Menikah Karna Kesalah Pahaman

Menikah Karna Kesalah Pahaman
BAB 20


__ADS_3

**E**ughhh


Syilla mulai melenguh dan perlahan membuka matanya sambil mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya matahari yang menembus jendela kaca yang tertutup horden itu. Dia meraba kasur sebelahnya yang kosong. Syilla merasa heran Vano sudah tidak ada disebelahnya.


Vano sudah berangkat jam 05:45 pagi tadi karna ada urusan kantor yang mendadak .Dia tidak tega membangunkan Syilla jadi Vano langsung berangkat, dan hanya menyampaikan pada pelayannya bila Syilla mencarinya.


Syilla mulai bangkit dari kasur dan berjalan kearah kamar mandi sekedar membasuh wajahnya agar tampak lebih segar. Gadis itu turun ke lantai bawah mencari suaminya itu, dia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan namun tidak menemukan Vano .


Merta yang merupakan kepala pelayan dirumah itu mendekat kearah Syilla. Dia berpikir nona mudanya itu sedang mencari sesuatu.


"Apa nona sedang mencari sesuatu? " tanya m


Merta.


"Merta dimana Vano? "tanya balik Syilla kepada Merta yang seumuran dengan ibu mertuanya itu.


" Tuan sudah berangkat pagi-pagi kekantor, karna urusan mendadak nona"jawab Merta.


Syilla hanya ber oh saja dan berjalan kearah meja makan sambil mengambil dua roti tawar dan mengolesinya dengan coklat karna gadis ini penyuka coklat. Selesai dengan sarapannya Syilla bersiap -siap akan pergi. Dia sudah ada janji dengan sahabatnya itu. Siapa lagi kalau bukan Dinda. Syilla membuka lemari baju dan memilih memakai celana Jeans biru dipadukan dengan baju kotak -kotak lengan panjang berwarna merah terbuka dan daleman hitam dan juga mengikat rambut panjangnya itu.


Tidak lupa dia memberikan bedak tabur pada wajahnya dan liptin agar terlihat Fresh. Syilla memandang penampilannya di pantulan cermin yang menurutnya sudah oke.


Gadis itu menuruni tangga dan berjalan kearah pintu keluar mansion tapi langkahnya terhenti ketika Merta memanggilnya.


"Nona, nona muda!! " panggil Merta pada Syilla yang berbalik kearah Merta.


"Ada apa? " tanya Syilla yang menatap Merta.


"Maaf nona, tapi tuan muda Vano melarang nona untuk keluar" ujar Merta.


"Kenapa? Aku cuma sebentar dan aku akan pulang sebelum Vano sampai di mansion ini" jawab Syilla.


"Tapi nona.. " ucapan Merta terpotong


"Sudah tak perlu khawatir " ujar Syilla menepuk bahu Merta pelan dan berjalan keluar mencari Naryo sopir yang biasanya mengantarkannya.


Syilla sudah sampai cafe pelangi tempat dia janjian dengan sahabatnya Dinda. Gadis itu masuk kedalam cafe tersebut. Dinda melambaikan tangan kearah Syilla ,Dinda sudah lebih dulu sampai di cafe ini. Syilla yang melihat itu berjalan kearah Dinda dan mendudukan bokongnya di kursi kayu berwarna coklat itu.


"Syilla lo kemana aja sih gue kangen" pekik Dinda mulai bangkit dari tempat duduknya dan memeluk sahabatnya itu.


"Udah Din, gak usah peluk malu tau" ujar Syilla.


"Dorry, gue soalnya kangen banget sama lo" ujar Dinda dengan cengirannya dan mulai duduk kembali ke tempatnya.


"Eh btw kenapa lo berhenti kerja, jangan bilang lo berhenti kerja karna si ni5na tukang pamer itu ya" ujar Dinda.

__ADS_1


"Ih bukan itu kali, nah gue sebenarnya mau cerita sesuatu sama lo" ujar Syilla


"Apa, apa cepat beri tau jiwa kekepoan gue mulai meronta-ronta" ujar dinda yang menurut Syilla terkesan lebay.


"Lebay banget sih lo, kalau gini gak mau gue cerita" ujar Syilla dengan wajah merengut nya.


"Yaudah, terus lo mau cerita apa? " ujar Dinda.


"Gue sebenarnya udah nikah " ujar Syilla membuat Dinda terdiam sebentar.


"OMG, muka gilee lo nikah gak ngundang -ngundang gue, jahat lo" teriak Dinda membuat mereka menjadi perhatian para pengunjung cafe.


"Ssssssssttt, diam jangan teriak" ujar Syilla membuat Dinda hanya cengegesan.


"Maaf Syilla" ujar Dinda


"Jadi gue nikah itu dadakan tau" ujar Syilla.


Syilla pun mulai menceritakan awal dia bertemu Vano dan sampai menikah dengan pria itu.


"Wah, enak banget lo nikahnya sama Vano pengusaha muda itu, yang gue dengar dia itu orangnya ganteng banget tapi satu kekurangannya " Dinda menjeda ucapannya membuat Syilla penasaran.


"Apa kekurangan nya? " tanya Syilla yang tak mengetahui kekurangan Vano padahal tinggal satu atap.


"Dingin" ujar Dinda membuat Syilla yang awalnya penasaran menjadi menampilkan wajah datar bagaimana enggak kalau soal itu mah dia tau.


"Boleh duduk disini? "tanya Dion padahal gak usah bilang tinggal duduk aja.


" Iya boleh"ujar Syilla.


"Syilla lo kemana aja?Gue khawatir banget sama lo? " ujar Dion sedangkan Dinda sudah menghilang entah kemana, Syilla ingin sekali memaki si Dinda itu.


"Gue berhenti kerja Dion" jawab syilla


"Kenapa berhenti? " tanyanya lagi tapi entah pengapa Syilla menjadi merasa canggung kepada Dion padahal mereka akrab .


"A-aku udah nikah " ujar Syilla


*J*edaaar


Dion mematung mendengar ucapan yang keluar dari mulut gadis itu .Karna ucapan gadis itu mampu membuat hatinya bagai ditusuk pisau tepat sasaran yaitu hati, tubuh pria itu menegang dan mulai menggelengkan kepalanya tak percaya.


"Lo pasti bohong kan" tuding Dion yang berharap ucapan Syilla hanya candaan saja.


"Gue gak bohong " ujar Syilla.

__ADS_1


Dion meraih tangan kanan Syilla membuat gadis itu kaget dan menarik tangannya tapi Dion menggegam tangannya dengan erat. Padahal Dion ke sini ingin mengungkapkan perasaannya pada Syilla. Tapi dia harus mendengar pernyataan yang membuat dia begitu sakit di hatinya dan juga sesak.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengawasi mereka dan memotret mereka berdua tanpa disadari Syilla dan Dion.


Orang tersebut tersenyum smirk dan mengirim foto itu.


"Liat apa yang akan terjadi, pada kamu Syilla " gumamnya sambil tersenyum yang mungkin mengerikan bagi orang yang melihatnya.


"Syilla gue cinta sama lo " ujar Dion


Sedangkan syil6la menampilkan wajah kaget mendengar itu semua.


"Maaf Dion gue udah nikah, dan lebih baik lo cari perempuan yang lebih baik dari pada gue" ujar Syilla namun dibalas dengan gelengan oleh Dion.


"Gak semudah itu gue cari pengganti lo, dan lo harus ingat walaupun lo udah nikah gue tetap akan memperjuangkan lo Syilla dan merebut dari suami lo itu" peringat Dion.


"Dion lo gila, gue udah nikah dan gue gak cinta sama lo" tegas Syilla.


Sedangkan ditempat lain Vano melakukan rapat dengan karyawannya . Bunyi pesan masuk ke ponsel Vano. Awalnya pria itu tidak menghiraukan nya tapi karna pesan itu berulang kali masuk dia mengambil ponselnya dan membuka pesan yang dikirim oleh nomor asing itu.


Matanya memanas dan mengepalkan tangannya wajah vano mulai memerah menandakan pria itu sedang emosi . Vano langsung meninggalkan ruang rapat membuat para karyawan merasa heran karna Tiba-tiba saja bos nya meninggalkan tempat rapat sedang kan rapat belum selesai.


"CIKO!! " teriak v6ano


"iya tuan " ujar Ciko


"Cepat antar kan saya ke cafe pelangi, cepat" perintah Vano dengan meninggikan suaranya.


Vano pun sampai dicafe tempat alamat yang dikirim oleh nomor asing itu .Dan benar saja dia melihat dua orang yang sedang berpegangan tangan. Vano melangkah cepat dan berjalan kearah Syilla dan Dion.


Vano langsung menarik kerah baju Dion refleks membuat pria itu berdiri ditempat duduknya. sedangkan Syilla kaget melihat Vano yang tiba-tiba saja muncul.


BUGH


Vano meninju Dion membuat pria itu tersungkur ke lantai.Sedangkan di6on mulai berdiri dan membalas tinjuan Vano. Tapi vano dengan gesit menghindar dari pukulan Dion dan va6no meninju Dion lagi. Membuat Dion lagi-lagi tersungkur ke lantai dengan sudut bibir yang mengeluarkan cairan merah kental.


Syilla berteriak meminta Vano berhenti memukul Dion dan Ciko hanya menonton saja karna dia tau tuannya itu takkan mudah berhenti kecuali musuhnya sudah terkapar dan tak berdaya.


Vano terus memukul Dion tanpa memberi kesempatan pria itu untuk membalas . Dion sudah mulai tak berdaya dengan wajah yang sudah babak belur karna va6no. Syilla memeluk Vano dari belakang mungkin dengan memeluk suaminya ini akan berhenti dan benar saja Vano mulai berhenti memukul Dion seakan pelukan Syilla bisa meredam amarahnya. Vano berbalik dan membalas pelukan Syilla dan mencium kening istrinya itu.


"Saya tidak suka milik saya disentuh orang lain" bisik Vano ditelinga syilla6 yang membuat tubuh gadis itu menegang. Karna va6no bicara dengan nada dingin.


"Ingat jangan kau berani menyentuh atau bertemu dengan istri saya bila kau masih menyayangi nyawamu itu" peringat Vano dengan penuh penekanan.


di6on menatap va5no dengan raut wajah marah bercampur kebencian.

__ADS_1


Vano menarik pergelangan tangan Syilla keluar dari cafe tersebut. Sedangkan para pengunjung masih syok dengan kejadian tadi.


Bersambung...


__ADS_2