
Dari sejak pulang dari mall, Vano terus mendiamkan Syilla. Membuat wanita ini menjadi kesal sendiri, saat diajak bicara Vano hanya diam tanpa ingin menjawabnya.
Vano masih marah saat Syilla mengobrol dan tersenyum kepada pria lain, yang bernama Rian.Karna memang Vano tipe orang yang sangat pencemburu, dan dia memang sangat posesif terhadap Syilla karna sangat takut kehilangan wanita yang berstatus istrinya tersebut.
"Mas, kamu ini kenapa? Diam terus, aku salah apa sama kamu? " tanya Syilla, sambil menatap kearah Vano yang tengah duduk bersandar di ranjang dengan laptop di pangkuannya.
Bukannya menjawab Vano sengaja menyibukkan dirinya dengan laptopnya , tanpa menjawab pertanyaannya Syilla, membuat Syilla merasa di acuhkan, dan menjadi geram dengan tingkah Vano. Kalaupun Vano mendiamkannya karna cemburu, saat dia bertemu dengan Rian, tapi tidak seperti ini juga.Cemburu boleh, tapi sewajarnya.
"Ish, mas Vano kok gak dijawab ? Kalau aku ngomong dijawab mas" ujar Syilla kesal.Tetap Vano hanya diam tanpa ingin menjawabnya.
Ya Allah, udah umur kepala tiga tapi cemburuan nya kaya anak remaja, ngambek kan.Batin Syilla.
Entah pemikiran dari mana Syilla menyingkirkan laptop dipangkuan Vano dan duduk di pangkuannya Vano sambil mengalungkan tangannya dileher Vano. Vano sedikit terkejut dengan tingkah Syilla yang dianggap agresif oleh Vano. Pria itu memasang wajah datarnya kembali untuk menutupi keterkejutan nya.
__ADS_1
"Mas, jawab aku kamu masih marah soal yang tadi, pas aku ketemu Rian? " tanya Syilla.
"Hmm" dibalas dengan deheman.
Membuat Syilla menjadi kesal dengan balasan Vano. Pria itu memalingkan wajahnya yang memerah hingga telinga, dengan menahan sesuatu dibawah sana yang mulai bangkit.Apalagi posisi duduk Syilla yang intim. Vano berusaha menahan hasratnya, tapi sepertinya tidak akan bisa, karna malam ini Syilla sangat sexy dimata Vano dengan memakai piyama yang tipis menerawang memperlihatkan lekuk tubuh Syilla, dan juga istrinya ini tidak memakai bra saat tidur.
Tanpa aba -aba Vano langsung menyambar bibir ranum Syilla dengan rakus. Membuat Syilla membelalakan matanya, mendapat serangan mendadak dari Vano.Wanita itu hendak melepaskan ciumannya tapi Vano menahan tengkuknya memperdalam ciuman . Syilla memukul dada Vano, karna hampir tidak bisa bernafas karna ulah suaminya.Vano melepaskan ciumannya dan menatap Syilla dengan sayu, Syilla bisa melihat mata Vano yang tertutup kabur gairah dimata suaminya.
"Saya menginginkan mu , sayang " ujar Vano. sontak membuat Syilla gugup dan takut.Karna sudah lama tidak melakukannya dengan Vano semenjak mereka terpisah selama lima tahun.
"Saya akan melakukannya dengan pelan, mau yah" bujuk Vano lembut.Syilla mengangguk pelan. Tentu senyuman diwajah Vano seketika merekah.
Pria itu mendorong Syilla pelan keranjang dan menindih nya. Vano kembali mencium bibir istrinya, yang menurutnya manis, dan beralih ke leher jenjang Syilla menyesapnya dan memberi gigitan kecil meninggalkan bercak merah disana, Syilla pasrah dan sesekali melenguh.
__ADS_1
Vano melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuh Syilla hingga menampilkan tubuh polos istrinya. Vano pun juga melepaskan pakaiannya dengan mata yang terus fokus manatap Syilla. Wanita itu merasa malu dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Kenapa sayang? " tanya Vano. Saat melihat raut takut diwajah istri kecilnya.
"Aku takut, nanti sakit " ujar Syilla. Membuat Vano terkekeh.
"Kita pernah melakukannya sayang, dan saya janji akan melakukannya dengan pelan " ujar Vano, dan menyingkirkan selimut yang menutup tubuh polos Syilla.
Wanita itu memalingkan wajahnya, dia begitu malu saat Vano menatap dirinya yang tak memakai sehelai benang pun ditubuhnya.
"Sayang, tatap saya" titah Vano, dengan ragu-ragu dan pipi yang memerah Syilla menatap kearah Vano. Pria itu menatap manik indah istrinya dan mengusap keringat yang membasahi kening istrinya dan menciumnya.
Vano menggerayangi tubuh istrinya lembut, memberikan kecupan setiap inci tubuh Syilla. Vano melakukannya sangat lembut , membuat Syilla terbuai dan menikmatinya dengan sentuhan yang suaminya berikan padanya.
__ADS_1
Bersambung....