
Syilla sudah memakai baju tidurnya, sebelum dia merebahkan badannya. Gadis itu memberi pembatas pada kasur itu dengan guling agar Vano tidak melanggar batas wilayah kasur yang sudah dia batasi. Pintu kamar mandi terbuka Vano melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang dililitkan di pinggangnya membuat Syilla bisa melihat tubuh pria itu yang begitu sempurna dengan perut kotak-kotak nya , sungguh pemandangan yang menggoda iman.
Syilla langsung memalingkan wajahnya sungguh dia masih malu melihat tubuh telanjang suaminya walau dia sering melihatnya.
Vano sudah memakai bajunya dan berjalan kearah kasur langsung merebahkan badannya dikasur dan memindahkan guling itu ke belakangnya. Syilla langsung menatap tajam yang ketika tau pria memindahkan guling itu.
"Om kok dipindahin sih? Itu buat batasan" ujar Syilla dengan wajah yang terlihat kesal.
Vano yang mendengar itu mengangkat satu alisnya yang tidak mengerti maksud dari perkataan Syilla.
"Batasan apa maksud kamu? " tanya Vano
"Ini batasan supaya om jangan dekat-dekat aku tidurnya" jelas Syilla.
"Jadii siniin gulingnya" pinta Syilla
Bukannya menyerah kan gulingnya Vano malah memeluk tubuh Syilla dan kaki panjangnya menindih kaki mungil gadis itu seperti guling membuat Syilla berteriak minta dilepaskan.
"Om lepasin! Ini berat tau " ujar Syilla mendorong tubuh Vano tapi tidak membuat pria itu melepaskan pelukan nya tapi makin mengeratkan nya.
"Om lepasin aku bilang " teriak Syilla yang sudah mulai kesal dengan kelakuan Vano.
Syilla menatap tajam kearah Vano tapi membuat dia sangat menggemaskan dihadapan pria itu. Saking gemasnya Vano tidak tahan lagi pria itu mencium pipi chubby Syilla membuat gadis itu membelalakan mata dan pipi yang memanas dengan perlakuan Vano padanya.
"Kenapa diam mau dicium lagi hmm" goda Vano sambil terkekeh melihat kearah Syilla.
__ADS_1
"E-enggak kok, lebih baik om lepasin aku atau" ucapan Syilla terpotong.
"Atau apa sayang" ujar Vano membuat Syilla membulatkan matanya mendengar panggilan sayang dari Vano.
"A-tau aku tendang om" ancam Syilla dengan meneguk ludahnya kasar, pasalnya Vano menatap Syilla intens membuat gadis itu gugup.
Kok om Vano makin tampan sih kalau dari deket. Ya Allah kenapa makhluk engkau yang satu ini sangat tampan membuat hamba tidak rela dia dipandagi wanita lain selain hamba batin syilla.
Lamunan Syilla buyar setelah Vano mengusap surai rambut Syilla. Membuat gadis ini tidak bisa menyembunyikan kegugupan nya.
"Sekarang tidur, sudah malam" seru Vano yang mulai menutup matanya sambil memeluk Syilla.
Sedangkan Syilla memandang wajah yang begitu tampan, entah dia harus bersyukur karna menikah dengan pria ini atau malah sebalik nya. Syilla memeluk pria yang berstatus sebagai suaminya itu. Vano yang merasakan syilla memeluk nya membuat bibir pria itu tersenyum tipis tapi dengan mata yang masih terpejam.
๐น๐น๐น๐น๐น
"Ayo bangun sholat subuh" ajak Vano yang mulai bangkit dan melangkahkan kaki kekamar mandi.
Syilla masih loading dengan sifat Vano yang bisa dikatakan sangat berubah dari pria dingin dan cuek tiba-tiba jadi perhatian padanya. Syilla berpikir apakah kepala Vano terbentur dan membuat pria ini sifatnya berubah menjadi 180 derajat.
Syilla pun langsung masuk kekamar mandi setelah Vano keluar. merekapun mulai melaksanakan sholat subuh berjamaah. Setelah selesai salam Syilla mencium tangan Vano dan pria itu mencium kening Syilla membuat dia menutup matanya merasakan benda lembab itu menyentuh keningnya.
Vano sudah rapi dengan pakaian kantor dan mulai turun ke lantai bawah menyusul istrinya. Syilla sudah duduk menunggu Vano tiba-tiba saja dia merasakan seseorang mencium pipinya dan dia adalah Vano.
"Selamat pagi sayang" ujar vano semangat yang mulai duduk dikursinya.
__ADS_1
"Om kepalanya kebentur dimana? Kok jadi aneh gini sih? " tanya Syilla yang masih tak percaya dengan perubahan Vano.
"Maksud kamu kebentur apa? " tanya balik Vano yang tak paham ucapan Syilla.
"Itu kok om jadi berubah kaya gini, biasanya juga dingin , cuek sama aku? " tutur Syilla
K**arna saya mulai mencintai kamu Syilla batin Vano.
"Saya tidak berubah mungkin perasaan kamu saja" ujar Vano
"Masa sih! " ujar Syilla yang ragu.
"Sekarang kamu layani suamimu ini ,saya sebentar lagi ada rapat" suruh Vano.
Syilla pun mengambil roti tawar dan mengoleskan nya dengan selai , kebiasaan Vano setiap pagi yang dia makan roti tawar dengan selai.
Vano yang sudah selesai dengan sarapannya mulai bangkit dari tempat duduknya. Sebelum pergi pria itu mencium kening Syilla dan pergi .
Syilla yang diperlakukan seperti itu mulai tersenyum sambil memegangi kening bekas ciuman Vano tadi. Wanita mana yang tak bahagia diperlakukan seperti itu pasti bahagialah.Karna wanita paling suka dicium dibagian kening, karna ciuman di kening merupakan ciuman tanpa nafsu tapi ketulusan itu menurut author๐ .
Syilla hanya berada dikamar sambil menonton film yang dia sukai dengan ditemani berbagai jenis cemilan. Vano menyuruh Syilla berhenti bekerja alasannya karna dia tidak ingin ketahuan istri seorang CEO bekerja sebagai cleaning service di hotel. Dan Vano juga yang mengurus pengunduran diri Syilla ditempat kerja itu.
Tenggorokan gadis itu mulai merasa kan haus , dia pun keluar dari kamar menuju dapur untuk mengambil air putih. Sebelum menuju dapur gadis itu melewati ruang tamu. Tapi langkahnya terhenti ketika melihat seorang wanita dengan make up tebal dengan baju terlihat seksi duduk disofa tamu tersebut. dia merasa familiar dengan wajah itu.
B**ersambung...
__ADS_1
***Hallo jangan lupa like, vote sama komentarnya agar author makin semangat buat ceritanya.
Terimakasih ๐***