Menikah Karna Kesalah Pahaman

Menikah Karna Kesalah Pahaman
BAB 14


__ADS_3

Mobil Vano memasuki area mansion dan keluarlah Syilla dari mobil tersebut karna dia ingin bergegas membersihkan badannya yang berkeringat. Sedangkan Vano hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Syilla.


Syilla tengah rebahan disofa sambil memainkan ponselnya. Terkadang gadis itu tersenyum-senyum sendiri tanpa dia sadari Vano berada di belakang nya. Mata vano memanas ketika tau syilla sedang berchatan dengan pria yang bernama Dion.


Dengan gerakan cepat Vano mengambil ponsel yang ada digenggaman Syilla membuat gadis itu kaget.


"Siapa Dion itu? " tanya Vano dengan nada dingin.


"Oh, itu temen aku yang dicafe tadi om" jawab Syilla dengan wajah polos .


"Jauhi dia ! Saya tidak suka " ujar Vano dengan nada memerintah.


"Ya gak bisalah om! Dia itu temen aku , dan pokoknya aku gak mau" kekeh Syilla


"Dia itu item, jelek, dan gak kaya" ujar Vano


"Tapi dia itu baik , lembut kalau ngomong suka nolong aku , gak cuek dan gak pendiem kalau ditanya gak jawab hmm " cerocos Syilla tak mau kalah.


"Kamu nyindir saya hah? " ketus Vano yang tidak suka mendengar Syilla memuji pria lain selain dirinya.


"Aku gak nyindir tapi kalau ngerasa , ya mungkin"jawab Syilla dengan nada santai.


Vano terdiam dia harus mencari cara agar Syilla menjauhi Dion.Karna saat dicafe tadi Vano bisa melihat tatapan Dion yang berbeda pada Syilla.


Syilla dan Vano baru saja selesai dengan makan malam nya . Setelah berdebatan tadi Syilla dan Vano tidak mengeluarkan sepatah kata pun .


Saat Syilla memasuki kamar dia dibuat bingung karna sofa tempat dia biasanya tidur tidak ada dan dia yakin pasti ini ulah Vano.


" Om dimana sofa nya? "tanya Syilla dengan wajah kesal.


" Saya suruh pelayan memindahkan nya"ujar Vano dengan nada santai.


"Terus aku tidur dimana? Masa di lantai sih? " tanya Syilla.


"Kamu tidur diranjang sama saya" ujar Vano masih dengan nada santainya.


Membuat Syilla kaget dan juga berngidik ngeri dia tahu pasti ada apa-apa nya Vano menyuruh dia tidur satu ranjang dengannya.


"Gak! Aku gak mau tidur sama om" tolak Syilla


Vano tau pasti Syilla sedang berfikiran negatif padanya terlihat dari wajah gadis itu.


"Saya gak akan macam -macam sama kamu" ujar Vano.


Membuat syilla bernapas lega dengan perkataan vano.

__ADS_1


"Tapi.. kalau saya gak khilaf" ujar Vano lagi


Baru saja dia bernapas lega tapi malah dibuat dia menjadi was-was lagi .


"Iih om kok gitu sih? Masa kalau gak khilaf? " ujar Syilla.


"Syilla saya ini pria dewasa pasti nafsu saya akan mudah terpancing , dan kamu itu istri saya dan tidak ada salahnya saya melakukan hal yang macam-macam padamu" jelas Vano.


"Walau saya tidak terlalu dalam memahami ilmu agama! Tapi dosa seorang istri tidak melayani suaminya apalagi ketika suami meminta haknya " jelas Vano.


SKAKMAT


Penjelasan Vano membuat mulut Syilla bungkam dia tidak bisa membantah lagi. Dia juga pernah mendengar mengajian walau di televisi bahwa dosa bila seorang istri yang tidak memberikan hak pada suaminya.


Vano bisa melihat wajah Syilla yang terlihat tegang. Ada untungnya dia yang tak sengaja memutar ceramah tentang kewajiban seorang istri.


"Kalau begitu apa boleh saya meminta hak saya? " tanya Vano dengan senyuman menyeringai.


Syilla yang mendengar itu langsung membuat wajahnya pucat. Vano mendekat kearah Syilla sedangkan gadis itu berjalan mundur sampai dia terjatuh ke ranjang.


Syilla yang terjatuh keranjang berusaha bangun tapi Vano lebih dulu menindih tubuhnya.


"O-om please jangan sekarang aku belum siap" mohon Syilla dengan wajah memelas.


Tangan Vano mulai membuka kancing baju tidur syilla dari atas.membuat Syilla semakin tegang.


"Hiks hiks om j-jangan " ujar Syilla dengan tangisan yang sudah tak bisa dibendung lagi. Membuat vano menghentikan aksi, pria itu langsung bangkit dan menarik Syilla dalam pelukkannya.


"Maaf kan saya " ujar Vano sambil mengelus kepala Syilla .


Syilla langsung melepaskan pelukan Vano dan mendorong pria itu. Syilla berlari keluar dari kamar, sedangkan Vano mengacak-acak rambutnya frustasi seharusnya dia bersabar dan tidak memaksakan gadis itu memenuhi hasratnya.


Sedangkan Syilla berlari masuk kedalam kamar tamu, kamar tamu terletak di lantai bawah .


"Untung gue pintar akting !Kalau gak habis sama gue sama om Vano mesum" ujar Syilla.


Syilla hanya berakting agar Vano melepaskannya .Karna gadis itu tidak ingin menyerahkan hal berharga yang sudah dia jaga. Dia juga masih menunggu kepastian dari Vano. dia akan memenuhi hak Vano bila pria itu sudah mencintainya, dia hanya takut pria itu melakukan nya hanya karna nafsu.


Syilla merebahkan dirinya di ranjang sambil menatap keatas. Entah apa yang difikirkannya? Tapi pasti itu mengenai Vano.


Vano keluar dari kamarnya dia ingin mencari gadisnya itu. Vano memanggil salah satu pelayan untuk menanyakan keberadaan Syilla.


"Apa kau melihat istriku? " tanya Vano entah sejak kapan Vano mulai mengakui Syilla istrinya.


"Nona muda ada dikamar tamu tuan" jawab pelayan wanita tersebut dengan menunduk.

__ADS_1


Vano langsung turun dari tangga menuju kekamar tamu. Dia membuka ganggang pintu secara perlahan dan masuk kedalam kamar terlihat Syilla sedang tertidur. Vano menutup pintu kamar secara perlahan dan berjalan kearah ranjang, dia merebahkan dirinya disebelah Syilla,Vano menarik gadis itu kedalam pelukan.


"Maaf kan saya Syilla, saya hanya ingin memiliki kamu seutuhnya" ujar Vano.


"Saya tidak ingin kehilangan kamu seperti saya kehilangan Rania " ujar Vano lirih.


Kehilangan orang yang dia cintai dulu membuat vano sangat trauma. Dan dia tak ingin kehilangan lagi orang yang dia cintai kedua kalinya. Apa lagi sampai direbut oleh orang lain itulah yang membuat Vano memaksa Syilla menjauhi Dion dia tidak ingin miliknya diambil orang lain.


Vano mulai menutup mata sambil memeluk erat Syilla seakan tidak ingin terlepas.


🌞🌞🌞🌞🌞


Syilla mulai terbangun dari tidurnya ,tapi dia merasa aneh badan seperti ditindih sesuatu yang berat. Dia dibuat kaget karna Vano tidur di sebelahnya . Dia melihat tangan Vano melingkar di perutnya dan kaki pria itu yang menindih dipaha nya seperti memeluk guling.


Syilla berusaha melepaskan pelukan Vano tapi malah membuat pelukan itu makin erat . Syilla ingin membangunkan Vano tapi malah memandangi wajah tampan pria yang berstatus suaminya itu. Alis tebal, hidung mancung dan bibir tebal yang sexy dan juga rahang yang tegas.


Tanpa sadar dia menyentuh wajah Vano sambil tersenyum. Pria ini walau tertidur masih tetap tampan .


"Apa sudah puas memandangi nya? " ujar Vano membuat Syilla kaget dan juga malu.


"S-siapa juga yang lagi memandangi om" bantah Syilla sambil menghilangkan kegugupan nya.


"Benarkah" ujar Vano pura -pura tak yakin.


"Om ngapain tidur disini? " tanya Syilla mengalihkan topik.


"Memang salah kalau saya ingin tidur dengan istri saya hmm" ujar Vano membuat pipi Syilla memerah.


Sedangkan Vano hanya tersenyum melihat kegugupan istri kecilnya itu.


"Kalau gitu om lepasin aku, aku mau mandi " ujar Syilla.


"Gak !Saya gak mau " ujar Vano yang memasang wajah dinginnya.


"Iih om! kalau gak lepasin jangan salahin aku pipis disini" ancam Syilla membuat Vano terpaksa melepaskan Syilla dengan wajah kesal.


Syilla hanya terkekeh melihat tingkah kesal suaminya itu . Syilla pun keluar dari kamar tamu menuju kamarnya untuk mandi.


*B*ersambung...


**Hallo terima kasih yang udah baca ceritanya author dan jangan lupa , ya like dan juga votenya.


Dan jangan lupa komentarnya bila ada kesalahan dalam menuliskan atau dalam ceritanya bisa komentar aja gak perlu sungkan .


Terimakasih yang udah baca😇**

__ADS_1


__ADS_2