Menikah Berujung Cinta.

Menikah Berujung Cinta.
BAB 49 CINTA MU FATAMORGANA MAS


__ADS_3

"Ran.... bukan kah kamu bilang kamu sudah mulai membuka hati mu. Lalu kenapa hampir satu Minggu ini kamu seolah membentang jarak"


Mas Tama yang sekarang telah duduk diatas ranjang menatap ke arah ku yang sedang berbaring memunggungi nya.


"Aku ngantuk mas, besok hari pertama kita masuk kerja, besok hari Senin kamu biasanya apel pagi dan aku upacara jadi kita tidak boleh terlambat". Aku masih memejamkan mata dan menarik selimut.


"Ran.... Bicaralah jika ada yang kamu tidak suka dari mas. Mas merasa kamu menyimpan sesuatu dengan sikap mu..."


Aku memilih diam dan masih memejamkan mata. Kurasakan pergerakan mas Tama dan dia memeluk ku dari belakang. Tanggannya mulai membelai lembut rambut ku. Dan saat ku rasakan satu tangan lagi coba masuk kedalam piyama ku, Aku menahan tangan itu.


"Mas sudah berjanji untuk tidak meminta hak mas saat aku belum bisa membuka hati sepenuhnya, mas berjanji siap menunggu" Ucapku dengan memegang pergelangan tangan kiri mas Tama.


"Ran..... bukankah malam itu kamu bilang kamu sudah membuka hati buat mas?"


Aku diam. tiba-tiba terdengar sebuah nada dering yang tidak pernah Ku dengar dari sebuah handphone yang seperti nya dari meja kerja mas Tama.


Mas Tama bergegas ke arah meja kerja dan membuka laci nya. Terlihat dia mengeluarkan sebuah handphone. Bagaimana aku tidak semakin merasakan kecewa dan kesal pada suami ku yang memiliki 2 handphone dan dia tidak pernah mengatakan itu. Terlebih lagi malam ini ketika ada panggilan dari ponsel misterius tersebut dia sengaja keluar dari kamar untuk menerima panggilan itu.

__ADS_1


Aku seolah acuh kembali menutup mata ku. Tetapi masih tak mampu membuat butir-butir air mata ini mengalir. Maka dengan cepat aku memilih mematikan lampu. Aku tidak mau kembali mas Tama bertanya yang tentu akan tahu bahwa aku sedang menangis.


Cukup lama aku mencoba tidur dalam suasana gelap bahkan ketika mas Tama kembali ke kamar aku langsung mengatakan jangan hidupkan lampu nya karena aku ingin tidur dalam keadaan gelap. Dan kembali dia tidak peka, dia tidak heran bagaimana istrinya yang tidak bisa tidur dalam keadaan gelap tiba-tiba ingin tidur dalam keadaan gelap.


Menit demi menit saat aku berjuang untuk terlelap, mas Tama ternyata sudah menikmati alam mimpinya dengan suara dengkuran nya. Ah.... kenapa aku merasa kamu pria asing mas. Dan debar-debar minggu pertama kita menjadi pengantin seolah menghilang tanpa jejak dihati ku, sekarang seolah tak ingin bertanggung jawab atas ulahnya yang membuat aku saat itu mau memberikan sesuatu yang ku jaga untuk orang yang kucintai. Ternyata tidak mudah untuk jatuh cinta setelah menikah. Kemana Bagus Pratama yang berjuang untuk menikah dengan ku saat selepas kuliah, dan dimana ketulusan dari bola matanya saat kedua kali nya dia melamar ku. Cinta mu Fatamorgana mas.....


Akhirnya aku memutuskan turun ke kamar yang berada dibawah karena perjuangan ku untuk memejamkan mata dan mengistirahatkan tubuh ku yang hampir satu jam sia-sia.


Aku tidur dikamar Dwi, Biasanya kamar ini akan digunakan Dwi jika ikut bapak dan ibu menginap.


Akhirnya beberapa menit aku bisa terlelap.


Aku bangun lebih dulu dari mas Tama, Karena ketika aku kembali pukul 4 pagi dan pergi ke kamar untuk mengambil baju ganti, lelaki itu masih berada dibalik selimut. Ku pandangi lelaki itu dari arah Lemari pakaian. Apakah setiap lelaki akan begitu tidak mengerti jika istrinya dalam keadaaan tidak baik-baik saja? Apakah ini yang pak le dan mertua ku katakan bahwa dalam rumah tangga perlu dibicarakan jika ada masalah.


"Hhh...... "Aku menarik napas dalam. Aku pikir mungkin nasehat dari orang tua betul. Dan sepertinya aku harus mengatakan apa yang aku rasakan dan pikirkan karena lelaki yang sudah menjadi suami ku ini bahkan dia tahu ada perubahan sikap ku dalam minggu-minggu ini, setelah aku menyerahkan kesucian ku padanya dia masih tidak tahu apa yang terjadi.


Baiklah, Nanti sepulang mengajar dari sekolah atau sore aku harus membahas ini. Aku ingat pesan Mak e jangan membiarkan sebuah masalah berlarut-larut dalam rumah tangga.

__ADS_1


Aku turun mandi di kamar mandi yang berada di dapur lalu aku menyiapkan sarapan pagi dan bekal untuk mas Tama juga diriku tak lama terdengar suara azan dan mas Tama sudah turun kebawah dengan pakaian untuk shalat.


"Kenapa tidak membangun kan mas Ran...."


"Ndak apa-apa mas, sepertinya mas sangat pulas tidurnya"


"Cuaca semalam cukup dingin jadi aku bisa nyenyak, kamu masak apa?"


"Aku masak Sop ayam dan Dan sambal tomat mas, Oh ya bekal nya segini cukup?" tanya ku seraya membuka tutup bekal yang sudah ku siapkan tadi.


"Cukup, harusnya biar mas beli di kantin saja Ran jadi kamu tidak perlu repot-repot"


"Oh... ya sudah ditinggal saja, dan besok aku tidak akan menyiapkan bekal untuk mas Tama. Aku lupa kalau mas Tama orang beruang tidak seperti aku yang mungkin setiap hari harus berhemat bahkan sebuah bekal pun bisa menghemat biaya maka siang" Ucapku datar dengan kembali menutup wadah bekal mas Tama. Aku kembali menarik napas dalam. Bahkan dalam keadaan suasana hati ku seperti ini aku masih mencoba menjadi istri yang baik. Dan kembali seolah-olah apa yang aku lakukan tidak ada artinya. Tidak bisakah dia berterima kasih?


"Ran...... Mas Mencintai dan menyayangi kamu bukan maksud mas begitu.... maksud mas..."


"Aku wudhu dulu keburu matahari terbit dan aku harus berangkat jam 6 lewat mas aku tidak mau terlambat dihari pertama ku setelah mengambil cuti 14 hari" potong ku cepat dan berlalu menuju kamar atas.

__ADS_1


"Cinta dan kasih sayang mu Fatamorgana mas..." gumam ku ketika masuk kekamar.


__ADS_2