
Jam sudah menunjukkan pukul 11:00 malam namun Syilla belum juga tidur. Gadis itu sudah berusaha menutup matanya tapi nihil tetap saja dia tidak bisa tidur.
Karna bosan gadis itu keluar dari kamar menuju dapur untuk mengambil cemilannya tapi sebelum menuju lantai bawah dia melewati ruang kerja Vano yang bersebelahan dengan kamarnya. Yang dia tau dari pelayan bahwa Vano melarang siapa saja yang masuk ke ruang kerja pribadinya itu. Karna penasaran Syilla membuka dengan perlahan ganggang pintu dan sedikit membuka pintu itu untuk mengintip isi didalam ruangan tersebut. Yang dia lihat adalah ruangan yang luas dengan didominasi warna hitam dan abu-abu dan ada perpustakaan kecil didalam ruangan tersebut dan juga tertata rapi . Mata Syilla mengarah ke seorang pria yang tengah berkutat dengan pengerjaannya. Setelah makan malam Vano langsung ke ruang kerjanya dan sampai tengah malam Vano masih sibuk dengan pekerjaan kantornya.
Karna sudah puas melihat ruangan Vano, Syilla hendak menutup pintu tapi terhenti ketika mendengar suara bariton.
"Masuk" suruh Vano yang masih fokus ke layar laptop nya.
Tanpa ingin membantah Syilla masuk keruangan tersebut dan langsung mendaratkan bokongnya ke sofa .
"Ada apa? " tanya Vano yang masih fokus ke laptop nya.
"Enggak papa cuma penasaran aja sama ruangan om" jawab Syilla sambil menatap sekeliling ruangan itu.
"Kenapa tidak langsung masuk? " tanya Vano yang beralih menatap Syilla.
"Kata pelayan om ngelarang siapapun yang masuk keruangan om, jadi aku ngintip aja takutnya kalau aku masuk om marah" ujar Syilla yang menatap Vano.
"Saya memang melarang, tapi kalau buat kamu saya perbolehkan" ujar Vano sambil tersenyum lembut kearah Syilla.
Sudah setengah jam Syilla berada di ruangan Vano membuat gadis ini mulai bosan. Vano menyuruh Syilla untuk menunggunya dan Syilla menurut saja dengan perkataan Vano.
Suasana hening tidak ada yang membuka suara hanya terdengar dentikan jari Vano yang memainkan keyboardnya. Syilla menatap ruangan tersebut sampai matanya tertuju kearah bingkai foto yang terletak di meja kerja Vano. Terlihat dua orang pria dan wanita tertawa bahagia dan pria itu adalah Vano. Syilla merasakan sesak didadanya melihat foto tersebut dia berpikir itu adalah foto kekasih Vano dan mulai muncul pikiran-pikiran negatif terhadap Vano.
Yang ada dibenaknya kenapa Vano tetap mempertahankan pernikahan ini kalau dia mencintai wanita lain. Dan kenapa Vano perhatian kepadanya apa mungkin pria itu hanya ingin mempermainkan nya .
Vano sudah selesai dengan pekerjaan nya dan mulai menutup laptopnya saat dia melihat kearah Syilla, tatapan Syilla terlihat fokus ke sesuatu. vano pun mengikuti arah mata Syilla.
Ternyata gadisnya ini melihat kearah bingkai fotonya dengan seorang wanita. Pria itu tersenyum dia tau pasti Syilla berpikir itu kekasih dan memang itu kekasihnya . Tapi telah tiada dan dia mengganggap itu hanya masa lalu dan hatinya sekarang sudah diisi oleh Syilla.
"Dia kekasih saya tapi dia sudah tiada" ujar vano membuat gadis itu kaget dan juga kasihan kepada Vano.
"Maaf " ujar Syilla sambil tertunduk.
"Kenapa, kenapa minta maaf? " tanya Vano
__ADS_1
"Seharusnya aku tidak menikah dengan om, aku tau om belum bisa melupakan kekasih om itu" sahut Syilla.
"Itu hanya masa lalu dia juga sudah tenang disana " ujar Vano yang bangkit dari tempat duduknya dan berjalan kearah Syilla.
Vano berlutut dihadapan Syilla dan menggenggam tangan mungil gadis itu sambil matanya menatap manik indah milik Syilla.
"Dia masa lalu saya dan masa depan saya ada dihadapan saya" ujar Vano membuat Syilla sedikit kaget.
"M-maksud om apa ,ya? " tanya Syilla yang belum paham.
"I love you Syilla" ujar Vano membuat Syilla membulat kan matanya mendengar penuturan Vano.
"Saya mencintai kamu, entah sejak kapan tapi saya merasa nyaman ketika bersama kamu, saya juga marah ketika kamu meminta cerai dan dari situ saya sadar, saya mulai mencintai kamu" jelas Vano sambil mengecup kedua tangan Syilla.
"Apakah kamu mencintai saya Syilla" ujar Vano
"A-aku juga cinta om" ujar syilla
Membuat senyuman vano mengembang dan langsung memeluk Syilla erat.
Cup
Vano mencium bibir Syilla singkat membuat gadis ini terlihat malu-malu dan pipi yang memerah.
"Syilla sekarang kamu ubah nama panggilan kamu ke saya" pinta Vano
"Gimana ya" ujar syilla pura-pura sedang berpikir.
"Enggak" ujar Syilla sambil menggelengkan kepalanya.
Vano langsung menggeritiki perut Syilla membuat gadis itu tertawa karna ulah Vano.
"hahahaha, om udah cukup" pinta Syilla
"Gimana diganti gak" ujar Vano
__ADS_1
"Iya " ujar Syilla
"Apa, kamu manggil saya apa? " tanya Vano
"Mas, gimana" ujar syilla
"Oke, tidak terlalu buruk " ujar Vano
Pria itu mulai mendekat kan wajahnya kearah Syilla. Membuat gadis ini bisa merasakan hambusan napas Vano yang berhembus ke wajahnya dengan aroma mint. Sedangkan Syilla menutup matanya hingga dia bisa merasakan benda lembab itu menyentuh bibirnya. Vano mencium Syilla dengan lembut tapi ciuman tersebut semakin menuntut. Membuat gadis itu mendorong Vano. Membuat Vano menjauh darinya.
"Kenapa? " tanya Vano
"Om eh mas aku belum siap? " ujar Syilla
Vano hanya menghembuskan napasnya pelan dia ingin lebih dari ini tapi seakan Syilla mengetahui yang dia inginnya. Tapi dia juga tidak ingin memaksa Syilla melakukannya bila gadis ini belum siap.
"Ya sudah kalau begitu saya tunggu sampai kamu siap" ujar Vano mengecup kening Syilla dan menatap Syilla.
Syilla lega Vano bisa mengerti dan dia beruntung mendapatkan pria seperti ini walau sifatnya tak bisa tertebak.
"Makasih mas, sayang mas Vano banyak-banyak" ujar Syilla membuat Vano terkekeh melihat tingkah Syilla yang menurutnya masih seperti anak kecil, pria itu mengacak rambut Syilla sambil tersenyum.
"Kalau begitu ayo kita tidur, udah malam" ujar Vano menarik tangan Syilla dan menggiring nya kekamar.
"Sekarang tidur sudah malam " ujar Vano sambil menarik Syilla ke pelukannya dan Syilla hanya menurut saja.
Vano sudah kealam mimpinya sedangkan Syilla masih terjaga dan terus menatap wajah Vano.
*Y*a Allah hamba masih gak nyangka kalau mas Vano juga mencintai hamba, Terima kasih ya Allah udah memberikan kebahagiaan ke pada hamba batin Syilla
*B*ersambung...
***Hallo jangan lupa kasih like, vote dan komentarnya supaya author makin semangat buat ceritanya.
Dan terima kasih yang sudah baca dan yang memberikan like.
__ADS_1
Terimakasih😇***