Menikah Karna Kesalah Pahaman

Menikah Karna Kesalah Pahaman
Sebuah penolakan


__ADS_3

"Sayang, bangun " Vano mengelus pipi Syilla lembut, membuat gadis itu hanya menggeliat dan kembali tidur sambil mencari kenyamanan dipelukan Vano.


"Ayo bangun atau kamu mau lagi hmm" goda Vano. Syilla langsung membuka matanya dan memandang tajam Vano, ini saja masih sakit dan pria ini ingin lagi .


"Iya ini juga mau bangun" ujar Syilla sambil memasang wajah cemberut nya, padahal dia masih mengantuk.


ππππππππππ


Mobil melaju dengan kecepatan rata-rata, Syilla bergelayut manja ditangan Vano.Pria itu tersenyum melihat tingkah manja istrinya.


"Apa masih sakit pipinya? " tanya Vano sambil mengusap pipi Syilla yang masih terlihat lebam.


"Iya, tapi udah mendingan sakitnya" jawab Syilla sambil memejamkan mata merasakan usapan lembut Vano di pipinya.


Ciko memperhatikan melalui kaca mobil, melihat kemesraan dua orang yang sedang kasmaran itu . Sambil menghela napas pelan menyaksikan kemesraan tuannya, dia hanya dianggap patung disini, ingin sekali dia mengumpat tuannya yang tak tau tempat untuk bermesraan. Entah kapan dia juga bisa seperti itu, umurnya yang sudah 27 tahun tapi dia masih belum menemukan yang cocok dengannya.


Mobil sudah sampai didepan mansion, Vano turun dari mobilnya sambil menggendong Syilla yang menyembunyikan wajahnya didada bidang Vano, dia malu dengan wajahnya yang seperti ini.


"Kenapa wajahnya disembunyikan hmm? " tanya Vano.


"Aku malu, pasti wajah aku jelek" balas Syilla sambil mengerucutkan bibirnya.


"Kamu tetap cantik dimata saya " ujar Vano, membuat Syilla tersenyum malu -malu dengan pipi yang memerah.


Vano membaringkan tubuh Syilla dikasur, pria itu berjalan kekamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa lengket.


"Aduh sakit pelan-pelan mas" ujar Syilla ketika Vano Mengumpres pipinya dengan air hangat.


"Ini juga udah pelan Syilla, tahan sedikit, kamu pegang bahu saya " ujar Vano.

__ADS_1


Gadis itu menurut dan memegang bahu Vano, saat suaminya Mengumpres pipinya dan sedikit menekan pipinya yang lebam , gadis itu meremas bahu Vano kuat membuat pria itu meringis.


"Sakit !Syilla jangan diremas kuat-kuat" jerit Vano.


"Hehehe, maaf mas" sahut Syilla sambil tertawa.


Tok tok tok


"Masuk " sahut Vano


Seorang pelayan masuk kekamar sambil menundukkan kepalanya.


"Maaf tuan ada yang ingin bertemu dengan anda" ujar pelayan tersebut.


"Baik, bilang tunggu sebentar" ujar Vano.


"Iya tuan, saya permisi" ujar pelayan tersebut dan keluar dari kamar.


"Iya mas" sahut Syilla.


Vano menuruni tangga dan menjadi dekat kearah wanita yang berdiri membelakanginya.


"Ada apa mencari saya? " tanya Vano. Wanita itu berbalik dan senyumnya mengembang pada Vano.


Tanpa aba-aba wanita itu langsung menerjang tubuh Vano dan memeluknya erat sambil memejamkan matanya menyalurkan kerinduannya.Vano diam tanpa ada niat membalas pelukannya atau melepaskannya.


"Mas Vano aku kangen" ujar wanita tersebut yang bernama Nilam.


"Ada apa kesini? " tanya Vano sambil memasang wajah datar.

__ADS_1


"Aku hanya kangen sama mas Vano , oh iya kenapa setelah kematian Kak Rania gak kerumah lagi"lirih Nilam.


" Saya sibuk , dan saya juga tidak ada hubungan apa-apa lagi"Sahut Vano.


"Tapi setidaknya kerumah mas? Apa mas Vano gak cinta lagi sama Almarhum kak Rania"lirih Nilam.


" Dia hanya masa lalu saya, dan tidak mungkin saya terus terjebak dengan masa lalu "jelas Vano.


"Oh gitu, tapi mas Vano masih mencintai kak Raniakan" ujar Nilam.


"Cukup Nilam, sekarang the poin saja, kamu mau apa kesini" ujar Vano yang sudah mulai jengah.


Nilam meraih tangan Vano dan memandang wajah pria itu sambil tersenyum manis.


"Aku gak tau harus mulai dari mana, tapi sejak awal kak Rania memperkenalkan mas sebagai kekasihnya, aku sudah mulai menaruh perasaan suka sama mas. Dan aku ingin menjadi wanita satu-satunya dihati kamu dan aku tau mas pasti belum bisa melupakan kak Raniakan, jadi aku ingin menggantikan posisi kak Rania dihati kamu mas" jelas Nilam sambil menatap mata Vano dengan senyuman yang terus mengembang.


"Segitu yakinnya kamu " ujar Vano dengan tersenyum miring.


"Sebelum kamu mengganti nama Rania dihati saya. Hati saya sudah milik Syilla dan dia istri dan juga gadis yang saya cintai" ujar Vano dengan santai namun dapat membuat Nilam terdiam membisu. Senyuman yang selalu terukir kini mulai menghilang menjadi raut kaget dan juga kecewa.


"Sekarang kamu boleh pergi, istri saya pasti akan kesini dan mungkin akan salah paham bila kamu terus disini" usir Vano dan pergi meninggalkan Nilam ,terlihat raut kesedihan dan juga kecewa diwajah Nilam. Dia rela pulang dari London hanya untuk menyatakan perasaannya tapi malah mendapatkan penolakan.


Nilam Aprilia adalah adik dari mendiang Rania yang merupakan kekasih Vano yang sudah lama meninggal akibat kecelakaan tiga tahun silam dan Nilam sudah sejak lama memendam perasaan suka pada Vano. Tapi sadar bahwa Vano adalah kekasih kakaknya membuat dia hanya bisa mencintai dalam diam. Tapi setelah kepergian Rania, Nilam berpikir mungkin ada kesempatan untuk dia memiliki Vano tapi malah dia harus menerima kekecewaan yang begitu dalam.


Bersambung...


***Maaf bila cerita yang aku buat gak jelas.


Karna aku masih penulis pemula.

__ADS_1


Terimakasih 😊***


__ADS_2