Menikah Karna Kesalah Pahaman

Menikah Karna Kesalah Pahaman
Penistaan Vano


__ADS_3


Senyum adalah ibadah, jadi author kasih senyuman virtual yah gak bisa secara langsung 😂😂😂😂


Selamat pagi, siang, sore ataupun malam pagi pembaca. Mari kita mulai baca.


Vano menatap dirinya di cermin, biasanya dia akan menyisir rambutnya saat berangkat ke kantor , sekarang apa yang mau disisir kepalanya sudah botak gara-gara Syilla, dengan alasan ngidam. Dia baru tau bila ngidamnya Syilla bisa menjadi bencana baginya.


Vano berjalan ke lemari pakaian mencari topi hitam agar bisa menutupi aibnya atau kepala botaknya, sudah cukup keluarganya yang menistakannya, karyawan kantornya jangan.Karyawan kantornya bukannya segan padanya tapi malah tertawa melihat kepala botaknya.


Vano keluar dari kamar menuju meja makan dan semua sudah berkumpul, tinggal menunggu dirinya. Vano duduk di sebelah Syilla yang belum makan.


"Kenapa belum sarapan? " tanya Vano.


"Nunggu kamulah " ujar Syilla sambil tersenyum.


"Ayah botak! " panggil Vino tanpa rasa bersalah.


"Heh! Siapa yang ngajarin kamu manggil ayah kaya gitu " ujar Vano galak. Vino langsung berlari kepelukan Syilla menatap takut Vano.


"Unda, ayah botak marah " adunya.Sedangkan Syilla menahan tawanya.

__ADS_1


"Sudah mas jangan marah, kan memang kenyataannya kamu botak " timpal Syilla. Vano menahan kesal bukannya membela Syilla malah ikut-ikutan mengatainya botak.Vano disadarkan kenyataan bahwa dirinya botak.


"Sudah jangan marah sama Vino, namanya juga anak kecil, kamu harus sadar diri juga " ujar Riana . Vano yang mendengar itu menahan kesalnya, ingin sekali dia menghancurkan barang menyalurkan rasa kesalnya .


Vano mulai memakan sarapannya dengan cepat, setelah selesai dia berdiri dari bangku dan mencium bibir ranum Syilla singkat .


"Aku pergi dulu sayang " ujar Vano dan beralih mencium pipi gembul putranya, Vino.


"Ayah kerja dulu ya nak " ujar Vano.


"Iya, ayah botak " ujar Vino dengan tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya, sedangkan Vano mengusap dadanya sabar.


"Saya menggaji kalian untuk bekerja bukan lihatin saya" ujar Vano tegas. Para karyawan dengan cepat kembali bekerja. Vano kembali melangkah menuju ruangan nya. Vano duduk di kursi kebesarannya dan melepaskan topi yang melekat di kepalanya.


Pria itu mulai membuka laptop memeriksa


e-mail yang masuk.


Tokk tokk


"Masuk! " ujar Vano , tetap fokus ke laptopnya.Ciko masuk setelah mengetok pintu. Pria itu agak kaget melihat penampilan Vano yang botak.Ciko menahan tawanya, bila Vano melihat dia tertawa maka tamatlah riwayatnya.

__ADS_1


"Ada apa? " tanya Vano menatap Ciko.


"Begini,Ffffffmp" Ciko menutup mulutnya dia hampir tertawa.


"Begini pak ada rapat jam,ffffffmp.... hahahaha" Ciko sudah tidak bisa lagi menahan tawanya, pria itu tertawa keras hingga air matanya keluar.


"Kamu kenapa ketawa! " ujar Vano dengan nada marah.


"Bapak botak hahahaha.... " ujar Ciko sambil tertawa. Dengan cepat Vano menutup kepala nya dengan topi.


"Keluar dari ruangan saya!! " teriak Vano.


"Tapi pak sa.. " belum selesai dia berucap Vano lebih dulu memotongnya.


"Keluar, sebelum saya pecat!!! " teriak Vano, Ciko dengan cepat keluar dari ruangan Vano.


Vano melempar topi nya karna kesal.


Bersambung...


Maaf cerita garing

__ADS_1


__ADS_2