Menikah Karna Kesalah Pahaman

Menikah Karna Kesalah Pahaman
BAB 10 (TAHAP REVISI)


__ADS_3

Vano keluar dari kamar dan menutup pintu dengan keras , membuat para pelayan yang berada di sana kaget. Karna tidak biasanya Vano bersikap seperti itu dan jangan lupa wajah yang penuh amarah diwajah Vano membuat para pelayan dirumah itu menatap ngeri .


Tuan muda kenapa ya?


Baru pertama kali aku liat tuan muda marah kaya gitu


Apa mereka bertengkar?


Serem banget wajah tuan muda!


Itu lah bisik-bisik para pelayan yang melihat Vano dengan wajah penuh amarah.


Nah beda lagi sama bisik-bisik tetangga itu lebih pedes, menurut author๐Ÿ˜….


Vano menuju ruang kerjanya dan membuka pintu dengan kasar dan dia langsung meninju kaca yang ada diruangan itu membuat darah segar menetes dari tangannya. Vano makin emosi ketika mengingat perkataan Syilla, membuat dia tidak bisa menahan emosi lagi.


Pria itu tidak merasakan perih ditangannya yang dia rasakan perih dihatinya. Vano menatap foto dimeja kerjanya .Terlihat dalam foto itu sepasang kekasih yang tertawa bahagia dan itu adalah Vano dan pacarnya.


Rania Friska itulah nama wanita yang memiliki lesung pipi dengan hidung mancung dan kulit kuning langsat dengan senyuman manis itu berhasil membuat Devano Ardianata jatuh cinta padanya . Vano dan rania berpacaran sekitar 4 tahunan dan mereka mulai berpacaran dari SMA.


Mereka seperti pasangan pada umumnya tapi suatu kejadian membuat Vano harus kehilangan rania membuat Vano yang memiliki sifat dingin lebih dingin lagi , cuek dan juga kejam dia menjadi pria yang tak pernah tersentuh. Rania mengalami kecelakaan saat wanita itu ingin pergi ke rumah Vano tapi naas mobil yang dia kemudikan remnya blong dan membuat mobil itu jatuh kejurang dan meledak.


Saat tau kekasihnya meninggal Vano begitu hancur sampai mengurung dirinya dikamar . Tapi mamanya berkata bahwa dengan menyiksa diri tidak akan membuat Rania kembali tapi akan membuat dia sedih dialam sana.


Vano berusaha bangkit dari kesedihannya itu dan berusaha untuk mengikhlaskan Rania, tapi didalam hatinya dia akan mencintai Rania dan tidak ada yang bisa menggantikan wanita itu.


Tapi siapa sangka karna sebuah kejadian Vano harus menikah dengan Syilla dan dengan berjalannya waktu Vano mulai jatuh cinta dengan gadis yang selalu membuat dia kesal.


Vano mengambil foto itu dan memandanginya , dulu ketika memandangi foto itu dia akan merasa sedih tapi semenjak ada Syilla membuat dia tidak merasakan kesedihan lagi.


Vano tidak akan melepaskan Syilla dia tidak ingin kehilangan orang yang dia cintai yang kedua kalinya, meski gadis itu memohon untuk diceraikan.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Syilla sedang dikamar mandi yang dia lakukan menghapus bekas ciuman Vano dengan air.

__ADS_1


"Huwaaa ciuman pertama aku diambil om-om"


"Dasar om Vano buaya darat! Udah selingkuh terus ambil ciuman aku"


"Bibir aku gak perawan lagi"


Itulah ucapan yang keluar dari bibir mungil Syilla .Setelah selesai dia keluar dari kamar mandi dan menuju sofa untuk merebahkan dirinya. Syilla juga tidak ingin memikirkan kejadian tadi anggap aja rezeki eh, maksudnya om Vano cuma khilaf.


Vano baru masuk kedalam kamar setelah Syilla tertidur. Pria itu berjalan kearah Syilla dan mendekat kearah gadis yang tertidur pulas itu.


Vano memandangi wajah Syilla sambil mengelus pipinya tidak lupa dia mencium kening Syilla dengan sayang.


"Saya tidak akan melepaskan kamu Asyilla, karna kau hanya milikku" gumam Vano sambil tersenyum.


Vano pun berjalan menuju ranjangnya untuk tidur. Sedangkan dia tidak mengobati luka yang ada ditangannya.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Syilla bangun lebih awal 05:00 seperti biasa dia akan melaksanakan sholat subuh dan juga membangunkan Vano karna itu sudah jadi kebiasaan baginya. Tapi saat dia ingin membangunkan Vano dia jadi ingat kejadian tadi malam, membuat Syilla mengurungkan niatnya membangunkan Vano. Tapi saat dia hendak berbalik tak sengaja matanya melihat tangan kanan Vano yang terluka dengan luka yang sudah mengering.


Dia pun mengambil kontak obat ,sambil mengoles dengan salep dan juga memasangkan perban ke luka itu. Sedangkan yang diobati masih tertidur nyenyak.


"Om Vano kok bisa luka kaya gitu? Emang aneh nih orang bukannya diobatin malah dibiarin" celoteh Syilla.


Syilla pun keluar kamar untuk membantu para pelayan walaupun dapat menolakan tapi Syilla tetap memaksa.


Vano bangun dari tidurnya matanya langsung mengarah ke sofa tapi kosong tidak ada Syilla dan kenapa gadis itu tidak membangunkannya. Vano melihat tangan kanannya yang diperban sudut bibirnya terangkat dia yakin pasti gadis itu yang mengobatinya.


Vano turun dari tangga dengan pakaian kantor lengkap dan disana sudah ada Syilla yang sedang sarapan. Vano duduk disebelah Syilla sambil memperhatikan gadis itu. Syilla hanya memasang wajah biasa aja.


"Kamu marah sama saya? " tanya Vano karna Syilla hanya diam saja.


"Gak! " ujar Syilla


"Kenapa kamu mau minta cerai? " tanya Vano lagi.

__ADS_1


"Karna aku gak mau dimadu" jawab Syilla yang tidak menatap Vano.


Vano mengerutkan keningnya dia tidak paham dengan ucapan gadis yang ada disebelahnya ini.


"Maksud kamu apa? " ujar Vano


"Maksud aku! aku gak mau om nikah lagi" ujar Syilla dengan ngegas.


"Kenapa kamu berpikir seperti itu? " ujar Vano


"Berpikir apanya ,kemaren aku liat om Vano mesra-mesraan sama cewek" ujar Syilla


Vano terdiam dan dia baru paham bahwa Syilla kemaren melihat dia bersama Shella dan gadis ini hanya salah paham. Vano tersenyum bahagia karna dia yakin pasti Syilla sedang cemburu padanya.


"Kamu cemburu? " tanya Vano


"Idih siapa juga yang cemburu" bantah Syilla salah tingkah.


"Tadi kata kamu gak mau saya nikah lagi" goda Vano.


"Iih om nyebelin! " ujar Syilla yang hendak pergi tapi ditahan oleh Vano.


"Kamu cuma salah paham! Sebenarnya wanita yang kamu liat kemaren itu memang selalu mengejar saya tapi saya tidak menyukai dia dan gak sengaja kami bertemu dan wanita itu langsung saja bergelayut ditangan saya" jelas Vano.


Syilla merasa lega ternyata hanya salam paham gadis itu mengulum senyumannya.


"Apa sekarang kamu mau minta cerai lagi? 'tanya vano


Syilla menggeleng kepalanya cepat, ya kali dia jadi janda muda dan terus ngebiarin Vano diambil sama wanita gatal itu ya gak mungkin dong.


Bersambung...


Maaf ya author baru update sekarang dan jangan lupa ya kasih vote dan juga komentarnya supaya author makin semangat buat ceritanya.


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2