Menikah Karna Kesalah Pahaman

Menikah Karna Kesalah Pahaman
BAB 6


__ADS_3

Vano masuk kedalam mobil dan mulai menjalankannya . Dia belum tau harus mencari ke mana gadis itu ,tapi dia memilih menuju ke tempat Syilla bekerja. Sekitar 20 menit Vano sudah sampai depan hotel tempat Syilla bekerja. Terlihat seorang security sedang berjaga, Vano turun dari mobilnya dia berjalan kearah security untuk menanyakan tentang Syilla.


"Maaf saya ingin bertanya? Apa anda kenal Syilla? " tanya Vano.


"Iya Pak saya kenal, dia petugas Cleaning Service di hotel ini" jawab security


"Apa Syilla sudah pulang ? Apa dia masih bekerja di sini " tanya Vano


"Syilla sudah pulang sekitar jam lima sore tadi pak" jawab security


"Kalau begitu, terimakasih" ujar Vano


Vano pun pergi meninggalkan security itu, dia masuk kedalam mobilnya. Vano bingung harus mencari kemana lagi. Apa dia harus minta bantuan asistennya, Vano mengambil ponsel disaku celananya dan dia menghubungi asistennya itu.


"Ada yang saya bisa bantu tuan? " ujar Ciko disebrang sana.


"Saya mau kamu cari keberadaan Syilla sekarang saya beri waktu 10 menit" perintah Vano


"Baik tuan" ujar Ciko disebrang sana


Vano memang selalu membuat asistennya itu selalu gelabakan dengan perintahnya. Coba kalian bayangkan dia hanya diberi waktu 10 menit untuk mencari keberadaan Syilla . Untung Ciko sudah memasang GPS diponsel Syilla jadi dengan mudah mengetahui keberadaan Syilla sekarang.


Drrrt drrrrt


Terdengar ponsel Vano yang berbunyi dan tertera di layar ponselnya nama asistennya.


Vano mengangkat telepon tersebut.


"Bagaimana! Apa kau sudah menemukannya? " tanya Vano


"Sudah tuan, nona sedang berada dirumah lamanya dan saya juga sudah mengirim alamat rumahnya ke ponsel tuan." jawab Ciko disebrang sana


"Kerja bagus ciko" ujar Vano


Vano pun mematikan ponselnya dan mulai menjalankan mobilnya menuju tempat Syilla berada sekarang . Sekitar 20 menitan dia sampai di sebuah rumah yang sederhana yang tidak terlalu besar, dia turun dari mobilnya. Matanya melihat kearah rumah yang bercat putih . Dia mengetok pintu rumah itu , Syilla yang sedang tertidur terbangun dari tidurnya mendengar ketukan pintu dari luar.


Syilla bangun dari kasurnya dan mulai mengumpulkan kesadarannya, dia keluar dari kamarnya dengan mata yang belum terbuka sempurna.


"Siapa sih Malam-malam ngetok pintu? Ganggu orang tidur aja"gerutu Syilla

__ADS_1


Syilla membuka pintunya namun dia tidak terlalu jelas melihat orang di depannya karna mata yang masih belum terbuka sempurna.


" Cari siapa,ya pak? "tanya Syilla sambil menguap


"Ayo ikut saya pulang " ujar Vano the point


"Hah pulang!Pulang kemana? "tanya Syilla yang mengucek matanya karna dia merasa tidak asing dengan suara itu.


Terlihat Vano berdiri dihadapannya dan menatap kearahnya


" Ngapain om kesini? Terus om tau dimana rumah aku? "tanya Syilla


" Itu tidak penting, sekarang kamu ikut saya pulang "ujar Vano menarik tangan Syilla


" Gak ,aku gak mau pulang! aku mau disini aja "tolak Syilla


"Tidak ada alasan, cepat ikut saya pulang" paksa Vano menarik paksa tangan Syilla untuk ikut dengan.


Syilla berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Vano. Karna tidak ada cara lain dia menggigit tangan pria itu, Vano langsung melepaskan tangan Syilla , saat tangannya digigit oleh gadis itu.


"Kau... " ujar Vano yang menatap tajam Syilla


"Beraninya kau padaku" ujar Vano dengan emosi.


"APA!!" teriak Syilla sambil berkacak pinggang seolah -olah dia tidak takut dengan tatapan mematikan pria yang ada di depannya ini. Padahal dalam hatinya dia ketakutan setengah mati.


Dengan tersenyum mengerikan Vano berjalan kearah Syilla. Sontak Syilla memundur kan tubuhnya dan sialnya dia tidak bisa mundur lagi karna sudah terhalang tembok. Vano menarik tubuh Syilla dan mendorong tubuh gadis itu ke sofa dan langsung menindih tubuh mungil gadis itu.


"O-om j-jangan m-macam-macam ya" ujar syilla terbata-bata.


"Salah seorang suami macam -macam dengan istrinya." ujar Vano dengan senyum miring nya.


Sontak pipi Syilla memerah seperti tomat mendengar ucapan Vano.


"Kenapa pipimu merah hmm" goda Vano


"G-gak kok " bantah Syilla memalingkan wajahnya dari Vano.


"Sekarang ikut saya pulang? atau saya akan melakukan hal yang membuat kamu menurut dengan saya"ujar Vano

__ADS_1


Vano mulai mendekatkan wajahnya mengikis jarak di antara mereka .Syilla bisa merasa kan hembusan napas Vano yang ber aroma mint.


" Om jangan !"ujar Syilla mendorong tubuh Vano yang tidak membuat pria itu menjauh dari tubuhnya.


" Ikut saya atau tidak? "bisik Vano di telinga syilla. Membuat gadis ini seketika merinding mendengar suara Vano di telinganya.


" Iya aku ikut "ujar Syilla dengan wajah cemberut


" Anak pintar "ujar Vano sambil mengacak rambut Syilla.


Vano pun menjauh dari tubuh gadis itu, Syilla terlihat menekuk wajahnya. Sebenarnya dia tidak ingin ikut dengan pria pemaksa dan ples mesum ini.Tapi dari pada dia diapa-apain sama Vano.


" Saya tunggu di mobil"ujar Vano yang berjalan keluar dari rumah Syilla menuju mobilnya.


Syilla mengambil tasnya dan tidak lupa dia mengunci rumahnya, dia masuk ke dalam mobil Vano.


BRAAKK


Syilla dengan sengaja menutup pintu mobil itu dengan keras , Karna dia kesal dengan pria disebelahnya ini .Sedangkan Vano memilih tidak meperdulikannya dia pun menjalankan mobilnya.Di perjalanan tak ada yang berbicara, hanya terdengar deru mesin mobil.


🌹🌹🌹🌹🌹


Riana tidak henti-hentinya mondar-mandir didepan ruang tamu menunggu kedatangan menantunya.


"Mah udah duduk dulu, kamu gak cape mondar-mandir terus" ujar Dimas


"Gimana mau tenang Syilla aja belum pah" ujar Riana


"Awas aja anak itu tidak menemukan Syilla " ujar riana


Vano pun sampai di mansion sedangkan Syilla hanya menampilkan wajah cemberutnya. Vano menyuruhnya turun , Syilla pun turun dan di depan pintu Riana langsung berjalan kearah mereka dan memeluk Syilla.


"Sayang kamu dari mana aja? Mama khawatir " ujar Riana


"Itu mah sebelum pulang Syilla ke makam orangtua syilla dulu.Tapi pas mau pulang gak ada bus yang lewat.Terus juga mau malam jadi Syilla milih pulang kerumah lama. " jelas Syilla


"Oh gitu ya, memangnya Vano gak jemput kamu? tanya Riana.


Syilla hanya menggelengkan kepalanya , Riana tersenyum sambil mengelus kepala Syilla. wanita paruh baya itu menatap tajam Vano. Sedangkan yang diberi tatapan tajam meneguk ludahnya kasar.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2