
Syilla menciumi wajah Syasya bukannya menangis bayi ini malah tertawa, merasakan pipinya di ciumi.
"Ululuh anak bunda ketawa, suka pipinya di cium ya nak" Syilla mencium kembali pipi gembul putrinya.
"Cantik banget sih anak bunda " ujar Syilla mencubit pipi putrinya.
"Cacaca caca" Syasya menyaut sambil tertawa , seakan tau bundanya memujinya.
Syilla tertawa melihat anaknya merespon perkataannya. Bayi itu menyentuh wajah Syilla yang dia dekatkan. Kakinya tak berhenti menendang-nendang di udara.
"yayayaya yayayaya"
"Cari ayah ya, ayah lagi kerja buat cari uang , supaya Syasya bisa beli mainan " ujar Syilla.
Bayi itu diam sambil mengemuti jarinya sendiri. Syilla menggenggam tangan mungil bayinya, dia tidak menyangka akan mendapat kebahagiaan seperti ini.Pernikahannya dengan Vano sudah berjalan 5 tahun , dan pasti disetiap rumah tangga ada badai yang menghantam untuk menguji seberapa kuat mereka dalam mempertahankan pernikahan mereka .
Rumah tangga akan awet bila kedua pasangan saling terbuka, saling percaya dan juga menjaga kesetiaan. Sebanyak apapun orang ketiga yang berusaha merusak rumah tangga mereka, tapi kedua pasangan menjaga kesetiaan maka di jamin pernikahan mereka akan terus bertahan, sampai maut yang memisahkan.
Vano masuk kedalam kamar dan mendapati istri dan putrinya ada disini. Pria itu langsung memeluk Syilla yang berada di ranjang dan mencium istrinya, tanpa sadar bayi itu hendak menangis.
Syasya menangis kencang seakan iri melihat ayahnya hanya mencium bundanya.
"Anak ayah nangis, pengen dicium juga ya, tapi ayah mau cium bunda aja " goda Vano pada putrinya, membuat Syasya semakin kencang menangis seakan mengerti ucapan Vano.
Bayi itu merentangkan tangannya minta di gendong pada Vano. Vano mencium putri kecilnya, Syasya yang awalnya menangis kini tertawa ketika Vano menciumnya.
"Yayayaya yayayaya" sambil menarik rambut Vano.
Syilla tersenyum bahagia melihat bagaimana Vano sangat menyayangi anak-anaknya.
"Kamu udah makan? " tanya Vano yang menggendong Syasya.
"Belum mas" jawab Syilla tersenyum manis.
__ADS_1
Sudah Vano duga, Syilla selalu menghabiskan waktunya dengan mengurus putri kecilnya hingga lupa makan.Apalagi Syasya menyusu dengan Syilla, dan harus banyak makan untuk mengisi tenaganya.
"Kan sudah aku bilang kita nyewa babysitter, supaya kamu gak kewalahan jagain Syasya" ujar Vano.
"Tapi aku mau merawat anak aku sendiri dan melihat tumbuh kembangnya, aku gak mau Syasya dijaga sama babysitter" tolak Syilla.
Vano hanya menghembuskan napas pelan, dengan keras kepala istrinya.
"Babysitter itu cuma jaga Syasya kalau kamu mau mandi, makan ,dan membantu mengurus keperluan putri kita,sayang" ujar Vano memberi pengertian.
"Iya , aku mau tapi cari yang udah tua, aku gak mau yang masih muda nanti kamu ke goda" ujar Syilla. Vano tertawa mendengarnya istrinya ini sangat pencemburu.
"Kenapa? Sekalian aku cuci mata, apa lagi babysitter sexy" goda Vano pada Syilla.
"Mas Vano jahat, kamu gak cinta lagi ya sama aku? Karna udah bosan ya, aku gak mau kamu nikah lagi hiks.... " Syilla tidak menahan tangisnya.
"Sayang, kenapa malah nangis aku bercanda " ujar Vano.
"Aww, Syasya sakit nak " Syasya memukul wajah Vano seakan marah dengan ayahnya yang membuat bundanya menangis.
"Tadi mas bilang mau cari babysitter yang sexy, itu apa namanya kalau kamu mau nikah lagi "ujar Syilla.
" Bercanda,kaya gitu aja nangis "ujar Vano.
" Mana ada istri yang gak nangis kalau suaminya mau nikah lagi "ujar Syilla dengan suara serak.
" Sudah jangan dibahas lagi "ujar Vano mengusap kepala istrinya.
********
Vano menyuapi Syilla makan, sambil istrinya memangku Syasya yang sibuk dengan mainannya.
" Ayo, buka mulutnya "Syilla membuka mulutnya menerima suapan dari Vano.
" Kamu harus banyak makan, tubuh kamu kurus kaya gitu, jangan sibuk ngurus Syasya tapi juga urus diri kamu "ujar Vano.
__ADS_1
" Iya "jawab Syilla singkat.
" Bunda Ino boleh gendong adek gak "ujar Vino, anak berumur lima tahun itu menatap gemas adiknya.
" Gak boleh nanti jatuh, nanti kalau adek kamu udah bisa jalan "ujar Vano.
Vino mencebikkan bibirnya, dia ingin sekali menggendong adek perempuannya.
" Adek Ino lucu kaya kucing "ujar Vino. Vano dan Syilla kaget mendengarnya.
" Heh! Adek kenapa disamain dengan kucing "tegur Vano.
" Tapi kan kucing lucu dan adek juga lucu "ujar Vino dengan polos.
" Tidak semua yang lucu harus disamakan dengan kucing "ujar Vano.
" Kalau gitu Ino minta maaf ayah "ujar Vino sambil menunduk.
" Iya jangan kaya gitu lagi "ujar Vano mengusap kepala putranya.
" Vino, sayang kamu sudah makan nak ? "tanya Syilla lembut.
" Udah, sama bibi "jawab Vino.
" Bunda Vino mau main dulu ya, sama kucing"ujar Vino yang berjalan menuju taman belakang.
"Sejak kapan Vino punya kucing ? " tanya Vano, dia merasa tidak pernah membelikan kucing.
"Mama yang beliin " jawab Syilla. Vano hanya ber"oh "saja.
Sudah berumah tangga lima tahun, perhatian Vano dengan Syilla tetap sama tidak pernah berubah.
**Yang minta aku untuk membuat season 2 nya .
Aku mikir dulu ya.
__ADS_1
Dan terimakasih sudah mau membaca cerita aku yang mungkin banyak typo dan ceritanya yang agak garing wkwkwk**.