
Syilla sekarang berada dikamar setelah mamah mertuanya itu menyuruh dia untuk istirahat. tapi rasa kantuk nya sudah hilang, membuat dia tidak bisa tidur lagi. karna tidak tau apa yang harus di lakukan dia mengambil ponselnya dan membuka aplikasi novel online ,dia memang suka membaca novel.
"Lebih baik gue baca novel aja" gumamnya pada dirinya
Syilla mulai membaca novelnya dan disaat itu pintu kamar terbuka menampilkan sosok Vano yang baru saja menyelesaikan pekerjaan kantor, di ruang kerjanya setelah dia menjemput Syilla dia langsung pergi ke ruang kerja .Vano berjalan kearah Syilla terlihat gadis itu tersenyum-senyum sendiri sambil melihat ponselnya .Syilla yang sedang asik membaca novel melihat vano yang ada didepannya.
"Kenapa belum tidur? " tanya Vano
"Aku belum ngantuk om" jawabnya sambil kembali membaca novelnya.
"Bisa tidak kamu tidak memanggil saya om? ,terserah kamu panggil apa tapi jangan om" ujar Vano
Syilla terdiam sambil mengetuk dagunya dengan jari telunjuknya dia berpikir panggilan apa yang cocok untuk pria ini.
"Bagaimana aku panggil paman " ujar Syilla
"Hah paman !apa kau tidak tau om dan paman sama saja " sahut Vano gregetan
"Dimana letak kesamaannya coba" ujar Syilla
Vano mengusap wajahnya kasar, apakah gadis ini bodoh atau pura-pura bodoh kenapa hal begitu saja dia tidak tau pikir Vano.
"Paman kenapa? " tanya syilla memandang vano heran
"Diam! jangan panggil saya paman" ujar Vano dengan nada kesal
"Aneh! tadi nyuruh jangan panggil om sekarang dipanggil paman marah apasih maunya?Om juga kenapa sih gak konsisten dalam ucapan"sahut Syilla dengan kesal.
" Bukan begitu tapi paman dan om itu sama saja cuma katanya aja beda"jelas Vano
"Masa sih! " ujar Syilla
Vano benar-benar gregetan dengan gadis didepannya ini. Pria itu melirik ke ponsel Syilla dan dengan cepat dia mengambil ponsel yang ada digenggaman Syilla .
"Om kembalikan ponselku" ujar Syilla sambil berusaha mengambil ponselnya di tangan Vano.
Vano memiliki tinggi badan 180 cm sedangkan tinggi syilla hanya sedada Vano membuat dia sangat susah mengambil ponselnya yang ada di tangan vano, apalagi pria itu mengangkat tangannya.
"Saya akan mengembalikan ponsel kamu tapi kamu panggil saya mas gimana" ujar Vano
"Aku geli manggil om dengan mas " ujar Syilla
__ADS_1
"Apa susahnya tinggal panggil mas" ujar Vano
"Tapi lidah ku sudah enak manggil om"ujar Syilla lagi.
" Kalau begitu ponsel kamu tidak saya kembalikan"ujar Vano yang berjalan kearah kasurnya.
Syilla langsung berjalan cepat kearah Vano dan berusaha merebut ponselnya. dan terjadilah aksi tarik menarik ponsel, tapi tarikan Vano lebih kuat membuat dia hampir jatuh. Tapi dengan sigap Vano menahan tubuh Syilla .
Saat akan terjatuh Syilla menutup matanya tapi dia tidak merasakan sakit ,saat dia membuka matanya perlahan dan tak sengaja matanya bertemu dengan mata elang Vano yang menatapnya.
Entah kenapa jantung Vano berpacu lebih cepat tak seperti biasanya ketika memandang manik mata syilla,dia bisa melihat wajah syilla lebih dekat apalagi dengan jarak sangat dekat. Perlahan matanya turun ke bibir tipis Syilla yang merah alami yang sangat ingin dia coba perlahan Vano mendekatkan wajahnya .Syilla yang masih terhipnotis dengan mata Vano mulai sadar . Dia sadar pria itu mulai mendekatkan wajahnya.
Syilla langsung menampar wajah Vano sontak pria itu mulai sadar dan menjatuhkan tubuh syilla.
"Aww sakit! kok dilepas sih? " ujar Syilla sambil memegangi bokongnya.
"Maaf saya gak sengaja " ujar Vano salah tingkah.
Tapi Vano mulai memasang wajah tenangnya seakan tidak terjadi apa-apa tapi jantungnya masih berdetak tidak karuan.
"Ini ponselmu " ujar Vano
Vano pun berjalan kearah kasurnya dan mulai merebahkan badannya dan mulai menutup matanya.
Syilla juga mulai mengantuk dia pun mulai merebahkan dirinya disofa.
ππππππ
Syilla bangun lebih awal karna dia tidak ingin bangun kesiangan lagi dan tidak ingin melewatkan sholat subuhnya .Terlihat jam menunjukkan 05:00 gadis itu pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Dan dia mulai melaksanakan sholatnya, selesai sholat tidak lupa dia mendoakan kedua orang tuanya .
Syilla melihat kearah Vano yang masih nyenyak dengan tidurnya, dia berniat membangunkan Vano untuk menyuruhnya melaksanakan sholat subuh.
"Om bangun! sholat subuh" ujar Syilla
Tapi yang dipanggil tidak bergerak atau bangun mendengar suara Syilla.
"OM BANGUN! SHOLAT SUBUH OM, BANGUN" teriak syilla tapi Vano masih nyenyak dengan tidurnya seakan tidak mendengar teriakan syilla.
"Kemaren bilang gue tidur kaya orang mati! lah dia apa kebo" gumam Syilla.
Terlintas ide usilnya dia mulai menyeringai, dia ambil gelas berisi air putih.
__ADS_1
"Kemaren dia nyiram gue pakai air sekarang giliran gue balas dendam! Karna cara terbaik menghilangkan dendam adalah membalaskannya. " ujar Syilla sambil tertawa jahat.
M****ohon maaf πjangan ditiru kelakuan buruk Syilla.
Tanpa aba -aba Syilla langsung menyiram wajah Vano, sontak Vano langsung bangun dan menatap tajam Syilla yang terlihat menahan tawa.
"Kenapa kau menyiram ku hah" ujar Vano yang sedikit meninggikan suaranya.
"Om tadi dibangunin gak bangun -bangun" sahut Syilla
"Tapi ini masih jam setengah enam" ujar Vano
"Iya aku tau! aku cuma nyuruh om untuk sholat subuh doang"jelas Syilla
Vano pun masuk kekamar mandi tanpa memeperdulikan Syilla .Setelah mengambil Wudhu Vano keluar dari kamar mandi dan mengambil sejadahnya, Vano mulai melaksanakan sholat subuh.
Syilla pun memilih keluar dia berjalan kearah dapur terlihat para pelayan tengah sibuk. Syilla berjalan kearah pelayan wanita paruh baya.
" Bi, aku boleh bantu masak gak? "tanya Syilla
" Nona muda gak usah bantu bibi"jawab bibi
"Kenapa sih, kan aku cuma bantu doang kok" ujar Syilla dengan wajah cemberutnya.
"Nanti tuan muda Vano marah kalau nona ikut membantu bibi" jelas bibi
"Yaudah aku kekamar aja" ujar Syilla
Syilla berjalan kearah kamar dan dia duduk disofa sambil menopang dagu.
Vano yang sedang memainkan ponselnya mendongak menatap Syilla.
"Kenapa? " tanya Vano
"Gak papa cuma bingung mau lakuin apa" jawab Syilla.
"Lebih baik kamu pijitin kaki saya " ujar Vano
"Gak! enak aja masa aku pijitin om sih" ujar Syilla
Syilla pun berjalan keluar dari kamar, sedangkan Vano hanya mengelengkan kepalanya melihat kelakuan Syilla.
__ADS_1
B**ersambung...