
Syilla duduk di ruang keluarga, sambil mengusap kepala Vino putranya yang merebahkan kepalanya di pahanya. Sambil meminum susu di dot nya dan menonton kartun di televisi.
"Unda, tadi nenek katanya mau beliin Ino mainan "ujar Vino mendongakkan kepalanya kearah Syilla.
" Memangnya Vino mau di belikan mainan apa sayang? "tanya Syilla, sambil terus mengusap kepala putranya. Vino bangun dari tidurannya dan duduk menghadap kearah Syilla.
" Katanya Ino boleh minta mainan apa aja, asal nanti bilang sama unda minta dede"ujar Vino dengan polosnya.
Syilla tersenyum kikuk , mendengar ucapan anaknya.
"Unda, Ino mau dede bayi, tadi nenek liatin foto dede bayi lucu banget mirip boneka, Ino juga mau unda" pinta Vino merengek. Syilla terlihat terpaku dan juga bingung harus menjawab apa.
"Iya, nanti kalau Vino udah umur tujuh tahun yah " ujar Syilla.Karna dia sepakat dengan Vano akan menambah anak ketika umur Vino sudah tujuh tahun.Vino mendengar itu menjadi cemberut.
"Umur Ino udah berapa tahun unda? " tanya Vino.
"Empat tahun" balas Syilla.Vino menghitung dengan jari mungilnya, karna Vino sudah pandai berhitung dan juga cepat tanggap dengan apa yang di ajar kan padanya.
"Yah, masih lama unda" ujar Vino mengerucutkan bibirnya.Melihat Vino yang cemberut Syilla mencium bibir putranya karna gemas.
"Nona Syilla" panggil Dina pelayan dirumah ini.
"Ada apa Din? " tanya Syilla.
"Di ruang tamu ada orang yang nyari nona, katanya sahabat nona" jelas Dina.
"Bilang, tunggu sebentar" ujar Syilla.
"Baik nona, saya permisi " ujar Dinda yang dibalas anggukan oleh Syilla.
"Tunggu sebentar, bunda mau ketemu orang dulu yah" ujar Syilla
"Unda, Ino mau ikut " ujar Vino sambil merentangkan tangannya minta di gendong.Syilla menggendong Vino dan dan berjalan menuju ruang tamu, dimana seseorang tengah menunggunya.
Seorang wanita duduk di sofa ruang tamu sambil matanya menatap ruangan yang begitu megah dan mewah.
"Buset dah, Syilla beruntung banget nikah sama Vano. Jadi pengen nikah juga sama anak tunggal kaya raya" gumamnya.
Syilla berjalan kearah wanita tersebut. Senyuman Syilla mengembang ketika tau siapa orang tersebut.
__ADS_1
"Dinda!! " panggil Syilla sedikit berteriak.
Dinda yang di panggil menoleh dia kaget dan senang ketika melihat Syilla, sahabatnya yang sudah lama tak berjumpa.Dinda berlari kearah Syilla tapi saat akan memeluk dia terhenti ketika melihat anak kecil dalam gendongan Syilla yang menatap datar dirinya.
"Anak siapa nih Syilla? " tanya dinda, sambil menatap gemas.
"Anak gue lah, masa iya anak tetangga" celetuk Syilla.
"Unda, tante jelek ini siapa? " tanya Vino yang terdengar oleh Dinda.Dinda yang mendengar itu cemberut.
"Ssssst, gak boleh ngomong gitu " bisik Syilla di telinga putranya.
"Anak lo lucu, tapi omongannya pedes bener" ujar Dinda.Syilla hanya tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Ini beneran anak lo? Tapi kok gua gak percaya, ini anak hidungnya mancung, lah elo pesek" celetuk Dinda.
Pletak
Syilla langsung menjitak kepala Dinda, sedangkan yang dijitak meringis memegangi bekas jitakkan Syilla yang cukup sakit.
"Lah elo, bilang hidung gue pesek" ujar Syilla kesal.
"Ya maaf, tapi jujur deh anak lo ganteng banget kayanya mirip bapaknya" ujar Dinda.
"Emang, cuma matanya yang mirip gue" sahut Syilla.
"Hahahaha... kasian banget lo, yang lahirin elo tapi mukanya nurun bapaknya, tapi untung mirip bapaknya, ganteng " ujar Dinda sambil tertawa receh.
"Untung masih kecil anak lo, kalau gede udah gue gebet" ujar Dinda dan langsung mendapat tatapan tajam dari Syilla.
"Bercanda, jangan marah " ujar Dinda sambil cengengesan.
"Syilla, duduk yuk capek berdiri terus" ujar Dinda. Mereka pun duduk di sofa.
"Dinda mau minum apa? " tanya Syilla.
"Terserah aja, tapi kalau bisa es sirup sama kue yah" ujar Dinda dengan tidak tau malu nya. Syilla memutar bola matanya malas dan memanggil pelayan untuk membuatkan minuman dan kue untuk Dinda.
"Ayah!! " teriak Vino. Membuat Syilla dan Dinda menoleh kearah orang yang di panggil Vino.
__ADS_1
Vino berlari kearah Devan yang sigap menangkap tubuh mungil Vino yang menerjang memeluknya.
Dinda menatap kearah Devan tanpa berkedip, melihat pria tampan dan gagah. Dan makin terpesona dengan senyuman Devan yang di berikan pada Vino.
"Ya Allah , itu manusia atau malaikat ganteng banget" batin Dinda sambil memegangi dadanya yang berdegup kencang.
Syilla menatap kearah Devan dengan tersenyum kaku, Devan menatap Syilla sekilas.
"Ayah Ino kangen ,kenapa gak kesini lagi? " tanya Vino.
"Maaf ya nak, ayah sibuk kerja, tapi ayah bawa sesuatu untuk jagoan ayah " Devan memberikan sebuah mainan mobil remot.Vino tersenyum senang mendapat hadiah dari ayah angkatnya.
"Wah, mainan. Makasih ayah Devan " sambil Vino memeluk mainannya.
"Ayah, ayo kita main mobilannya " ajak Devan menarik tangan pria tersebut.
"Udah ganteng, baik, kaya,dan kebapaan , tipe gue banget itu" batin Dinda menjerit.
Devan berjalan melewati Syilla dan Dinda,pria itu tersenyum manis kearah Syilla sebelum menaiki tangga.
"Syilla itu siapa? " tanya Dinda pada Syilla yang menatap kepergian Devan.
"Itu sepupunya Vano kenapa nanya-nanya? " tanya Syilla pada sahabatnya itu.
"Ish, kok lo gak bilang Vano punya sepupu ganteng kaya gitu, comblangin gue sama dia dong please" ujar Dinda sambil memohon pada Syilla.
"Gak kasian Devan, kalau dapet istri kaya lo" celetuk Syilla.
"Jahat banget lo sama sahabat sendiri, kalau gue nikah sama Devan kita bisa sepupuan Syilla kan seru jadinya, please tolongin gue deketin dia" ujar Dinda sambil memasang pupple eyes nya.
Syilla menghembuskan napas kasar.
"Iya gue bantu, tapi gue gak janji kalau Devan bakal suka sama lo " ujar Syilla.
Dinda yang mendengar itu berjingkrak-jingkrak kesenangan. Dinda tersenyum -senyum sendiri membayangkan bila dia menjadi istri Devan. Syilla yang melihat sahabatnya tersenyum sendiri seperti orang gila berngidik ngeri. Dinda mendadak jatuh cinta pada Devan.
**Aku update nya satu hari sekali ya
Terimakasih, telah membaca dan like ceritaku😇**.
Bersambung......
__ADS_1