Menikah Karna Kesalah Pahaman

Menikah Karna Kesalah Pahaman
BAB 23


__ADS_3

Syilla terbangun dari tidurnya dan mematikan alarm ponsel yang terus berbunyi ,sengaja dia memasang alarm agar tidak telat bangun pagi. Vano masih terlelap dengan tidurnya terlihat wajah pria itu sangat lelah, ada rasa bersalah dihati Syilla kepada Vano karna keegoisan dan sifat kekanak-kanaknya dia tidak mau memaafkan Vano. Lama memandang wajah Vano, gadis itu hendak bangun dari tidurnya tapi sangat sulit baginya melepas tangan Vano yang melingkar di perutnya. Vano yang merasakan pergerakan disebelahnya mulai membuka matanya perlahan dan disuguhkan wajah cantik istrinya itu.


Vano menarik Syilla membuat gadis itu jatuh didada bidang Vano. rasa gugup dan juga jantung berdegup kencang tak karuan membuat Syilla salah tingkah apalagi wajah Vano yang sangat dekat yang hanya berjarak lima senti.


"Kamu mau menghindar lagi? " tanya Vano dengan suara serak khas bangun tidur,karna saat setelah mereka bertengkar waktu itu Syilla selalu menghindar darinya.


"Gak ! Aku gak menghindar dari mas " bantah Syilla.


"Kemaren kamu menghindar terus " timpal Vano membuat Syilla terdiam


"Itu kemaren aku marah sama mas " ujar Syilla.


"mas, tolong lepasin aku ! Aku mau mandi terus sholat " ujar Syilla.


"Saya lepasin tapi kamu mandinya sama saya" tawar Vano yang malah dapat jitakan dari Syilla.


"Enak aja, aku gak mau lebih baik mas lepasin aku cepat udah gak tahan " ujar Syilla .


"Gak tahan apa hmm? " tanya Vano.


"pipis mas, pipis" teriak Syilla yang mulai jengah dengan Vano.

__ADS_1


"Saya fikir kamu gak tahan untuk cepat produksi anak" ujar Vano.


Syilla yang mendengar itu membulatkan matanya bisa-bisanya suaminya ini berpikiran seperti itu.


Vano melepaskan Syilla dan menarik selimutnya untuk melanjutkan tidurnya.


"Mas kok malah tidur sih, bangun sholat subuh" ujar Syilla menarik selimut yang menutupi tubuh Vano.


"Sayang aku masih ngantuk " rengek Vano


"Mas kalau gak bangun gak aku kasih jatah" ancam Syilla membuat Vano yang tertidur langsung bangun dari tidurnya mendengar istrinya akan memberi jatah.


" Iya"ujar Syilla singkat.


Setelah selesai salam Syilla mencium tangan Vano dan sebaliknya Vano mencium kening Syilla lama dan memandang wajah istrinya itu.


Usai melipat sajadah dan mukena Vano menarik Syilla ke kasur dan langsung menyambir bibir Syilla ,menciumnya dengan kasar . Syilla kaget mendapat ciuman dari Vano dan memukul dada bidang pria itu.


"Mas apaan sih" ujar Syilla kesal.


"Bukannya kamu bilang kalau saya mau bangun dari tidur ,saya kamu kasih jatah" ujar Vano dan kembali mencium bibir Syilla dengan lembut dan beralih ke leher jenjang Syilla menciumnya dan menyesapnya dengan kuat hingga meninggalkan kissmark.

__ADS_1


"Mas udah " ujar Syilla.


"Saya tidak akan menghentikannya, saya sudah lama menahan hasrat saya untuk tidak menyentuh kamu! Sekarang saya tidak bisa menahannya lagi " ujar Vano dan bangkit dari tubuh Syilla, Vano melepas baju kaosnya tapi matanya tetap fokus ke Syilla. Syilla yang diperhatikan seperti itu menjadi malu apalagi melihat Vano telanjang dada memperlihatkan dada bidang dan perut six packnya. Vano mulai mencium bibir Syilla yang akan menjadi favorit nya itu. Syilla mulai hanyut dengan apa yang Vano lakukan padanya dan membalas ciuman Vano. Gadis itu pasrah bila memang dia harus menyerahkan mahkota yang sudah dia jaga selama ini.


Syilla menarik selimutnya untuk menutupi tubuh polos sambil membelakangi Vano. Gadis itu baru saja akan menutup matanya tapi tersentak ketika Vano memeluknya dan memberikan kecupan .


"Mas mau lagi? " tanya Syilla membuat Vano tersenyum.


"Hmm" dibalas deheman oleh Vano.


"Mas aku udah capek banget , ini juga masih perih" ujar Syilla membuat senyuman Vano memudar dan menghela napas padahal dia mau lagi dan lagi karna ini membuat dia ketagihan tapi melihat Syilla yang sudah lelah , Vano terpaksa meng iya kan.


Syilla sudah mandi membuat dia nampak segar tapi Vano masih nyenyak dengan tidurnya. Syilla melihat jarum jam menunjukkan 12 siang. Dari pagi sampai siang dia belum mengisi perut nya apa lagi tadi pagi tenaganya terkuras karna Vano.


"Mas bangun! Ayo makan udah siang " ajak Syilla.


"Kamu aja yang makan saya masih ngantuk "ujar Vano.


" Yaudah aku makan dulu, tapi mas harus bangun ya "ujar Syilla yang langsung di iya kan Vano.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2