
Syilla mencium tangan Vano dan pria itu mencium kening istrinya lembut, setelah selesai melaksanakan sholat subuh. Entah mengapa Syilla merasa mual dan berlari masuk kekamar mandi, Vano yang melihat itu menyusul masuk kekamar mandi.
Hueek hueeek
Syilla memuntahkan seluruh isi di perutnya, hingga cairan bening yang dia muntahkan, sebuah usapan lembut dipunggung Syilla membuat wanita itu menoleh kearah Vano yang terlihat khawatir.Wanita itu terus memuntahkan isi di perutnya , Syilla membasuh bibirnya.
"Sayang kamu kenapa? " tanya Vano panik. Karna saat ini wajah Syilla terlihat pucat .
"Aku ngerasa pusing dan pengen muntah terus mas " ujar Syilla. Wanita itu kaget ketika Vano menggendongnya ala bridel style.Dan dengan disigap Syilla mengalungkan tangannya dileher Vano.
Vano meletakkannya tubuh Syilla lembut di kasur. Dan duduk dipinggir ranjang memberi usapan lembut di kepala istrinya.
"Sayang, aku panggil dokter yah" ujar Vano.
"Gak usah mas, mungkin cuma masuk angin " tolak Syilla .Vano meraih tangan Syilla dan menciumnya lembut, dia sangat mengkhawatirkan istrinya. Syilla tersenyum kearah Vano dan membelai rahang suaminya, Syilla tau Vano sangat khawatir padanya.
"Mas, aku gak papa, lebih baik mas pergi kekantor , kan hari ini ada rapat " ujar Syilla mengingatkan.
"Enggak sayang, tidak mungkin saya meninggalkan kamu dengan keadaan seperti ini" ujar Vano, menatap lekat Syilla.
"Mas, disini aku gak sendiri ada pelayan, mama sama papa. Nanti kalau kenapa -napa aku nanti telpon mas" ujar Syilla tersenyum manis.
__ADS_1
"Tapi kamu harus janji, kalau ada apa-apa telpon saya" ujar Vano dan dibalas anggukan oleh Syilla.
Vano bangkit dari ranjang, mengganti bajunya nya dengan pakaian kantor. Setelah sudah siap akan pergi kekantor Vano mendekat kearah Syilla.
"Aku pergi ya, sayang " ujar Vano, mencium kening Syilla cukup lama, Syilla menutup matanya merasakan benda lembab itu menyentuh keningnya .Vano melepaskan ciumannya dan berjalan keluar kamar tapi dia berbalik menatap kearah Syilla yang tersenyum kearahnya.Sebenarnya Vano sangat berat meninggalkan Syilla tapi apa boleh buat, dia ada rapat.
*******
Vano menuruni tangga,sebelum pergi kekantor dia sarapan dahulu. Dan di meja makan sudah ada Devan, sedangkan Riana dan Dimas pergi karna tiba-tiba ada urusan mendadak.
"Devan, mama sama papa mana? " tanya Vano menarik bangku dan duduk disana.
"Om sama tante , katanya ada urusan mendadak " jawab Devan , yang hanya dibalas oleh Vano "oh" saja.
"Di hari pertama kerja dia sudah terlambat" ujar Devan.
"Tapi jangan galak -galak sama Dinda, dia karyawan baru dan kamu harus sabar menghadapinya" ujar Vano.
"Van, kenapa kamu nyuruh aku, jadiin Dinda sekretaris ku? Kenapa tidak jadi sekretaris kamu saja "ujar Devan.
" Itu Syilla yang nyuruh, dia bilang Dinda butuh pekerjaan dan katanya ibunya sakit . Kalau aku nolak bisa tidak dapat jatah dari Syilla "ujar Vano ,sambil memakan rotinya.
__ADS_1
" Aku lihat Dinda itu cantik,baik dan juga penyayang sama kaya Syilla.Kenapa gak kamu jadiin istri , umur kamu udah 32 tahun"ujar Vano.
"Dia bukan tipe aku Van, Dia itu ceroboh, otaknya lemot " celetuk Devan.
Vano tersenyum mendengar ucapan Devan.
"Hati -hati, bisa jadi kamu nanti jatuh hati pada Dinda, dulu aku kaya gitu sama Syilla tapi malah aku yang tergila-gila pada istriku itu" ujar Vano.
"Sudah lah, jangan bahas itu lagi " ujar Devan.
*****
Syilla melihat tanggal, dia merasa sudah lewat dua minggu tidak menstruasi. Dan saat melihat tanggal ,benar saja sudah dua minggu dia lewat menstruasi.
"Masa iya aku hamil, perasaan sebelum berhubungan sama mas Vano aku minum pil KB"gumam Syilla pada dirinya sendiri.
Untuk yang menanyakan cerita Dinda sama Devan sudah dibuat apa belum? Cerita Devan sama Dinda sudah aku buat ceritanya.
Judulnya:CEO galak itu suamiku
Bisa dicari di pencarian dengan menulis Windanor.
__ADS_1
Terimakasih😇