
Syilla menatap jerih payahnya menyusun baju bayi di lemari khusus yang sudah di buatkan Vano khusus.
Sebuah tangan kekar memeluk Syilla dari belakang, membuat wanita itu berbalik dan mengalungkan tangannya di leher Vano.
"Sudah aku bilang istirahat, kamu malah nyusun baju, nakal gak nurut sama suami " ujar Vano, mencubit hidung istrinya.
"Lepas, hidung aku nanti tambah pesek " gerutu Syilla mengusap hidung.
"Biarin"
"Makan dulu ya, aku udah siapin makanan khusus untuk kamu "
"Apa? " tanya Syilla penasaran.
"Rahasia, ayo kita kemeja makan " ajak Vano. merangkul tangannya di bahu Syilla. Istrinya ini sangat pendek hanya sebatas dada nya, tapi yang Vano paling suka dari tubuh kecil dan mungil istrinya yaitu sangat nyaman untuk di peluk dan bisa mencium keningnya. Dan saat Vano tidur memeluk Syilla maka tubuh istrinya tak terlihat karna dalam pelukannya.
"Berat, turun tangannya " gerutu, Syilla menurunkan tangan Vano.
"Coba kamu rangkul bahu aku " ejek Vano, seakan pura-pura tidak tau bahwa Syilla tidak sampai merangkulnya.
"Kamu ngejek aku ya, aku kan tubuhnya pendek mana bisa rangkul kamu. Aku yang kependekan atau kamu yang ketinggian ?" ujar Syilla.
"Kamu yang pendek tapi ,aku suka " ujar Vano.
"Kalau jalan sama kamu, berasa bawa jalan anak hahahaha..... " tawa Vano pecah. Wajah Syilla memerah karna menahan marah.
"Aku jalan sama kamu berasa, jadi sugar baby om-om hahahaha.... " balas balik Syilla.
"Mulutnya nakal ya, sini aku cium" Vano mengejar Syilla, tentu Vano dengan mudah menangkap istrinya karna Syilla tidak bisa berlari karna hamil.
Vano menyuapi Syilla dan sebalik wanita ini juga menyuapi suaminya. Mereka makan disatu piring yang sama, kata Vano supaya romantis. ada-ada saja Vano ini.
"Mas, aku mau nambah lagi ,makannya" pinta Syilla dengan mulut penuh. Dengan senang hari Vano menambahnya .
Syilla makan dengan lahap hingga Vano tak kebagian.
__ADS_1
Pletakk
Wanita itu memukul tangan Vano, saat akan mengambil tempe di piringnya.
"Ini punya aku, itu masih banyak dimeja tempe gorengnya " gerutu Syilla.
"Aku gak mau, lebih suka tempe bekas gigitan kamu " ujar Vano mengedipkan matanya genit.
Syilla mengerjapkan matanya, sejak kapan Vano jadi genit seperti ini.
"Aaaa!! Tempe aku " teriak Syilla ketika Vano berhasil mengambil tempe nya dan melahapnya semua.
"Hiks.... tempe aku hiks.... " tangis Syilla dengan air mata yang membasahi pipi chubby nya.
"Eh! Kenapa nangis? Aku cuma ngambil tempe kamu " ujar Vano panik.
"Cup cup cup cini aku peyuk " ujar Vano merentang kedua tangan nya.
"Gak mau! Kamu jelek " cibir Syilla, membuat Vano melotot mendengarnya dia yang setampan dan segagah ini di bilang jelek. Seperti ada masalah dengan mata istrinya.
"Kamu pikir aku buta, itu empat! " jawab Syilla emosi.
"Syukur kamu bisa lihat, tapi kenapa kamu bilang aku jelek? " tanya Vano.
"Memang kenapa? Kamu memang jelek " ejek Syilla.
"Kamu ini ya, mentang -mentang udah pakai aku, aku di bilang jelek " ujar Vano mendramatis
"ish , kebalik " jawab Syilla mendelik debal.
*****"
Syilla mengenggam tangan Vano erat, menyalurkan rasa sakitnya.
"Ayo, sayang kamu pasti " ujar Vano memberi semangat.
"Ayo bu, sedikit lagi" ujar seorang dokter.
__ADS_1
"Aaarrg!! " Syilla mengejan dengan kuat. Peluh membasahi wajahnya, rasa sakit menjalar diseluruh tubuhnya, tulang seakan patah semua.
"Sakit mas, hikss... " tangis Syilla pecah.
"Ayo kamu pasti bisa, anak kita sebentar keluar "
Vano mengusap peluh dikepala Syilla. Tak henti-hentinya pria itu membaca kan ayat suci Al-Quran.
"Arrrggghhh" Syilla mengejan dengan kuat.
Hoek hoek
Tangis bayi kecil ketika sudah berhasil Syilla lahirkan. Bayi perempuan yang masih penuh darah ditubuhnya. Tubuh Syilla melemah setelah melahirkan bayi nya.Vano mencium kening Syilla berkali-kali.
"Bayi kita sudah lahir, sayang" ujar Vano.Syilla hanya mengangguk lemah, tenaga sudah habis saat melahirkan.
Seorang suster memberikan bayi perempuan yang sudah di bersihkan pada Vano.
Bayi itu menjulurkan lidahnya dan matanya yang terbuka. Membuat bayi ini sangat menggemaskan. Matanya mirip dengan dirinya dan wajahnya mirip Syilla. Vano mencium bayi yang masih memerah tersebut.
"Mas, azanin dulu " ujar Syilla. Vano mengangguk dan mendekat ke telinga bayinya. Pria itu mengazankan putrinya dengan lantang. Bayi tersebut diam mendengarkan azanan Vano di telinganya.
"Mas, aku mau gendong" ujar Syilla merentang kan kedua tangannya.
Syilla tersenyum menatap bayi perempuan yang lucu dan juga mengemaskan. Seakan rasa sakit melahirkan tadi hilang menatap bayi yang dia lahirkan.
"Elvina Syakira Ardianata, bagus gak namanya? " tanya Syilla .
"Bagus sayang" ujar Vano yang memegangi pipi chubby putrinya, yang mengerjap lucu.
Riana dan Dimas sedang berada di Paris, dan akan segera pulang ke tanah air, setelah Vano mmenelpon dan mengatakan Syilla akan melahirkan . Vino tidak Vano ajak, dia dititipkan pada pelayan dirumah.
**Selamat untuk Syilla dan Vano.
Menuju akhir kisah cinta Vano dan Syilla yang akan segera end**.
__ADS_1