Menikah Karna Kesalah Pahaman

Menikah Karna Kesalah Pahaman
BAB 16


__ADS_3

Vano terbangun dari tidurnya dan yang pertama dia lihat adalah wajah Syilla yang tertidur dengan memeluknya membuat sudut bibir Vano terangkat .Pria itu menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik gadis itu. Vano terus memperhatikan wajah Syilla yang membuat dia tidak pernah bosan memandangnya. Tangan pria itu mengelus pipi Syilla dengan lembut dan tangan Vano berpindah mengusap bibir Syilla yang berwarna pink alami yang sudah menjadi candu baginya.


Vano mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Syilla yang selalu membuat dia sangat candu tapi Vano makin memperdalam ciumannya itu membuat gadis itu melenguh. Bukannya berhenti Vano malah semakin bernafsu dan juga mata yang yang sudah berkabut gairah.


Ciuman Vano berpindah ke leher jenjang Syilla pria itu mengecupnya dan memberikan gigitan kecil , menyesap nya.Syilla mulai menggeliat dan melenguh membuat Vano berhenti dengan aktivitas nya.


"Shitt" umpat Vano


Karna juniornya sudah tegak berdiri minta untuk dipuaskan , Vano bangkit dari ranjangnya dan memandang kearah Syilla sambil meneguk kasar ludahnya ingin sekali di menerkam gadis ini tapi dia tidak akan melakukannya karna dia bukan pria yang mengutamakan nafsu dan juga kenikmatan.


Vano berdiri dan pergi kekamar mandi untuk melakukan yang setiap malam dia lakukan yaitu bersolo karier dikamar mandi. Syilla mulai membuka matanya dan dilihat nya kasur disebelahnya kosong. Gadis itu mulai bangkit dan duduk dibibir ranjang. Tapi dia merasa aneh dengan bibirnya sambil memegang bibirnya tapi Syilla berpikir mungkin tadi dia tidurnya ileran.


Tapi dia melihat lehernya ada lima tanda merah , kenapa Syilla bisa tau ada tanda merah di lehernya karna ranjang itu langsung menghadap ke cermin.


"Kok bisa merah gini sih? Masa iya disini ada nyamuk? Tapi ini kok merahnya gede " ujar Syilla menggosok tanda merah itu karna dia tidak merasa kan gatal. Biasa nya gigitan nyamuk itu gatal.


Vano baru keluar dari kamar mandi setelah menuntaskan kegiatannya tadi. Dilihatnya Syilla sudah bangun dari tidurnya, pria itu mendekat kearah Syilla .


"Kamu kenapa? " tanya Vano melihat Syilla menggosok lehernya.


"Ini om leherku kok bisa ada tanda merah gini sih? " tanya Syilla


Vano meringis melihat hasil karyanya dileher Syilla. Vano berpikir bahwa Syilla tidak tau itu tanda apa. Pria itu bisa bernapas lega karna Syilla tidak tau bahwa itu tanda Kissmark.


"M-mungki digigit nyamuk " jawab Vano asal


"Kok bisa ada nyamuk dikamar ini , padahal rumah om ini mewah sama gede terus juga kamar ini ada AC nya Seharusnya nyamuknya mati" cerocos Syilla dengan wajah polos.


"Mungkin nyamuknya tahan AC " ujar Vano


"Emang iya! Ya om" ujar Syilla lagi


"Iya! Nanti saya suruh pelayan buat menyemprot kamar ini " ujar Vano


"Syilla" panggil Vano


"Iya! Ada apa? " sahut Syilla


"Kita jalan -jalan, mau? "tanya Vano

__ADS_1


Membuat mata Syilla berbinar mendengar ajakkan Vano .


" Mau, mau om"ujar Syilla semangat


"Sekarang kamu ganti baju dulu " suruh Vano


"Siap om" ujar Syilla sambil hormat kearah Vano ,membuat Vano tertawa melihat tingkah Syilla.


Tapi bukannya pergi ganti baju tapi dia malah mematung melihat Vano yang sedang tertawa. Karna ini pertama kalinya dia melihat Vano tertawa membuat kadar ketampanan pria ini bertambah.


"SYILLA" teriak Vano


"Om kok panggilnya teriak -teriak? " ujar Syilla


"Kamu sudah saya panggil berapa kali kamunya yang tidak mendengar, memangnya kamu sedang melamun apa? " ujar Vano penasaran.


"E-engak kok, yaudah aku ganti baju dulu ya om" ujar Syilla dengan gugup.


Syilla sudah mengganti bajunya dengan dress motif bunga-bunga berwarna merah maron dengan lengan baju panjang dan mengikat satu rambutnya.


"Udah om ,yuk kita berangkat" ujar Syilla


Vano terdiam melihat menampilan Syilla yang begitu cantik .


Vano dan Syilla pun sudah berada dimobil dan yang menyetir mobil adalah Vano karna dia ingin berduaan dengan gadisnya ini.


🌹🌹🌹🌹🌹


Mobil Vano sudah sampai di sebuah mall, Vano turun dari mobil dengan memakai kaca mata hitam membuat dia semakin tampan dan keren. Pria itu membukakan minta mobil syilla. Setelah Syilla keluar dari mobilnya Vano langsung merangkul pinggang ramping Syilla posesif.


"Om gak usah kaya gini" ujar Syilla yang merasa risih Vano merangkul pinggangnya.


"Saya takut kamu hilang, badan kamu itu kecil nanti kalau ilang susah nyarinya" alasan Vano karna dia ingin memperlihatkan pada orang lain bahwa Syilla miliknya.


Membuat Syilla cemberut mendengar ucapan Vano, apa badanya sangat kecil hingga dirangkul segala pikir Syilla.


"Kita kemana dulu om? " tanya Syilla ketika mereka sudah memasuki mall.


"Kamu maunya kemana? " tanya Vano

__ADS_1


"Aku maunya makan, nonton terus pulang deh " jawab Syilla.


"Maksud kamu makan dulu baru nonton" tanya Vano yang langsung diangguki Syilla.


Saat menuju ke restoran banyak pasang mata yang melihat kearah Syilla sambil tersenyum atau pun tertawa,membuat gadis ingin merasakan aneh ketika diperhatikan orang lain.


Seorang ibu dengan suaminya mendekat kearah Syilla dan Vano.


"Pengantin baru , ya mbak" tanya ibu-ibu itu


"Enggak kok, kami udah lama nikahnya " jawab Syilla.


"Oh gitu, terus yang merah-merah dilehernya mbak apa? " tanya ibu-ibu itu lagi


Membuat Vano yang mendengarnya kaget dia lupa tanda merah dileher Syilla belum hilang, kalau tau begini lebih baik tidak usah mengajak gadis ini pergi.


"Ini digigit nyamuk buk" jawab Syilla lagi.


Membuat ibu itu tertawa sedikit kencang dia berpikir ternyata Syilla masih polos belum pengerti tentang tanda dileher nya itu. Syilla mengernyitkan dahinya melihat ibu-ibu itu tertawa mendengar jawabannya.


"Wah nyamuknya ganas juga, sampai merah kaya gitu" ujar ibu-ibu tersebut dan beralih menatap Vano, membuat pria itu mengalihkan wajahnya kearah lain untuk menghindari tatapan ibu itu.


"Iya nih buk! Ganas banget" timpal Syilla.


Vano langsung menarik Syilla dari situ karna dia tidak suka dengan orang lain yang suka ikut campur dalam rumah tangganya.


"Om kok ditarik sih ?kan belum selesai ngobrolnya nya" ujar Syilla.


"Saya lapar" alasan Vano.


Sebelum ke restoran mereka pergi ketempat pakaian untuk membeli syal agar tanda merah dileher Syilla tak terlihat lagi.


"Om kok pakai ini sih?Kaya orang lagi kedinginan aja? " ujar Syilla


"Kamu lebih cantik pakai ini" alasan Vano yang sudah ketiga kali .


Vano dan Syilla pergi makan direstoran setelah itu pergi nonton. Sungguh Syilla sangat senang sekali bisa jalan -jalan dengan Vano dan pria itu senang melihat gadisnya ini senang.


*B*ersambung...

__ADS_1


***Hallo jangan lupa like dan votenya, ya agar authornya makin semangat buat ceritanya. Bila ada kekurangan dalam cerita ini bisa komentar dibawah ini.


Terimakasih 😇***


__ADS_2