
Vano duduk direstoran di sebuah mall dia baru saja bertemu dengan kliennya yang membahas kerja sama antar perusahaan nya dengan kliennya.
Sedangkan asisten Ciko sedang ke toilet jadi tinggal lah dia sendiri, tapi tiba-tiba lengannya dipeluk seseorang . Vano pun menoleh ternyata seorang wanita yang sedang bergelayut ditangannya,sedangkan Vano berusaha melepaskan lengannya dari wanita tersebut.
"Hey apa yang kau lakukan? lepaskan tanganku" ujar Vano ketus.
Bukannya melepaskan tapi wanita itu makin mengeratkan pelukannya dilengan Vano. Wanita yang memakai dress sebatas paha dan lengan baju pendek dengan motif bunga-bunga itu menatap Vano dengan kerinduan.
"Iih Vano masa kamu lupa sama aku? Aku Bella " ujar Bella dengan nada manja.
"Saya tidak kenal dengan kamu! Dan lepaskan tangan kamu dilengan saya" ujar Vano meninggikan suaranya satu oktav.
"Aku Bella yang dulu waktu SMA kamu tolak terus ?Masa lupa sih" ujar Bella
Vano pun mengingat-ngingat dan dia baru ingat bahwa Bella adalah gadis yang selalu mengejarnya waktu SMA. Gadis itu sudah beberapa kali Vano tolak tapi tetap saja mengejarnya. Vano tidak menyukainya karna sifat Bella yang sombong dan juga suka membully waktu SMA. Dan gadis manapun yang mendekati Vano pasti Bella akan membully gadis tersebut sampai tidak berani lagi mendekatinya. Setelah lulus dari SMA Vano tidak lagi bertemu dengan Bella dan juga dia tidak lagi diganggu oleh gadis itu. Tentu hidup Vano mulai tenang karna tidak ada gangguan lagi, tapi sialnya kenapa dia harus bertemu dengan Bella lagi.
"Iya,saya ingat" ujar Vano datar
"Vano aku kangen banget sama kamu! Gak nyangka kita bisa ketemu disini" ujar Bella dengan wajah yang gembira.
Setelah lulus SMA Bella terpaksa melanjutkan kuliahnya di London atas perintah ayahnya dan selama beberapa tahun dia tidak bertemu Vano membuat dia sangat merindukan Vano. Walau lama tidak bertemu, Bella tetap mencintai Vano dan berharap pujaan hatinya itu bisa menerima cintanya satu saat nanti.
"Aku tidak ada waktu mendengar omong kosongmu itu" ujar Vano
"Vano kamu kok gitu sih" ujar Bella dengan wajah cemberut.
"Lepaskan tangan saya atau saya akan berlaku kasar sama kamu" ancam Vano
Cup
Bukannya melepaskan Bella malah mencium pipi Vano .Sontak membuat pria itu mendorong kasar tubuh Bella hingga wanita itu jatuh dari kursinya tentu banyak pasang mata yang melihat kejadian itu membuat Bella sangat malu.
Disaat itulah Ciko baru datang dan menghampiri Vano.
"Apa yang terjadi tuan? " tanya Ciko
"Kamu urus wanita ini agar tidak menggangguku" perintah Vano
Vano pun berlalu pergi meninggalkan Bella , tentu wanita itu hendak mengejar Vano tapi lebih dulu tangannya ditahan Ciko.
"Lepasin tangan aku" ujar Bella sambil memberontak
"Saya tidak akan melepaskan tangan anda! Kecuali anda tidak mengajar tuan Vano" ujar Ciko yang masih memegangi tangan Bella.
Bella pun terpaksa mengikuti perkataan Ciko untuk tidak mengejar Vano, dan pria berjas hitam itupun melepaskan tangan Bella dan Ciko pun berlalu pergi meninggalkan wanita itu.
"Lihat saja Vano aku akan membuat kamu jadi milik aku dan tidak ada menolakkan dari kamu sayang" gumam Bella menatap lurus.
Vano masuk kedalam mobilnya sambil menunggu asisten Ciko. dan datanglah Ciko yang langsung masuk ke dalam mobil tersebut.
"Apa kamu sudah urus wanita itu? " tanya Vano
"Sudah tuan! " jawab Ciko
__ADS_1
"Pokoknya bila kamu melihat wanita itu ingin mendekati saya cepat usir dia"perintah Vano
" Baik tuan "ujar Ciko
Ciko pun menjalankan mobilnya menuju kantor.
🌹🌹🌹🌹🌹
Di sebuah taman seorang gadis sedang duduk sambil menatap lurus. Syilla masih merasakan sakit ketika dia mengingat Vano dipeluk oleh seorang wanita direstoran tadi. Entah mengapa ada rasa tidak rela Vano dipeluk wanita lain. Apakah di mulai mencintai Vano karna sudah satu bulan dia berumah tangga dengan pria itu dan mungkin tidak bisa dipungkiri bila cinta mulai tumbuh di hatinya.
" Kenapa sakit banget sih"lirih Syilla sambil memukul dadanya.
"Apa wanita tadi pacar om Vano atau dia calon istri om Vano yang bakal gantiin gue" gumamnya.
"Sadar Syilla! Sadar lo cuma istri yang gak pernah dia harapkan hiks hiks" ujar Syilla yang sudah pecah tangisannya.
"Kenapa sih gue harus cinta sama om Vano! Kenapa ,kalau gue harus merasakan sakit kaya gini hiks hiks" Syilla yang menelungkupkan wajah nya.
Seorang pengamen datang mendekat kearah Syilla. Dengan memakai kaos hitam dan celana hitam dengan model rambut ala Andhika kangen band ,tentunya membawa gitar .
"Misi mba saya mau ngamen" ujar pengamen tersebut.
Pengamen itu mulai menyanyikan lagu yang berjudul diantara kalian dari D. masiv. mengamen itu pun mulai menyanyikannya.
Kuakui ku sangat sangat menginginkan mu
tapi kini ku sadar ku diantar kalian
aku tak mengerti ini semua harus terjadi
tapi kini kusadari ku tak akan bisa
aku tak mengerti ini semua harus terjadi
Lupakan aku kembali padanya
aku bukan siapa-siapa untukmu
kucintai mu tak berarti bahwa
ku harus memilikimu s'lamanya
Syilla yang mendengar lirik terakhir membuat dia lebih keras dalam tangisannya. m
Membuat mengamen itu kaget dia pikir syilla terlalu menghayati lagu yang dia nyanyikan.
"Aduh maaf mba! Saya gak maksud buat sedih dengan lagu tadi" ujar pengamen tersebut merasa bersalah tapi ada kebanggaan dihatinya karna bisa membuat orang yang mendengarnya bisa menghayati lagu yang dia nyanyikan itu menandakan suaranya begitu bagus pikir pengamen itu.
Syilla menatap mengamen pria itu dengan mata yang berair dan hidung yang memerah.
"Mas kalau ngemis jangan disini buat gue makin sakit hati aja dengerin lagu lo" ujar Syilla karna lagu itu seperti menggambarkan Syilla yang memang diposisi itu tapi dia tidak rela harus merelakan Vano dengan wanita lain.
"Mba saya bukan ngemis saya ngamen mba! Ini saya bawa gitar artinya ngamen " ujar pengamen tersebut tidak terima.
__ADS_1
"Itu sama aja" ujar Syilla mulai ngegas
"Gak sama mba" bantah pengamen itu
"Ngamen sama ngemis sama aja! Sama-sama minta duit sama orang" ujar Syilla
Pengamen tersebut terdiam seakan membenarkan perkataan Syilla.
"Kalau mas gak diam artinya perkataan gue benar kan " ujar Syilla dengan senyum puas
Buset nih mba-mba satu! Ini cuma ngamen dibilang ngemis malah ngajak debat lagi! Mending gue pergi aja gapapalah gak dikasih uang.
Pengamen itu pun pergi meninggalkan Syilla yang terlihat kebingungan.
"Itu kenapa pergi kan gue belum kasih uang? Bodoamatlah" ujar Syilla .
🌹🌹🌹🌹🌹
Syilla pulang dengan wajah lesunya, dia tidak ingin melihat wajah Vano begitu sakit rasanya.
Dia masuk kekamar dan disitu sudah ada Vano yang sedang memainkan ponselnya. Vano mendongak menatap Syilla yang baru masuk kamar.
Tidak biasanya Syilla memasang wajah lesu biasanya dia akan datang dengan suara cemprengnya dan langsung mengajak bicara Vano.
"Kamu kenapa? " tanya Vano penasaran
"Gak papa" ujar Syilla dengan nada datar
Vano pun berjalan kearah Syilla, dia merasa gadis ini menutupi sesuatu.
"Saya tanya !Kamu ada masalah apa? " tanya Vano.
Syilla menarik napasnya dalam-dalam dan dia yakin dengan kata yang akan di ucapkan.
"Aku mau cerai" ujar Syilla dengan menundukkan pandangannya.
Entah mengapa Vano mendengar itu begitu sakit hatinya dengan ucapan yang lolos dibibir gadis tersebut.
"Coba sekali lagi kamu ucapkan" suruh Vano
belum Syilla mengulangi ucapannya ,Vano lebih dulu menyumpal bibir gadis itu dengan bibirnya. Membuat Syilla membulatkan matanya dan memukul dada Vano yang tak membuat pria itu menghentikan aksinya ******* bibir syilla kasar.
"mmmmmmmpph" Syilla yang mulai kehabisan napas dia memukul dada Vano.
Vano yang mengetahui Syilla yang mulai kehabisan napas tersebut mulai menghentikan aksinya itu. Setelah terlepas ,Syilla menghirup udara dalam-dalam.
"Sekali lagi kamu mengatakan itu saya akan melakukan hal yang lebih dari pada ini" ancam Vano.
Terlihat ada kilatan amarah dimata Vano seakan dia sangat membenci Kata-kata itu. Vano pun berlalu pergi dari hadapan Syilla dan keluar dari kamarnya dengan menutup pintu dengan keras.
Bersambung
Jangan lupa komentarnya dan vote agar aku semakin semangat buat ceritanya.
__ADS_1
Terimakasih 😄**