
Seorang wanita menyembunyikan tubuhnya dibawah selimut, dengan isakan kecil keluar dari bibirnya, air mata tak keluar lagi dari matanya karna saking banyanya dia mengeluarkan air mata karna menangis membuat air matanya mengering. Keadaannya tidak bisa dikatakan baik-baik saja.Wajah yang pucat , rambut yang acak-acakan dan tubuh yang kurus. Wajah cantiknya seakan memudar , yang terlihat hanya wajah yang sangat tirus,kelopak bawah mata yang hitam.
Nilam ,wanita itu sekarang mengurung dirinya dikamar, ingat waktu dia akan memberi obat perangsang pada Vano, tapi semua itu gagal karna Vano tau niat busuknya. Malah dia yang meminumnya dan Vano menyuruh anak buahnya untuk membawa dia pergi , tapi dia malah diperkosa oleh anak buah Vano karna keadaanya dibawah pengaruh obat perangsang waktu itu, membuat dia tidak sadar dengan apa yang mereka lakukan padanya. sekarang dia hancur, semua orang meninggalkannya, papa, Rania dan mama.
Nesa, mamanya tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Dia sudah menghubungi tapi ponselnya tidak aktif. Dia butuh mama nya, dia butuh sandaran, dia orang yang bisa membuat dia keluar dari keterpurukan ini.
"Mama, Nilam hancur mah hikss... Nilam butuh mama. Mama Nilam kangen , sekarang hidup Nilam hancur dan itu karna Syilla mah hikss" Nilam hanya bisa menangis dan bergumam sendiri . Dia begitu tidak berdaya, sekarang dia harus apa. Bila dia kerumah Vano, apa pria itu mau menerimanya. Orang yang dia kenal di kota ini hanya Vano, tante Riana dan om Dimas.
Nilam hendak bangun dari tempat tidurnya tapi dia meringis menahan nyeri di area bawahnya.
Wanita itu tetap berusaha bangun dari tempat tidurnya, dia berjalan tertatih -tatih.Nilam masuk kekamar mandi, dia memandangi wajahnya dicermin.Di pandanginya wajahnya yang kini terlihat mengerikan menurut dirinya.
"KENAPA AKU HARUS KAYA GINI!! KENAPA! KENAPA AKU SELALU GAGAL MENDAPATKAN APA YANG AKU INGINKAN!! KENAPA TUHAN GAK ADIL! AKU HANYA INGIN BAHAGIA AKU HANYA INGIN VANO JADI MILIKKU APA ITU SALAH! Aku hanya ingin bahagia tuhan"teriaknya dan diakhiri dengan suara kecil,,didepan cermin dia mengeluarkan semua isi hatinya , tubuh Nilam meluruh ke lantai .
" Aku benci hidup ini, kenapa takdirku seperti ini? Dan kenapa setelah aku menyingkirkan Syilla, aku tetap tidak bisa dapetin Vano hikss... kenapa? "Nilam menelungkupkan kepalanya dikedua kakinya.
******
__ADS_1
" Tolong lepaskan tante Vano, tante menyesal sudah membunuh Syilla "mohon Nesa sambil memegangi kaki kiri Vano yang berdiri dihadapannya.
" Cih, kau baru menyesal setelah melakukannya hah! "bentak Vano, mencengkram dagu Nesa kasar.
" Tante melakukan ini demi Nilam, apa kamu tidaks sadar Nilam sangat mencintai mu, tapi kenapa kamu memilih wanita kampungan itu"ucap Nesa yang malah membuat Vano semakin murka.
Plakk
Plakk
"Jaga ucapanmu! jangan pernah berani merendahkan istriku, wanita sialan"
Bukk
Pria itu menendang wajah Nesa, membuat wanita itu tersungkur ke lantai, darah segar keluar dari hidungnya, pandangannya mulai kabur.
"Cepat ambilkan pistol! " perintah Vano pada anak buahnya.
__ADS_1
Vano mengarahkan pistol itu ke kepala Nesa. Seluruh tubuh Nesa membeku dan bergetar ketakutan melihat Vano mengarahkan pistol dikepalanya.
"J-jangan Vano tante mohon " mohon Nesa.
"Tante mo-"
Dor
Belum Nesa menyelesaikan ucapannya, Vano sudah menembak wanita itu tepat di kepala nya. Lantai yang kini kering, sekarang dibasahi dengan cairan merah kental, bau amis menyeruak didalam ruangan tersebut .
"Selanjutnya, anakmu Nilam yang sebentar lagi akan menyusul mu " guman Vano menyeringai.
Bersambung...
***Terimakasih yang sudah membaca ceritaku dan tidak terasa sebentar lagi Menikah karna ke salah pahaman akan tamat.
Terimakasih sekali lagi . 😇***
__ADS_1