok dengan pembersih dan alis masih terlihat warna hitamnya. Pastikan yang tersisa hanya warna nya. Tidak ada lagi benda yang dari kosmetik tadi di alis. Contoh lain seperti bekas noda cet pun sama saja tidak hanya kosmetik. Mas belajar ini ketika mas SMA dan mas belajar menyadap karet ketika selesai Jumat guru mas Kyai Furqon mengingatkan mas karena masih ada nya getah karet yang menempel di tangan dan kuku mas lalu mas sempat menjadi santri kalong di pondok kyai Furqon"


"Santri kalong???" tanya ku penasaran.


"Santri kalong adalah santri pondok yang berasal dari warga sekitar pesantren namun tidak menetap di asrama. Mereka hanya mengikuti kegiatan pesantren pada malam hari. Sedangkan siang hari mereka pulang ke rumah masing -masing."


Aku mengangguk kan kepala sekolah mengerti akan penjelasan mas Tama.


"Kembali ke pembahasan wudhu tadi mas. Lalu bagaimana dengan kunyit mas? atau handbody?"

__ADS_1


"Ehm.... Sekarang mas tanya bekas noda kunyit di tangan itu benda atau warna?"


"Ehmmm.... warna mungkin mas ya?"


"Iya betul. kalau bedak, kutek, alis, celak.... itu kan benda ada wujudnya yang menempel sedangkan kunyit yang menempel ditangan itu adalah warna. Dan warna tadi apakah menghalangi air mengenai bagian tubuh untuk wudhu sama seperti selotip ini?" Mas Tama menarik selotip yang tadi ia tempelkan pada punggung tangan ku.


"Mengenai mas"


"Berarti selagi warna yang menempel di bagian tubuh yang wajib dibasuh itu tidak merubah warna, bau dan rasa dari air itu sendiri maka tidak masalah jika masih menempel itu masih sah wudhunya. Kecuali misal pakai handbody yang sangat banyak maka ketika kita berwudhu air wudhu tadi berubah menjadi putih atau air tadi menjadi wangi karena terkena handbody tadi maka kita wajib membasuh bekas handbody terlebih dahulu baru wudhu"


"Lalu bagaimana seperti tinta ketika coblosan mas?"


"Konsepnya sama seperti kunyit tadi itu tidak ada bendanya yang tersisa hanya warna nya saja bukan? Akan lebih baik di bersihkan dan jika telah dibersihkan Masih meninggalkan warna tidak apa selagi tidak menghalangi air untuk mengaliri bagian tubuh tadi. Dan tidak akan merubah air menjadi berwana seperti tinta atau berbau tinta"


"Lalu kalau seandainya kita berwudhu dan baru memakai kosmetik yang waterproof tadi berarti diperbolehkan mas?"


"Boleh selagi kosmetik itu terjamin kehalalannya. Bukankah sekarang banyak yang sudah memiliki sertifikat halal".


Aku manggut-manggut mendengar penjelasan mas Tama. Entahlah bahasanya mudah dimengerti dan kuakui aku bukan orang yang sering ikut kegiatan pengajian atau majelis-majelis ilmu Agama.


"Sudah jelas?" tanya mas Tama.


"Sudah mas, ya sudah aku mandi dulu ya mas"


Baru aku mau beranjak untuk mandi. Kembali suami ku membuat aku kalah telak terus digoda olehnya.

__ADS_1


"Jangan lupa keramas soalnya di dapur tadi sudah banyak mbokde dan buk le mu. Daripada mereka berpikir macam-macam kenapa pengantin baru di pagi pertama nya tidak keramas.....Setidaknya kita tidak membuat mereka berghibah ria tentang kita dengan modal keramas pagi Hari ini" Dan dengan wajah tanpa dosa mas Tama berdiri tepat dihadapan ku dan tersenyum seraya berjalan keluar kamar dengan membenarkan posisi peci nya diatas kepala.


Baru satu hari satu malam aku dibuat berdebar-debar dengan godaannya. Apakah setiap pengantin baru mengalami hal ini atau hanya diriku... Ah.... Aku berharap rasa cinta itu cepatlah tiba agar aku tidak bingung seperti ini. Cintakah? Terpesona kah? Hanya Engkau yang Maha membolak balikan hati yang tahu ya Rabb....


__ADS_2