Menikah Karna Kesalah Pahaman

Menikah Karna Kesalah Pahaman
BAB 28


__ADS_3

Vano sudah rapi dengan pakaian kantornya dan bersiap-siap akan berangkat. Ciko sudah menunggu diluar kamar sekitar 20 menitan. Vano keluar dari kamar hotel diikuti oleh asistennya Ciko. Di sepanjang koridor hotel, sebagian wanita menatap kagum dengan Vano yang terlihat tampan , walau hanya menampilkan wajah datar dan cuek. Vano tidak memperdulikan tatapan para wanita yang menatapnya.


Pria itu sudah masuk kedalam mobil dan mobil pun mulai melaju menuju perusahaan cabang Almaron's grub. Diperjalanan, Vano mengeluarkan ponsel yang ada di sakunya, berniat untuk menghubungi Syilla. Sudah tiga kali Vano menelpon Syilla tapi tidak diangkat. Membuat dia khawatir dengan keadaan istri kecilnya itu.


Mobil mewah berwarna hitam itu sudah sampai diperusahaan cabang Almaron's grub. Vano turun dari mobil dan masuk kedalam perusahaan dengan memasang wajah datar dan juga terlihat berwibawa dan tegas.


Semua karyawan yang melihat kedatangan Vano menundukkan kepalanya memberi hormat. Tapi sebagian karyawan wanita memandang dengan kekaguman karna untuk pertama kalinya mereka bisa melihat wajah dari anak pemilik perusahaan ini yaitu Devano Ardianata.


Vano masuk ke sebuah ruangan dan langsung disambut oleh Dean.


"Selamat datang Vano, akhirnya kamu datang juga" ujar Dean dengan wajah senang, karna sudah lama tak bertemu Vano.


Dean merupakan sahabat dan orang yang dipercaya untuk memegang perusahaan yang ada di Paris.


"Silahkankan duduk Vano, sudah lama kita tak bertemu" ujar Dean.


"Hmm" hanya dibalas deheman oleh Vano dan Dean sudah terbiasa dengan sifat Vano seperti ini karna yang dia tau bila Vano hanya membalas dengan deheman ,itu menandakan mood seorang Vano sedang buruk.


Bagaimana tidak buruk moodnya ,sedangkan dipikirannya memikirkan Syilla yang tidak mengangkat telponnya . Membuat dia khawatir dengan istri kecilnya itu.


Seorang wanita cantik dengan pakaian kentat dan sexy masuk keruangan yang dimana ada Vano , Ciko dan Dean. Lesi merupakan Sekretaris Dean dan merupakan orang Indonesia yang bekerja di perusahaan ini.


Lesi membawa minuman dan meletakkannya di meja tapi mata Lesi melirik kearah Vano. Saat meletakkan minuman didepan Vano. Mata Lesi bertemu dengan Vano membuat pria itu memalingkan wajahnya. Bukan Vano gugup dengan tatapan Lesi tapi pakaian wanita itu memperlihatkan belahan dadanya dan Vano yakin wanita itu sengaja melakukannya.


Byurr


Dengan sengaja Lesi menumpahkan air minum di baju Vano membuat pakaian pria itu basah.


"Maaf Pak saya tidak sengaja" ujar Lesi yang hendak melap dengan tisu baju Vano tapi ditepis oleh pria itu .


"Tidak usah, saya bisa sendiri" tolak Vano dengan nada dingin.


"Lesi! " tegur Dean, dia tau betul Vano tidak suka dengan wanita yang berusaha mendekatinya atau mencari perhatian padanya.


"Maaf Vano atas ketidak sengajaan Lesi" ujar Dean merasa tidak bersalah.


"Tidak masalah, tapi tegur sekretarismu itu agar tidak bersikap murahan. Dan juga jangan memakai pakaian yang kekurangan bahan, apa dia kira kantor ini tempat jual diri" timpal Vano dengan kata-kata tajam.


Lesi yang mendengarkannya menjadi malu dan kesal, dia pikir Vano mudah untuk dia goda ternyata salah.

__ADS_1


"Lesi kembali ke tempatmu" perintah Dean yang langsung diangguki oleh Lesi.


"Vano lebih baik kau ganti pakaianmu dulu" ujar Dean.


"Tidak usah, lebih baik langsung membahas masalah yang ada di kantor ini, jadi apa? " ujar Vano sambil memandang kearah Dean.


"Perusahaan merugi sekitar miliaran dan aku yakin ada seseorang yang telah menggelapkan uang di perusahaan ini" ujar Dean.


"Apa kau tau siapa yang melakukannya? " tanya Vano.


"Aku belum tau, tapi hasil catatan keuangan bulan lalu berbeda dengan bulan sekarang " balas Dean.


"Kalau begitu panggil menejer dan karyawan yang mengurus keuangan kesini"perintah Vano.


Dua orang yang dipanggil Vano sudah datang. Terlihat wajah yang tegang dan gugup ketika berhadapan dengan Vano. Vano berjalan kearah orang tersebut dan membisikkan sesuatu pada menejer itu yang bernama Leonard, membuat wajah pria itu pucat pasih.


" Jadi mengaku atau saya akan melakukan sesuatu yang begitu menyakitkan


kepada orang yang kamu sayang hmm"ancam Vano.


Leonard masih diam dan bungkam tidak mengeluarkan satu patah kata pun. Vano yang memang moodnya sudah buruk langsung memukul pria itu.


Bugh


"Maafkan saya pak Vano, ampuni saya" ujar Menejer tersebut sambil berlutut dihadapan Vano.


"Ampun kau bilang hah, kau sudah membuat perusahaan hampir bangkrut dan itu semua karna ulahmu" bentak Vano sambil mencengkram kerah baju Leonard.


"Ciko Usir orang ini dan pastika tidak ada perusahaan mana pun yang menerimanya bekerja" perintah Vano .Ciko menarik paksa Leonard dari ruangan tersebut dan mengusir orang itu keluar dari perusahaan.


"Dan kau pun juga sama, kau ikut dalam masalah ini . Keluar dari ruangan ini dan kamu saya pecat" bentak Vano pada Louis yang merupakan karyawan yang mengurus keuangan.


"Tapi pak saya terpaksa, Leonard mengancam akan menyakiti keluargaku" ujar Louis sambil menyatukan kedua tangannya memohon.


" Aku tidak peduli,keluar dari ruangan ini"usir Vano.


Drrrrt Drrrrt


Suara sering ponsel disaku Vano dan panggilan masuk dari Syilla.

__ADS_1


"Hallo mas ,ada apa nelpon aku?" tanya Syilla.


"Kamu kenapa tidak mengangkat telpon saya" ketus Vano.Syilla mengkerutkan dahinya ,dia lihat dilayar ponselnya memang Vano yang dia hubungi tapi kenapa pria itu menjadi ketus padanya.


"Mas kenapa ngomongnya langsung ketus sih sama aku" gerutu Syilla.


Devan baru turun dari tangga dan tak sengaja mendengar percakapan Syilla dan Vano ditelpon.Sebuah ide muncul di otaknya,Devan ingin melihat reaksi Vano dan ingin mengetahui apakah benar Vano mencintai Syilla.


"Sayang kamu nelpon siapa? " Devan yang sengaja memanggil dengan sebutan sayang, langsung membuat Syilla membulatkan matanya dan memandang tajam Devan.


Vano yang mendengar sebutan sayang diponsel itu , membuat dia diselimuti rasa cemburu dan pikiran-pikiran negatif tentang Syilla.


"Kamu selingkuh Syilla" ujar Vano dengan nada dingin.


"Enggak mas, aku gak selingkuh" Bantah Syilla, sedangkan Devan duduk manis di meja makan sambi menikmatan sarapannya tanpa rasa bersalah.


Vano langsung mematikan sambungan telponnya. Sedangkan Syilla takut Vano berpikiran buruk padanya.


"Ciko, siapkan tiket pesawat ke Indonesia, saya ingin pulang" perintah Vano.


"T-tapi tuan urusan disini belum selesai" ujar Ciko.


"Apa kau tidak mendengar, saya bilang saya ingin pulang" bentak Vano.


"B-baik tuan saya akan mengurusnya" ujar Ciko.


Bugh


Syilla memukul kepala Devan dengan sendok.


"Aww, kau gila kepalaku sakit" celetuk Devan.


"Kau yang gila, gara-gara kamu mas Vano jadi mikir yang buruk sama aku " timpal Syilla.


"Heh, aku hanya memanggil sayang padamu, Vano saja yang terlalu berlebihan mencintai kamu" ujar Devan.


"Di mana -mana suami bila istrinya dipanggil dengan sebutan sayang oleh pria lain juga akan marah" ujar Syilla sambil mendengus sebal.


Vano sudah sampai di bandara, dengan hati yang diselimuti rasa cemburu dan juga marah. Akan dia potong lidah pria yang memanggil istrinya dengan sebutan yang hanya dia yang boleh memanggil Syilla dengan sebutan sayang.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2