
Syilla mengusap kepala Vano lembut, dengan posisi bersandar dibahu ranjang. Pria itu menenggelamkan kepalanya di leher Syilla.
"Sayang, pusing" rengek Vano.
"Kenapa? Kepalanya pusing? " tanya Syilla.
"Iya, pusing banget sayang " ujar Vano, sambil mendusel-dusel leher Syilla.
"Minum obat ya, supaya gak pusing lagi " ujar Syilla, mendorong pelan tubuh Vano, hendak mengambil obat tapi pria itu makin mengeratkan pelukannya.
"Mas lepas, aku mau ngambil obat buat kamu " ujar Syilla, menatap Vano dalam pelukannya.
"Gak mau, kamu jangan tinggalin saya" rengek Vano, sambil mengeratkan pelukannya lagi.
Syilla menghembuskan napasnya pelan, ini untuk pertama kalinya Vano sakit dan bersifat manja yang berlebihan padanya. Bahkan manjanya mengalahkan Vino putranya. Sedangkan Vino tidak merengek seperti ini saat ditinggal sebentar. Untuk sayang kalau gak sayang sudah dia pukul Vano.
"Ya ampun, itu anak kenapa? " Riana tiba-tiba masuk kedalam kamar mereka.
"Sakit mah, Syilla mau tinggal sebentar ngambil obat gak mau " ujar Syilla.
Riana mengelengkan kepalanya melihat tingkah Vano.
"Dasar bayi besar! Gak ingat umur Vano, udah tua juga tapi kelakuan kaya anak kecil" celetuk Riana.
Pletakk
Riana memukul pantat Vano dengan kencang, membuat pria itu meringis memegangi pantatnya yang dipukul Riana.
"Mama apaan sih, Vano lagi sakit " ujar Vano, dan kembali memeluk Syilla.
"Sakit-sakit, dulu waktu kamu kena batu ginjal gak gini amat manjanya" ujar Riana sambil ber kacang pinggang.
__ADS_1
"Terserah Vano mah, Syilla istri Vano jadi mau Vano apain terserah, termasuk manja sama Syilla, wlee" ujar Vano, sambil menjulurkan lidahnya mmengejek.Tentu Riana yang di ejek putranya naik pitam.
"Dasar anak kurang ajar, semoga cucu mama Vino, gak nurut kamu sifatnya " ujar Riana
Perdebatan ibu dan anak ini, membuat Syilla bingung harus berada di pihak yang mana, dan Syilla memilih diam.
"Syilla kamu keluar, sarapan dulu biar mama yang urus bayi besar ini " ujar Riana.
Vano menatap Syilla sambil menggeleng minta tidak ditinggalkan, tapi Riana menjewer telinga Vano membuat dia melepaskan pelukannya pada Syilla.
"Aaaaa, mama sakit, mah" jerit Vano .
"Kamu gak kasian sama Syilla dia belum makan " ujar Riana, yang masih menjewer Vano.
"Syilla keluar makan dulu nak" ujar Riana lembut. Syilla turun dari ranjang dan keluar dari kamar tanpa memperdulikan teriakan Vano yang memanggilnya.
*******
"Jangan, tatap aku seperti itu" ujar Syilla, Devan gelagapan ketika Syilla tau dirinya memperhatikannya, seperti maling tertangkap basah.
"Maaf" ujar Devan, pria itu berdiri dari tempat duduknya karna dia tau Syilla tidak nyaman dengan keberadaan dirinya.
*****
"Makan" ujar Riana sambil menatap tajam.
"Gak mau, Vano gak suka bubur" tolak Vano sambil menutup mulutnya dengan tangan.
"Gimana mau sembuh, kalau gak mau makan " ujar Riana.
"Vano mau di suapin Syilla aja " ujar Vano.
__ADS_1
"Makan atau.... " Riana menjeda ucapannya dan mengambil kayu rotan.
Vano terbelalak melihat mamanya membawa kayu rotan.
Pletak
Pletak
"Mama sakit, mah! " jerit Vano , saat Riana memukulnya dengan kayu rotan, hingga terlihat paha Vano yang memerah dan tercetak bekas pukulan Riana di paha Vano. Karna pria itu hanya memakai celana pendek sepaha.
"Makan! " ujar Riana, sambil menyodorkan sendok berisi bubur. Dengan terpaksa Vano memakan bubur yang di suapi mamanya.
Pletakk
"Awww, sakit mah, kenapa Vano dipukul lagi. Vano kan udah makan bubur " ujar Vano tak terima.
"Itu makannya blepotan, udah gede juga " gerutu Riana.
"Ya Allah mah cuma makan blepotan , Vano dipukul" ujar Vano.
"Diam!! Jangan jawab kalau orang tua lagi ngomong" ujar Riana.
Vano mengerucutkan bibirnya kebawah, entah kesurupan setan apa mamanya, hingga jadi sangar seperti singa betina.Dan dengan teganya menganiaya putranya yang tampan dan gagah ini.
Bersambung...
**pengumuman:
Aku baru rilis cerita Devan dan Dinda atau bisa dibilang 2D.Yang berjudul** CEO galak itu suamiku. Dan ini covernya:
__ADS_1
Mohon bersabar ya dan bila cerita si CEO galak itu suamiku tidak menarik aku mohon maaf ya. Karna memang aku penulis amatiran baru belajar 😅.