
Vano terus menatap kearah Syilla yang sudah tertidur lelap, tangannya mengelus perut rata istrinya. Dia tidak menyangka akan memiliki anak kedua.Mata wanita itu perlahan terbuka dan yang pertama kali dia lihat wajah tampan suaminya.
"Mas, kamu belum tidur? " tanya Syilla dengan suara serak.
Vano aku ganti cara bicaranya biasanya pakai (Saya) di ganti menjadi (Aku) karna ada beberapa para pembaca kurang suka cara bicara Vano ketika menggunakan kata (Saya).
"Aku belum ngantuk sayang " balas Vano.
"Mas, besok kan harus kerja nanti bangunnya kesiangan lho" ujar Syilla. Vano hanya tersenyum.
"Itu perusahaan milikku mau aku kesiangan atau tidak masuk kerja, tidak masalah " ujar Vano.
Tangan Vano merambat naik keatas dada Syilla, tangannya membuka satu kancing baju istrinya. Syilla langsung menahan tangan Vano yang sudah membuka kancing baju pertamanya.
"Mas, mau apa ? " tanya Syilla. Vano menghela napas, apa istrinya ini tidak peka bahwa dia menginginkannya.
"Aku menginginkannya" bisik Vano ditelinga Syilla. wanita itu menggigit bibir bawahnya kelu, dia berfikir bila dia menolaknya Vano akan tetap memaksanya .Syilla mengangguk, mendapat lampu hijau pria itu mencium bibir istrinya dengan lembut. Dan malam ini mereka habiskan melakukan sunah rosul, karna setiap hari jumat Vano selalu meminta jatahnya walau di hari lain pun dia juga meminta.
*****
Syilla mengerjamkan matanya dan membuka matanya perlahan, dia menatap kearah Vano yang tertidur telentang dengan telanjang dada. wanita itu bangkit dari tempat tidurnya, menuju kamar mandi.
__ADS_1
Vano meraba tempat tidur sebelahnya namun kosong, pria itu perlahan membuka matanya.Vano bangun dari tempat tidurnya dia begitu panik melihat istrinya tidak ada .
"Sayang, sayang!! " panggil Vano.Pria ini seperti kehilangan induknya saja.
Tapi Vano merasa lega, ketika mendengar gemericik air dalam kamar mandi. Itu menandakan Syilla ada didalam. selang beberapa saat wanita itu keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk sebatas dada dan paha,rambut yang dibungkus dengan handuk.
Vano mendekat kearah istrinya.
"Kenapa gak bilang mau mandi, aku bisa nemenin kamu sayang " ujar Vano lembut namun terselip rasa khawatir.
"Mas, kamu kenapa sih ,aku cuma mandi bukan bertempur" sahut Syilla.Menghembus napas pelan. pria itu menangkup wajah istrinya.
"Sayang aku hanya takut kamu kepeleset, apalagi kamu hamil muda sayang. Dan hari ini kita kedokter kandungan yah " ujar Vano lembut.Syilla mengangguk .
"Iya istriku tercinta, istriku ini udah cantik dan rajin banget ngingetin sholat jadi pengen aku makan" celetuk Vano. Syilla langsung memukul lengan berotot suaminya.
"Mas, jangan bercanda, ayo mandi sebentar lagi waktu shubuh " ujar Syilla kesal.
"Iya sayang " ujar Vano berjalan kekamar mandi, tapi berbalik kearah Syilla dan mencium pipi istrinya singkat.
"Mas!! " teriak Syilla.
__ADS_1
"Supaya ada tenaga, jadi cium dulu " sahut Vano dan berlari kekamar mandi.
Syilla mencium tangan suaminya dan setelah itu Vano mencium kening istrinya.Pria itu mengusap perut Syilla sambil membaca sesuatu namun Syilla tidak bisa mendengarnya, dan meniupkannya ke perut Syilla.
"Sehat-sehat disana yah nak" ujar Vano.
"Sini duduk di pangkuan aku sayang " titah Vano. Syilla menurut dan duduk di pangkuan Vano.
Pria itu tersenyum dan mengusap lembut pipi istrinya.
"Mas, kenapa aku disuruh duduk di pangkuan kamu ?" tanya Syilla.
"Aku hanya ingin menikmati Ciptaannya, yang ada didepanku ini" ujar Vano. Membuat pipi Syilla memanas dan memeluk suaminya menyembunyikan kegugupan nya.
"Nikmat mana lagi yang bisa aku dustakan, sedangkan memiliki kamu nikmat yang paling besar " ujar Vano, entah belajar dari manakah pria tersebut, gombalan yang mampu membuat Syilla gugup dan salah tingkah.
"Mas gombal " celetuk Syilla yang masih memeluk suaminya.
"Ini bukan gombal, ini tulus dari hati aku dan memang kau berharga untukku " ujar Vano. Syilla tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya.
Inilah kisah sederhana Vano dan Syilla, menikah tanpa cinta da keterpaksaan, seiring berjalannya waktu cinta itu hadir dan membuat mereka berdua tidak bisa dipisahkan, saling membutuhkan satu sama lain.
__ADS_1
Terimakasih 😊