Menikah Karna Kesalah Pahaman

Menikah Karna Kesalah Pahaman
Kebahagiaan


__ADS_3

Disinilah sekarang Vano dan Riana berada di ruang keluarga, Dimas menatap mereka berdua meminta penjelasan. Dimas yang merupakan papa dari Vano, baru pulang dari kantor tapi langsung mendengar keributan di lantai atas , siapa lagi kalau bukan istri dan anaknya.


"Sekarang jelaskan? kenapa mama sama Vano ribut? " tanya Dimas, sambil berjalan duduk disofa.


"Itu pah, anak kamu pulang -pulang bawa anak kecil, katanya anaknya dia" jelas Riana.


Dimas beralih menatap putra satu-satunya itu, Vano menundukkan kepalanya.


"Van, apa benar kata mama kamu? " tanya Dimas. Vano mendongakkan kepalanya menatap papanya dan mengangguk sebagai jawaban.


"Ibu dari anak itu siapa? " lanjutnya lagi.


"Syilla pah" jawab Vano singkat.


Dimas menghela napas, pria paruh baya itu bangkit dari tempat duduknya dan mengusap bahu Vano.


"Nak ingat Syilla sudah gak ada " ujar Dimas, yang dibalas gelengan oleh Vano


"Kalau papa gak percaya, aku suruh pelayan untuk panggil Syilla dan Vino anak aku" sahut Vano.


Vano menyuruh Dina pelayan dirumah tersebut untuk memanggil Syilla dan Vino. Tidak beberapa lama Syilla turun dari tangga sambil menggendong Vino . Riana dan Dimas menatap tak percaya, dia tak menyangka menantu mereka masih hidup. Riana mengubah raut keterkejutannya menjadi senyuman bahagia.


"Syilla!!! Mantu aku masih hidup! " teriak Riana dan berjalan kearah Syilla dan memeluknya erat.


Syilla mengerutkan dahinya bingung dia tidak mengenal dengan wanita yang tengah memeluknya ini. Riana melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Syilla sambil tersenyum bahagia dan beralih menatap Vino yang berada di gendongan Syilla.


"Sayang mama seneng kamu masih hidup" ujar Riana.

__ADS_1


"Maaf.Tante siapa ya? " tanya Syilla. Riana kaget mendengar Menantunya ini tidak mengenalnya. Wanita paruh baya itu menatap Vano meminta penjelasan, Pria itu paham dengan tatapan mamanya dan mulai menjelaskan.


"Syilla hilang ingatan mah, dan selama ini Devan sembunyiin Syilla dan Vino dari aku " ujar Vano. Riana menutup mulutnya dengan tangannya antara kaget dan tak percaya kalau Devan melakukan ini semua.


"Sayang, mama tau kamu gak ingat sama mama, papa ,dan Vano tapi kami akan berusaha supaya kamu bisa ingat lagi ya" ucap Riana sambil mengusap kepala Syilla lembut.


Syilla tersenyum, dia bingung harus menjawab apa tapi dia merasa nyaman dengan usapan lembut Riana.


******


"Utututut, ganteng banget sih cucu nenek " Riana sambil mencubit pipi gembul Vino.


"Ish, nenek jangan cubit-cubit cakit " Vino dengan wajah yang marah tapi malah makin lucu dan menggemaskan bagi mereka yang melihatnya.


"Van, ternyata kamu hebat juga buat anak" celetuk Riana. Dimas menggeleng pelan mendengar ucapan istrinya itu.


"Iya-iyalah, kan yang Vano tanam bibit unggul di rahim Syilla" sahut Vano dengar kata frontal.


Entah Syilla malu atau marah tapi dia merasa tidak suka Vano mengucapkan itu.Vano berjalan kearah Syilla yang tengah berdiri dan memeluk gadis itu dari belakang. Membuat gadis itu tersentak kaget.


"Lepasin, jangan kaya gini, aku masih belum percaya kamu suami aku " bisik Syilla pada Vano.


"Kamu perlu bukti apa hmm? Atau mau lihat buku nikah kita" sahut Vano.


Riana dan Dimas memperhatikan anak dan mantunya itu. Riana merasa senang melihat Vano bisa ceria lagi dan lebih senang lagi mereka sudah memiliki cucu.


"Vano, papa mau bicara sama kamu " ucap Dimas serius. Vano dengan terpaksa melepaskan pelukannya pada Syilla.

__ADS_1


"Ayo ikut papa ke ruang kerja" titah Dimas. Vano mengikutinya papanya menuju ke ruang kerja.


"Syilla sini nak,duduk dekat mama" suruh Riana.Dengan rragu-ragu Syilla duduk didekat Riana.


"Sayang maafin Vano yang gak bisa jaga kamu. Pasti gak mudah buat kamu mengandung dan merawat Vino sendirian" ucap Riana dengan tatapan sendu.


"Gak kok tan.. eh maksudnya mah, selama aku mengandung dan merawat Vino , mas Devan selalu bantu aku" sahut Syilla tersenyum ramah.


Riana menghembuskan napas pelan, dia hanya menyesali kenapa saat-saat Syilla mengandung cucunya dia tidak bersama mantunya. Riana menatap Vino yang tengah duduk di karpet berbulu sambil memainkan mobil mainannya.


"Syilla, Vano bilang kalau Devan yang sembunyiin kalian berdua dari kami, kamu tau alasannya kenapa dia melakukan itu? " tanya Riana .


"Aku gak tau mah " balas Syilla karna dia juga tidak tau motif Devan melakukan ini.


"Unda!Ino mau itu" pekik Vino menunjuk iklan televisi yang menayangkan es krim.


Syilla dan Riana menatap apa yang ditunjuk anak dan cucunya itu.


"Iya, biar nenek yang nanti beliin, kalau bisa satu pabrik " ujar Riana. Vino yang mendengar itu Berjingkrak-jingkrak dengan senang sambil tersenyum dan memeluk Riana.


"Makacih nenek! " ujar Vino. Sedangkan Riana tersenyum bahagia, dia tak menyangka akan mendapat kebahagiaan seperti ini.


Bersambung....


Maaf🙏 bila cerita yang aku buat kurang menarik


Dan terimakasih yang udah baca cerita yang aku buat 😊

__ADS_1


__ADS_2