Menikah Karna Kesalah Pahaman

Menikah Karna Kesalah Pahaman
BAB 27


__ADS_3

Devan melangkahkan kakinya masuk kedalam mansion Ardianata.


"Dimana Vano? " tanya Devan dengan salah satu pelayan.


"Tuan Vano baru saja berangkat menuju bandara, tuan" balas pelayan tersebut.


"Kemana? " lanjutnya Devan.


"Ke Paris tuan" balas lagi.


Devan menaiki tangga, menuju kamar atas yang bersebelahan dengan kamar Vano. Saat melewati kamar Vano, langkah kaki Devan terhenti. Dia berniat ingin masuk kekamar Vano, dilihatnya TV dikamar itu menyala.


Bukanya Vano pergi, kenapa TV nya menyala. Batin Devan.


Devan berjalan kearah sofa yang menghadap ke TV dan yang dia lihat seorang gadis tertidur dengan cemilan yang berada di badan gadis itu. Devan mengernyitkan dahinya, tentang sejak kapan Vano memasukkan seorang gadis kedalam kamarnya. Bukankah Vano sangat melarang seorang masuk kedalam kamarnya termasuk dirinya.


Devan memperkirakan bahwa gadis yang tertidur disofa ini sekitar umur 19 atau 20 tahunan.Devan berjongkok memperhatikan lekuk wajah Syilla, sampai gadis itu menggeliat dan membuka matanya perlahan.


"Aaaa, kamu siapa? " teriak Syilla setelah membuka matanya dan langsung melihat seorang pria berada didepannya.


"Seharusnya aku yang nanya, kamu siapa? " tanya Devan.


Syilla terdiam memperhatikan Devan. Maksudnya kenapa pria itu menanyakan siapa dia, bukannya kebalik. Seharusnya dia yang harus menanyakan itu karna baru pertama kali melihat pria ini, pikir Syilla.


"Aku istrinya Vano" balas Syilla dan malah ditertawakan oleh Devan.


"Tidak mungkin, aku tau siapa Vano. Dia itu sangat anti dengan wanita kecuali almarhum pacarnya Rania" ucap Devan dan bangkit berdiri dengan posisi masih didepan Syilla.


"Beneran aku gak bohong " celetuk Syilla


"Bagaimana aku tau, kamu tidak berbohong? " tanya Devan.


"Aku bakal telepon Vano" timpal Syilla yang langsung mengambil ponselnya dan mulai menghubungi kontak Vano.


Sudah berulang kali menelepon Vano tapi tidak diangkat juga. Wajah Syilla berubah kesal ketika Vano tidak mengangkat sambung telponnya. Apalagi Devan tersenyum remeh padanya seakan dia berbohong dengan ucapanya.


"Sudah, aku tahu kamu bohong jadi tidak usah memaksakan " ujar Devan

__ADS_1


"Beneran ak.... " ucapan Syilla terpotong ketika ponselnya berbunyi.


tertera di layar ponselnya nama Vano. Dengan cepat Syilla menggeser tombol hijau.


"Kenapa nelpon? kamu gak papakan, gak ada yang jahatin kamu kan sayang" tanya Vano dengan nada yang terdengar panik.


"Gak papa kok mas, aku cuma kangen aja" balas Syilla sambil menjulurkan lidahnya pada Devan. Terlihat pria itu menahan kesal pada Syilla yang mengejeknya.


"Baru saja ditinggal udah kangen, nanti ya saya usahakan cepat pulang. Sayang saya matikan ya, sebentar lagi pesawatnya mau berangkat" ujar Vano, sambungan ponsel pun terputus.


"Gimana udah percayakan" ujar Syilla.


"Cih, aku tidak menyangka selera Vano bocah kaya kamu" ujar Devan dengan wajah datar.


Tangan Syilla terkepal mendengar pria yang ada didepannya memanggil dia bocah.


"Om , kalau punya mulut dijaga ya.Badan aku memang kecil dari pada om badannya kaya kongkong, eh maksud kingkong" tampal Syilla sambil menatap tajam Devan.


"Jangan panggil aku om, aku bukan om kamu dasar bocah ingusan.Sepertinyaada yang salah dengan penglihatan Vano sampai menikahi bocah sepertimu" ujar Devan dan berjalan keluar dari kamar.


"Dasar om nyebeliin, aku bukan bocah " teriak Syilla yang didengar oleh Devan.


Syilla membanting pintu hingga pelayan yang ada disana menatap jadi kaget. Devan hanya menatap datar kearah kamar Vano.


"Tingkahnya seperti anak kecil, Vano, Vano kenapa sampai mencintai perempuan seperti itu" gumam Devan.


Akhirnya pesawat yang menuju Paris telah sampai. Vano keluar dari bandara yang di ikuti oleh Ciko. Sebuah mobil mewah berwarna hitam sudah terparkir di sana menunggu kedatangan Vano.


"Silahkan masuk tuan muda Vano " ujar sopir tersebut. Vano duduk dikursi belakang dan Ciko duduk dikursi depan mobil.


"Maaf tuan ,kita ke perusahaan dulu atau langsung kehotel" tanya Ciko.


"Langsung kehotel ,saya sangat lelah dan atur jadwal saya besok" ujar Vano yang langsung diangguki Ciko.


Mobil yang dinaiki Vano telah sampai di hotel xxxx bintang lima. Sebelumnya Vano sudah memesan dua kamar untuknya dan Ciko.


Vano masuk kekamar hotel dan langsung menghempaskan tubuhnya. lelah? tentu sangat lelah , apalagi duduk dikursi pesawat dengan waktu yang lama membuat pinggang agak sakit. Vano mulai bangun dari kasur dan melepaskan seluruh pakaiannya dan menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya. sekitar 15 menit dia sudah selesai dengan ritual mandinya. Pria itu hanya memakai kimono dan berjalan kearah meja, mengambil ponselnya.

__ADS_1


Drrrt Drrrrt


Suara dering ponsel membangunkan Syilla dari tidur nyamannya. Syilla mengucek matanya pelan sambil mengumpat karna kesal . Siapa orang yang menelponnya di pagi buta seperti ini?.


"Hallo siapa ya? " tanya Syilla dengan suara serak.


Vano tersenyum mendengar suara orang yang dia rindukan.Syilla yang tidak mendapat jawaban ingin mematikan sambungan telpon tersebut.


"Kalau gak jawab, aku matiin" ujar Syilla.


"Beneran mau matiin" ujar Vano. Membuat Syilla kaget dan langsung melihat nama penelpon.


"Mas,aku kira orang iseng yang nelpon aku" ujar Syilla.


"Ngantuk ya ? " tanya Vano sekedar mencairkan suasana.


"Iya, tadi susah banget tidurnya karna gak biasa tidur sendiri " ujar Syilla sambil menguap menahan kantuk nya.


"Sabar ya, saya usahain dalam waktu tiga hari pulang" ujar Vano.


"Beneran ya mas, jangan bohong tapi aku mau nanya? Kok mas nelponnya jam segini sih? " tanya Syilla.


"Kalau disini masih sore, karna waktu disini sama waktu disana beda " balas Vano .


"Sekarang tidur, jangan lupa jaga kesehatan, kalau kenapa-napa cepat kabari ya" ujar Vano.


"Iya mas. Mas Vano juga jaga kesehatan terus jangan telat makan juga ya, I love you mas Vano" ujar Syilla sambil tersenyum malu -malu.


"I love you to sayang" balas Vano dan hingga sambungan telpon dimatikan.


Visual Devan Ardiansyah



Bersambung...


***Hallo untuk pembaca yang sudah setia membaca cerita novel ku. Aku ucapkan terima kasih. Dan juga aku ingin memberitahu bahwa aku update setiap dua hari sekali ya.

__ADS_1


Terimakasih 💫***


__ADS_2