Menikah Karna Kesalah Pahaman

Menikah Karna Kesalah Pahaman
BAB 21


__ADS_3

",Om " panggil Syilla, yang malah dapat pelototan dari Vano.


"Kamu panggil apa tadi" ketus Vano pada Syilla.


Syilla tersadar karna memanggil Vano dengan panggilan om, pantas saja Vano langsung melotot.


"Maksudnya ,mas kok kamu pukul Dion sih, kan kasian" ujar Syilla.


"Oh, jadi kamu belain dia gitu " ketus Vano


"Bukan begitu, tapi kamu jangan keterlaluan kaya gitu kesian dia. Kan kamu itu udah dewasa, bisa diselesaikan dengan baik-baik" jelas Syilla dengan hati -hati agar Vano tidak tersinggung lagi.


"Saya tidak akan berlaku seperti itu bila dia tidak kurang ajar sama kamu.Dan kenapa kamu diam saja dia megang tangan kamu, seperti wanita murahan" ujar Vano yang tak sadar sudah menghina Syilla.


Syilla mengepalkan tangannya dan matanya mulai berair dia tidak Terima Vano menyamakannya dengan wanita murahan.


"Mas Vano kalau punya mulut itu dijaga, karna melihat Dion megang tangan aku mas langsung nganggep aku wanita murahan gitu" bentak Syilla tak Terima"Aku kecewa sama mas yang langsung menuduh aku tanpa mendengar penjelasan aku "lirih Syilla sambil menghapus air matanya.


Vano terdiam dia ter sadar telah menyakiti hati istrinya karna emosi dan kecemburuannya Vano tidak bisa mengendalikan dirinya.

__ADS_1


" CIKO"teriak Syilla


"berhentiin mobilnya " suruh Syilla


"Jangan " perintah Vano dan tentu Ciko lebih memilih mendengarkan Vano.


"Kenapa hah! Lebih baik aku turun dari pada disini aku cuma dianggap wanita murahan, puaskan sekarang kamu" ketus Syilla dengan napas yang turun naik.


Vano menarik tubuh Syilla dan memeluknya. Tentu Syilla memberontak minta dilepaskan dari dekapan Vano.


"Lepas, lepasin aku, aku wanita murahan kan kamu bilang jadi jangan peluk aku" ujar Syilla memukul dada bidang Vano. Tapi lama-lama Vano mulai merasakan ngilu didadanya karna pukulan Syilla yang terus menerus.


"Aku minta maaf" ujar Vano dengan wajah bersalah.


Sedangkan Syilla memalingkan wajahnya, sungguh perkataan Vano melukai hati dan perasaannya. Wanita mana yang tak sakit dikatakan seperti itu, apalagi yang mengatakan tersebut suami sendiri.


"Mas Vano tau dalam sebuah hubungan rumah tangga ,bukan hanya kesetiaan dan keterbukaan tapi kepercayaan.Kalau salah satu pasangan tidak percaya dengan pasangannya. Dipastikan rumah tangga itu akan hancur karna tidak saling percaya" jelas Syilla dengan wajah yang marah.


"Maaf, maaf kan aku, bukannya aku tidak percaya tapi aku tidak suka kamu disentuh pria lain selain aku" ujar Vano meraih tangan Syilla.

__ADS_1


Syilla hanya diam mendengarkan ucapan Vano, dan wajahnya di paling kan menghadap ke jendela mobil sambil menatap kearah jalan. Vano frustasi melihat Syilla yang hanya mengabaikannya apakah semarah itu Syilla kepadanya?.


Mobil berwarna hitam itu sudah sampai di mansion. Syilla lebih dulu keluar dan segera masuk dengan langkah cepat meninggal kan Vano yang menatap Syilla dengan perasaan sedih dan juga marah pada dirinya karna tidak bisa mengendalikan emosinya.


Vano memutar ganggang pintu dan sialnya Syilla mengunci dari dalam. Syilla kalau marah susah sekali untuk di baiki ,terpaksa Vano kekamar tamu . Setelah masuk kekamar van5o langsung membaringkan tubuhnya dikasur sambil menutup matanya bukan karena mengantuk tapi pusing memikirkan cara agar gadis itu memaafkankannya.


Vano mondar- mandir didepan pintu kamar Syilla. Menunggu gadis itu keluar dan beberapa menit Syilla keluar untuk makan malam tapi dengan menampilkan wajah datar pada Vano dan berlalu pergi dihadapan Vano tanpa berbicara apapun.


Vano langsung menyusul Syilla dan menggapai tangan gadis itu.


"Kenapa kamu diemin aku? Apa separah itu kesalahan aku sama kamu" ujar Vano


Sedangkan yang diajak bicara hanya diam tanpa berkata apapun. Vano tipe pria yang tidak sabar , pria itu mengambil pas bunga dan melemparkannya kelantai meluapkan emosinya, Syilla kaget melihat kelakuan Vano yang menurutnya seperti anak kecil.


"Mas apain sih? Kenapa pakai lempar pas bungan segala" ketus Syilla.


"Ini juga karna kamu, aku sudah meminta maaf tapi apa kamu tetap mengabaikanku" ujar Vano dengan wajah menahan marah. pria itu pergi meninggalkan Syilla kekamar. Sedangkan Syilla hanya diam melihat sosok Vano yang sudah mulai menghilang di pandangannya.


*B*ersambung...

__ADS_1


__ADS_2