
Vano berada diruang keluarga sambil bermain dengan Vino. Anaknya mengajak dirinya bermain Kuda-kudaan, tentu dia menuruti kalau tidak Vino akan mengamuk dan mengadu pada Syilla.
"Sudah ya nak, ayah capek " ujar Vano, hampir satu jam Vino menaiki dirinya seperti kuda. Vino cemberut mendengarnya,tapi masih duduk di punggung Vano.
"Tapi Ino masih mau main uda-udaan ,ayah.Kan baru sebentar" ujar Vino. Vano yang mendengar itu ingin mengumpat tapi anak sendiri. Vino kata baru sebentar padahal sudah satu jam , pinggang Vano sudah mau encok.
"Nanti kita main lagi, ayah istirahat dulu yah " bujuk Vano , dengan terpaksa Vino turun dari punggung Vano sambil menekuk kan wajahnya.
"Janji yah, kalau gitu Ino mau main sama kakek uda-udaannya" ujar Vino. Pergi meninggalkan Vano menuju taman belakang, karna setiap sore Dimas selalu berada disana .
Vano terkapar di lantai sambil memegangi pinggangnya. Baru saja menutup matanya sebentar Syilla datang mendekat kearahnya dan duduk di sebelah Vano.
"Mas, kamu kenapa ?kurang makan? " tanya Syilla asal.
"Anak kamu main Kuda-kudaan sama aku hampir satu jam, pinggang ku encok sayang " ujar Vano bangun dan bersandar dibahu Syilla.
"Vino juga anak kamu, wajar dia manja-manja sama kamu" ujar Syilla. Sambil mengusap kepala Vano.
"Mas, aku lagi kepengen sesuatu deh " ujar Syilla.
"Kamu mau apa sayang ? " tanya Vano yang masih bersandar dibahu Syilla.
"Aku lagi kepengen botakin kamu " ucap Syilla dengan enteng. Vano yang mendengarnya langsung kaget.
"Minta yang lain aja yah, nanti aku gak ganteng lagi kalau di botakin" ujar Vano, menatap kearah Syilla.
"Aku lagi kepengen , ini juga kemauan anak kamu, nanti kalau gak dituruti ileran lho" ujar Syilla.
"Mau yah, nanti aku kasih jatah " bujuk Syilla.
__ADS_1
"Gak mau, nanti aku diketawain karyawan kantor aku " ujar Vano.
"Ya udah, gausah deket-deket aku lagi, jangan tidur sama aku, dan jangan minta jatah lagi" ketus Syilla dan beranjak pergi meninggalkan Vano. Vano yang mendengar itu langsung mengejar Syilla yang masuk kamar.
"Sayang jangan kaya gitu, aku gak bisa tidur kalau gak meluk kamu, terus masa iya aku gak dapat jatah lagi " ujar Vano sambil mencium tangan Syilla.
"Kamu juga, istri lagi ngidam gak mau diturutin" ujar Syilla.Vano menghela napas tidak ibu sama anak bikin Vano pusing.
"Ya udah aku mau " ujar Vano mengalah.Syilla yang mendengar itu tersenyum senang .
"Beneran yah, tunggu dulu aku ambil gunting " ujar Syilla bergegas mengambil gunting di laci.
"Mas, duduk disini ,aku gunting dulu rambutnya" Syilla mulai me eksekusi rambut Vano, entah jadi apa bentuk wajah Vano bila rambutnya di botakin. Vano hanya bisa berdoa dalam hati agar hasil dari eksperimen Syilla tidak membuat dia mati muda .
Syilla mengusap keringatnya dan kembali memotong rambut Vano. Syilla menatap bangga dan puas dengan hasil karyanya.
Vano mengambil kaca dan syok melihat kepala nya botak plontos dan lebih Syok lagi Syilla melakukan sembarangan.
"Gimana gantengkan, pasti mas bangga punya istri pintar cukur rambut kaya aku " ujar Syilla membanggakan diri. Sedang Vano hanya diam tak percaya.
"Apa yang mau di banggakan, kamu aja sembarangan botakinnya " gumam Vano pelan
"Kenapa kamu botakin semua Syilla" lirih Vano.
"Lah kenapa? Kan memang aku pengen botakin, bukan potong rambut " ujar Syilla.
"Mas, turun yuk aku mau makan laper" ujar Syilla memegangi perutnya, tanpa merasa bersalah terhadap Vano.
"Kamu turun duluan, aku mau mandi dulu " ujar Vano.
__ADS_1
"Ya udah, aku turun dulu ya" ujar Syilla, keluar dari kamar.
******
Riana yang baru datang melihat ,tidak ada Vano hanya ada Syilla dan Vino yang duduk sedang makan.
"Syilla, mana Vano " tanya Riana.
"Disini mah " jawab Vano yang menuruni tangga. Riana berbalik menatap Vano dan menganga lebar melihat kepala Vano yang botak.
"Kamu kenapa botak, kaya tuyul hahaha... " ujar Riana sambil tertawa ngakak. Vano menatap mamanya kesal.
"Itu gara-gara Syilla dia bilang katanya lagi ngidam minta botakin kepala aku " ujar Vano menatap Syilla yang tersenyum kaku.
"Ayah napa botak, kaya upin -ipin" celetuk Vino.
Vano hanya menatap kesal ketika istri, anak, dan mamanya menista kan dirinya .Dimas datang sambil memegangi pinggangnya.
"Kamu kenapa pah? " tanya Riana.
"Vino main kuda-kudaan sama aku hampir dua jam " ujar Dimas. Dimas kaget melihat kebotakan Vano.
"Kamu kenapa botak? " tanya Dimas.
"Gara-gara Syilla " ujar Vano. Sedangkan Syilla tersenyum kaku, beda lagi dengan Riana yang terus menertawakan Vano
Bersambung....
Maaf bila bab yang ini agak gak jelas
__ADS_1