
Syilla dan Vano baru tertidur setelah melakukan kegiatan ranjang. Mereka tidak memakai apapun tubuh polos mereka berdua hanya ditutupi selimut.Mereka tertidur saling berpelukan, dua jam mereka melakukan itu, membuat mereka berdua kelelahan.
Riana menaiki tangga karna dari tadi dia memanggil Vano dan Syilla, wanita paruh baya itu, langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Riana menganga melihat penampakan di depannya ,baju tergeletak di lantai sampai ****** ***** dan bra. Dia menatap kearah dua orang yang tengah tertidur pulas .
Syilla mengerjapkan matanya dan menatap kearah riana, bola mata Syilla membulat sempurna.
"Aaaaaa!!! " teriak Syilla, sambil menutupi tubuhnya dengan selimut sampai leher. Vano mendengar teriak Syilla kaget dan refleksi bangun dari tidurnya.
"Kenapa sayang? " tanya Vano.Syilla menunjuk kearah Riana yang menganga menatap mereka berdua. Vano menatap kearah yang di tunjuk Syilla.
"Aaaaa!!! Mama ngapain disini? " tanya Vano.
"Mama mau manggil kalian buat makan malam, tapi mama gak tau kalian habis ho ho hi hi, yaudah mama keluar dulu, silahkan di lanjut lagi " ujar Riana dengan cengengesan. Dan langsung cepat -cepat keluar dari kamar tersebut.
Syilla memukul lengan berotot Vano dengan kencang, membuat pria itu meringis.
"Sakit sayang, kenapa di pukul? " ujar Vano, mengusap bekas pukulan Syilla yang cukup sakit.
"Kenapa gak dikunci pintunya, aku malu tau sama mama " ujar Syilla kesal.
"Aku lupa, tadi kamu juga yang pancing aku duluan? " ujar Vano mencium bibir Syilla singkat.
*******
Riana turun dari tangga dengan wajah seperti melihat setan.
__ADS_1
"Kamu kenapa mah? " tanya Dimas.
"Gak papa kok pah , ayo kita makan dulu " ujar Riana.Wanita paruh baya itu duduk dibangku.
"Nenek unda mana Ino mau sama unda" ujar Vino.Riana menatap tersenyum kearah cucunya.
"Itu bunda lagi tidur, lagi kecapean habis olah raga "ujar Riana sambil terkekeh.
" Unda olah raga apa? "tanya Vino. Riana meneguk ludahnya kasar mendengar pertanyaan Vino.
" Bunga olah raga dikasur, lagi kayang "ujar
Riana asal.
" Mah, jangan kotori otak Vino "bisik Dimas.
"Unda!!!! " teriak Vino dan berlari kearah Syilla yang baru turun dari tangga.Anak itu memeluk pinggang Syilla erat. Vano baru turun dari tangga dan mendekat kearah Syilla dan Vino.
"Unda, kata nenek unda olah raga dikasur " ujar Vino. Syilla kaget dan juga salah tingkah, sedangkan Vano melotot kaget. Mereka berdua menatap kearah Riana yang hanya cengengesan tidak jelas.
"Unda, Ino mau gendong " Vino merentangkan kedua tangannya kearah Syilla.
"Vino,sini sama ayah gendongnya " ujar Vano.
"Gak mau, Ino mau sama unda " kekeh Vino.
__ADS_1
"Gak papa mas" ujar Syilla, menggendong Vino.Vano menatap kearah Syilla, dia hanya tidak tega melihat Syilla menggendong Vino dalam keadaan hamil.
"Ayo makan dulu" ajak Riana, Syilla dan Vano duduk di bangku meja makan.
"Syilla makan yang banyak yah , kasian kamu tenaganya habis gara-gara Vano " celetuk Riana.
Uhuk uhuk
Vano langsung tersedak mendengar ucapan mamanya.
"Mama apaan sih " ujar Vano kesal.
"Kenapa memang bener kok " ujar Riana tak mau kalah.Vano menatap kesal kearah Riana, bila dia membalas ucapan mamanya maka tidak akan pernah selesai, dan Vano memilih diam.
Vino duduk dipangkuan bundanya sambil memakan roti coklat kesukaannya. Syilla memakan -makanannya yang di ambil oleh Riana,yang lebih banyak sayur dan lauk karna menurut Riana baik untuk ibu hamil.
Wanita paruh baya itu pergi ke dapur dan kembali lagi kemeja makan membawa segelas susu ibu hamil rasa Vanila.
"Ini mama buatin susu, biar bayi dalam kandungan kamu sehat " ujar Riana, memberikan segelas susu itu ke Syilla.
"Makasih mah, maaf jadi repotin mama" ujar Syilla.
"Enggak kok sayang, mama gak merasa direpotin, kamu udah mama anggap kaya anak kandung mama sendiri "Riana sambil tersenyum kearah Syilla.
Vano yang menatap keakraban dua wanita yang berarti dalam hidupnya itu ikut tersenyum. Dimas juga ikut tersenyum, Riana dari dulu memang sangat baik pada semua orang dan tidak memandang orang itu dari kalangan atas atau bawah , beda dengan saudaranya Merlin yang selalu menilai seseorang dari kekayaan, yang merupakan ibu dari Devan.
__ADS_1
Bersambung....