Menikah Karna Kesalah Pahaman

Menikah Karna Kesalah Pahaman
BAB 25


__ADS_3

Syilla mundur ketika Dion akan menyentuh nya. Rasa takut dihati Syilla melihat Dion yang tersenyum misterius, pria itu semakin mendekatinya.


"Kenapa lo takut Syilla? Bukankah kita teman " ujar Dion.


"Enggak, gue gak mau dekat sama lo lagi " sahut Syilla.


"Kenapa? Ooh atau karna pria sialan itu ya, siapa namanya? " ujar Dion.


"Vano, ya Vano pria yang berani ngerebut lo dari gue" lanjut Dion.


"Dion sadar gue gak cinta sama lo" ketus Syilla


"Tapi gue cinta sama lo, gue gak mau tau lo harus jadi milik gue Asyilla " teriak Dion dihadapan Syilla. Membuat gadis itu ketakutan.


"Demi bisa dapetin lo, gue rela nyamar jadi security agar bisa dekat sama lo. Tapi apa lo malah nikah sama Vano"teriak Dion.


" Maksud kamu apa? "tanya Syilla dengan rasa penasaran.


" Lo tau siapa pemilik hotel tempat lo bekerja ? "tanya Dion.


Syilla menggeleng karna selama dia bekerja , dia tidak pernah tau siapa bos nya. karna hanya Asisten bosnya saja yang dia tau.


" Gue pemiliknya Syilla, gue"ujar Dion sambil menunjuk dirinya.


Syilla menutup mulutnya, dia tidak menyangka bahwa Dion pemilik hotel itu.


"Sekarang percuma selama ini gue nyamar, sedangkan lo malah nikah sama yang lain hiks " ujar Dion dan pertama kalinya pria itu menangis di hadapan Syilla. Dion benar-benar mencintai Syilla apa pun akan dia lakukan untuk mendapatkan pujaan hatinya itu.


"Dion please ikhlasin gue ,gue yakin pasti lo akan mendapatkan wanita yang lebih baik

__ADS_1


dari pada gue"ujar Syilla yang tidak berani mendekati Dion.


" GAK, GUE GAK MAU! GUE CINTA SAMA LO SYILLA "ujar Dion sambil mengacak-ngacak rambutnya frustasi. penampilan Dion seperti orang stress dia bukan hanya mencintai Syilla tapi juga terobsesi mendapatkan gadis itu.


Syilla ketakutan melihat keadaan Dion seperti itu. Gadis itu hendak menjauh dan berlari tapi Dion memeluk dari belakang. Syilla kaget dan berusaha melepaskan diri dari Dion.


" Dion lepas, lepasin gue "ujar Syilla dengan tubuh yang gemetar ketakutan.


" Tidak, lo harus ikut gue! Lo cuma milik gue sayang"ujar Dion yang mengangkat tubuh Syilla seperti karung beras. Orang-orang tidak berani mendekati atau menolong Syilla. Syilla hanya pasrah dan menangis ketika Dion berjalan kearah mobil . Yang dia harapkan hanya Vano yang bisa menolong nya.


Sebelum memasukkan Syilla ke mobil sebuah pukulan mengenai rahang Dion membuat pria itu tersungkur ke tanah. Syilla yang juga ikut jatuh di gendongan Dion, berdiri dan berlari kebelakang Vano. Vano menatap Dion dengan tangan terkepal rahang mengeras .


"Bangun, bukankah saya sudah peringatkan , jangan sentuh istri saya atau mengganggunya" ujar Vano menarik kerah baju Dion agar berdiri.


Bugh


Vano memukul kembali Dion diperut, membuat pria itu meringis menahan sakit diperut. Dion menendang perut Vano membuat dia terjatuh. Vano berdiri dan kembali membalas pukulan Dion bahkan seperti orang kesetanan. Hingga Dion terkapar di tanah tak sadarkan diri.


"Aku takut hiks, Aku takut dia bakal nyelakai mas hiks" ujar Syilla sambil menangis sesegukan.


"Sudah jangan menangis, sekarang kita pulang " ajak Vano meraih tangan Syilla.


"Aww... " Vano sambil memegang perutnya yang bekas ditendang Dion.


"Mas, mas kenapa? " tanya Syilla dengan wajah panik.


"Saya tidak papa, sekarang masuk mobil " perintah Vano pada Syilla.


Mobil yang dikendaraai Vano sudah sampai di mansion. Syilla membantu Vano berjalan karna rasa nyeri diperut suaminya itu membuat Vano terlihat kesakitan.Sampai dikamar Syilla merebahkan Vano dan melepaskan sepatu yang dipakai pria itu.

__ADS_1


"Mas, masih sakit ya perut nya? "tanya Syilla .


" Hmm"


"Terus gimana caranya supaya mas gak sakit lagi? " gumam Syilla pada diri sendiri.


"Kamu mau saya tidak sakit lagi? " tanya Vano pada Syilla, yang langsung dibalas anggukan oleh gadis tersebut. Vano dengan senyuman Menyeringai.


"Cium saya " pinta Vano, membuat Syilla menatap tajam pria itu.


"Apa hubungannya ciuman sama sakit di perut mas? Ooh mas mau ngerjain aku ya " tebak Syilla.


"Yaudah kalau gak percaya" ujar Vano.


"Hufff, yaudah sini, dimana? " tanya Syilla mengalah. Vano tersenyum menujuk dahi, pipi dan juga bibirnya. Syilla mencium dari dahi, pipi sampai ke bibir pria itu.


"Udah sembuhkan? " tanya Syilla.


"Belum... " ujar Vano dengan nada santai, Syilla mendengus kesal.


"Kan udah, mas bohongin aku ya " tunjuk Syilla kearah Vano.


"Saya tidak bohong, kamu lihat sendirikan si idiot itu nendang perut saya" ujar Vano meyakinkan Syilla. Dengan mudahnya Syilla percaya dengan ucapan Vano.


"Terus, mas maunya apa? " tanya Syilla yang menahan sabar.


"Cium bibir saya lama" pinta Vano pada Syilla.


Syilla mulai mencium bibir Vano, dan tentunya pria itu menahan tengkuk Syilla agar tidak melepas ciumannya.Lagi-lagi Syilla terkena jebakan Vano. Sebenarnya perut Vano tidak sakit lagi tapi melihat wajah panik dan khawatir Syilla membuat dia mempunyai ide untuk mengerjai istri kecilnya itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2