
Sudah satu bulan pernikahan Vano dan Syilla tapi tidak ada kemajuan, mereka tetap saja berdebat dan tentu saja dengan sifat Syilla yang selalu membuat Vano kesal.
Sekarang mereka berada dimeja makan sambil menikmati sarapan pagi mereka.
"Vano, Syilla mama mau ngomong sama kalian" ujar Riana dengan wajah seriusnya.
"Ada apa mah? " tanya Vano
"Mama sama papa hari ini akan pergi ke Surabaya untuk ngerawat oma yang lagi sakit" jawab Riana.
"Memang oma sakit apa? " tanya vano dengan wajah khawatir.
"Penyakit jantung oma kambuh, jadi kami berdua akan kesana untuk ngerawat oma, mungkin bisa satu bulan disana sampai oma benar-benar sembuh" jelas Riana.
Sedangkan Syilla hanya menyimak pembicaraan Vano dan Riana. Dia memang belum mengenal oma nya Vano ataupun bertemu, jadi Syilla hanya mendengarkan saja.
"Mah, aku titip salam buat oma ya" ujar Syilla
"Iya sayang! kamu juga kalau ada apa-apa telpon mama " ujar Riana
"Sip mah" ujar Syilla mengacungkan jemputnya
Mereka pun melanjutkan sarapan mereka.
🌹🌹🌹🌹🌹
Riana dan Dimas sudah berangkat sekitar satu jam yang lalu dan dirumah ini hanya ada Syilla dan Vano. Walau ada pelayan tapi Syilla merasa kesepian biasanya dia akan menonton TV bersama ibu mertunya itu dan juga saling bertukar cerita pokoknya Riana seperti ibu kandungnya.
Syilla yang tengah asik menonton TV terganggu dengan suara ponselnya yang berbunyi dan dilayar ponsel itu tertera nama Dinda.
"Hallo ada apa din? " tanya Syilla
"Eh Syilla kita ke mall yuk" ajak Dinda
"Ngapain kesana? "tanya Syilla lagi
" Ya belanja lah masa berenang "jawab Dinda dengan nada kesal.
__ADS_1
" Oke lah"ujar Syilla
Syilla pun mulai bersiap-siap untuk pergi, dia sudah mengganti pakaiannya dengan baju pergi, sesaat dia akan membuka pintu Vano membuka pintu kamar itu terlebih dahulu.
Vano melihat syilla dari atas sampai bawah.
"Mau kemana? " tanya Vano datar
"Ke-po" jawab Syilla
Sambil hendak melangkah kan kakinya tapi Vano lebih dulu menahan tangannya.
"Jawab pertanyaan saya kamu mau kemana? " ujar Vano dengan tatapan tajamnya.
"Aku mau ke mall" ujar Syilla dengan wajah kesal.
"Biar sopir yang nganterin kamu" ujar Vano
"Gak om! nanti temen aku malah curiga lagi " sahut Syilla
"Syilla kamu taukan! kamu tanggungjawab saya jadi kamu harus nurut atau kamu tidak boleh pergi" ancam Vano
Syilla sedang di perjalanan dia menuju ke mall dan tentunya diantar sopir. Padahal dia bisa saja naik ojek tapi Vano memaksanya. Dia hanya takut sahabatnya Dinda mengetahui bahwa dia sudah menikah, bisa runyam masalahnya.
"Pak stop disini" ujar Syilla
"Tapi nona saya harus nganterin sampai depan mall" ujar sopir
"Gausah pak! sampai sini aja, terus bapak gak usah nunggu aku nanti kalau udah mau pulang ku telpon bapak" ujar Syilla.
"Baik nona" ujar sopir
Syilla pun turun dari mobil sedan berwarna hitam itu, dia berjalan menuju mall dan didepan mall dia melihat Dinda tengah menunggunya. Syilla mengusap dadanya untung saja dia tidak diturunkan didepan mall tadi.
"Maaf Din lama" ujar Syilla
"Maaf-maaf !nih kaki gue pegel banget nungguin lo" sahut Dinda
__ADS_1
"Oke sekali lagi gue minta maaf dan lo mau masuk ke mall atau mau ngedomel mulu disini" ujar Syilla yang mulai jengah.
"Iya masuk lah " ujar Dinda
Mereka masuk ke mall dan Dinda mengajak Syilla masuk ketempat pakaian . Dinda langsung memilih -milih baju yang akan dia beli sedangkan Syilla hanya memperhatikan sekitar dia memang tidak niat ke mall tapi Dinda mengajaknya kalau dia menolak tentu sahabatnya ini akan terus memaksanya.
"Din udah belum milih bajunya? " tanya Syilla
"Gue gak jadi beli baju" jawab Dinda dengan wajah cemberut.
"Memang kenapa? " tanya Syilla
"Bajunya pada mahal kalau dibandingin sama uang kontrakan gue lebih mahalan baju ini" ujar Dinda.
"Lo sih sok -sok an mau beli baju di mall " ujar Syilla.
"Kan gue gak tau biasanya kan kita ke mall cuma liat-liat doang " ujar Dinda
"Yaudah kalau gitu gimana kita makan aja" ajak Syilla
"Iya deh" ujar Dinda
Mereka pun memesan beberapa makanan tentu mencari yang agak murah yang pas didompet mereka. Dinda yang tengah memakan-makanannya melihat kearah wanita yang bergelayut di tangan seorang pria .Terlihat pria itu agak risih dengan wanita yang ada disebelahnya.
"Dasar genit ! kaya monyet aja " gumam Dinda yang terdengar oleh Syilla.
"kenapa Din? " tanya Syilla
Dinda menunjukkannya dengan dagunya, Syilla pun berbalik melihat kearah yang ditunjukkan Dinda dan betapa terkejutnya dia ternyata itu Vano dan siapa wanita yang sedang berada di sebelah Vano apa lagi wanita itu sambil bergelayut manja. Entah mengapa dadanya begitu sesak melihat Vano dengan wanita lain. Dinda memperhatikan raut wajah syilla yang berubah sedih. Syilla yang awalnya terlihat ceria jadi muram begitu setelah melihat itu.
"Syilla lo gak papa" tanya Dinda memastikan
"Gak papa! Din gue mau pulang " ujar Syilla lesu
"Kenapa? kitakan belum abis makannya" ujar Dinda.
"Gue gak nafsu makan lagi, ini uangnya tolong kasih ke kasir" ujar Syilla
__ADS_1
Syilla berjalan meninggal kan Dinda yang masih terlihat bingung dengan perubahan Syilla. Dinda berpikir apakah Syilla mempunyai hubungan dengan pria tadi .Tapi gak mungkin sedangkan Syilla sangat jarang mau berteman dengan pria.
B**ersambung...