
Semenjak pertengkaran seminggu yang lalu Vano bersifat acuh dan dingin pada Syilla. Dan Syilla pun sama , mereka seperti orang asing tidak menyapa, atau saling bicara. tidur pun berpisah Vano tidur dikamar tamu dan Syilla tidur dikamar biasanya. Karna hanya masalah Dion mereka jadi bertengkar.
Vano berada di meja makan sambil memakan sarapannya tapi matanya melihat Syilla yang turun dari tangga, mungkin dia ingin sarapan pikir Vano. Tapi langkah Syilla terhenti ketika melihat Vano duduk di meja makan tapi pria itu memperhatikannya. Syilla memilih kembali kekamar dia tidak ingin bertemu dengan Vano dan memilih menghindari pria itu.
Vano melihat syilla berbalik membuat pria itu mengepalkan tangannya, apakah sebenci itu Syilla padanya hingga memilih tidak jadi makan karna melihat dia berada disini. Vano bukan tipe pria yang penyabar dia mudah terpancing emosi jadi wajar dia begitu marah melihat Syilla mencoba menghindarinya. Vano memanggil pelayan dan menyuruh nya , mengantarkan makanan kekamar Syilla dia tau pasti gadis itu kelaparan. Walau dia juga marah kepada istrinya itu bukan berarti dia membiarkan Syilla kelaparan ataupun sakit.
Vano menghabiskan malamnya dengan memeriksa berkas karna dia tak bersemangat bekerja kekantor. Dan menyuruh asistennya membawa berkas yang akan ditandatangani ke rumahnya. Sudah seminggu dia tidak bisa tidur membuat kantung matanya terlihat hitam . Dia tidak bisa tidur bila tak memeluk Syilla dia begitu merindukan gadis itu ingin dia memeluknya.Vano turun kebawah mengambil sesuatu dan kembali naik keatas tapi langkahnya terhenti melihat pintu kamar Syilla sedikit terbuka, karna penasaran Vano membuka pintu kamar dan melihat sekeliling ruangan kamar yang nampak kosong tidak ada Syilla dikamar ini. Vano bergegas turun kebawah mencari pelayannya menanyakan beradaan Syilla.
"Apa kau tau dimana Syilla? " tanya Vano dengan wajah panik pada pelayannya.
"Itu tuan nona keluar, katanya pergi sebentar" balas pelayan tersebut sambil menunduk.
"shit " umpat Vano.
Vano lansung mengambil kunci mobilnya dia pergi menyusul Syilla , walau dia tidak tau Syilla kemana tapi dia takut dan khawatir gadis itu kenapa -napa apalagi ini sudah diatas jam 10 malam.
Seorang gadis berdiri di halte menunggu taxi, sudah sekitar 20 menit menunggu tapi tidak ada tanda ada taxi yang lewat mungkin karna sudah tengah malam. tidak ada pengendara yang lewat. tapi tiga orang pria dengan pakaian preman mendekat kearah Syilla.
"Bro ada maksa nih, cantik lagi " ujar salah satu dari mereka dengan tubuh gendut, hitam dan rambut yang di semir merah.
"Sikat aja, mumpung sepi barang bagus " ujar salah satu mereka.
Mereka medekati Syilla menatap gadis itu dari atas bawah dengan tersenyum mesum melihat Syilla.
Kok perasaan gue gak enak ya, sama ni orang batin Syilla.
Syilla merasa ada gelagat yang aneh pada tiga pria itu ,dia ingin pergi menjauh tapi tangannya lebih dulu ditarik salah satu preman tersebut.
__ADS_1
"Mau kemana cantik, disini aja sama kita-kita" ujar mereka sambil mencolek dagu syilla.
"Lepasin, TOLONG, TOLONG " teriak Syilla namun tidak ada orang disini hanya ada dia dan tiga preman tersebut.
"Percuma teriak gak akan ada yang nolong" ujar mereka.
"Kita apain nih" ujar salah satu mereka sambil menatap mesum kearah Syilla.
"Kaya biasa, apalagi bening banget nih cewek, ayo bawah dia" perintah salah satu mereka.
"Lepasin, jangan apa-apain aku, aku mohon hiks, tolong lepasin aku,kalian boleh ambil aja tapi lepasin aku." mohon Syilla dengan tangisan dan tubuh gemetar.
"Maaf sayang tapi kami mau nya kamu" sambil memegang pipi Syilla tapi gadis itu memalingkan wajahnya ada rasa jijik dengan sentuhan preman itu.
Saat mereka membawa paksa Syilla disaat itu Vano datang tepat waktu. Rahang Vano mengeras tangannya terkepal melihat Syilla diseret paksa oleh tiga orang preman tersebut.
Vano memukul salah satu preman tersebut. Membuat dua preman yang menyeret Syilla menyerang Vano tapi dengan mudah Vano mengalahkan mereka karna Vano pintar bela diri dan silat jadi itu sangat mudah bagi Vano mengalah tiga orang sekaligus.
preman tersebut kabur karna tak sanggup lagi melawan Vano dan memilih pergi. Sedangkan Syilla meringkuk memeluk lututnya dengan tubuh gemetar.
Vano menyentuh bahu Syilla membuat gadis itu berteriak karna yang dia pikir itu adalah preman.
"Syilla ini saya Vano" ujar Vano
Syilla yang mendengar suara Vano mendongak kan kepalanya dan langsung memeluk Vano dengan tubuh gemetar.
"Mas aku takut hiks " ujar Syilla sambil menangis sesegukan.
__ADS_1
"Udah jangan nangis saya disini" ujar Vano sambil menghapus air mata Syilla.
"Aku takut hiks t-tadi mereka hiks " ujar Syilla yang tak sanggup melanjutkan ucapannya.
"Ssssst, udah jangan dibahas lagi ayo pulang" ajak Vano .
"Mas aku gak kuat jalan, gendong" rengek Syilla
Vano pun menggendong Syilla ala bridel style
dan memaksukan Syilla ke mobil dengan hati-hati dia takut kepala Syilla terbentur atas mobil. Setelah itu Vano mulai menjalankan mobilnya ke mansion dan sekitar 20 menit mereka sudah sampai di mansion.
"Ayo turun Syilla" suruh Vano.
"Mas gendong " rengek Syilla sambil merentangkan tangannya.
Vano pun menggendong Syilla dan membawa gadis itu kekamar mereka. Syilla yang digendong mengalungkan tangan dileher Vano sambil menghirup aroma maskulin tubuh Vano. Dia sangat merindukan aroma ini tapi karna keegoisannya , dia harus tidur terpisah dengan Vano. Vano membaringkan tubuh Syilla dengan pelan tapi saat akan beranjak pergi Syilla menahan tangan Vano.
"Mas jangan tinggalin aku, aku gak bisa tidur kalau gak meluk mas" pinta Syilla dengan lirih.
ternyata bukan hanya Vano yang tidak bisa tidur tanpa Syilla. Ternyata Syilla juga sama, dan mereka sebenarnya membutuhkan satu sama lain. Vano pun membaringkan tubuhnya disamping Syilla menarik gadis itu ke pelukannya dan Syilla pun memeluk Vano sambil mencari kenyamanan dan mulai menutup matanya.
"Saya sangat mencintai kamu Syilla, apapun yang menyakiti kamu , juga akan menyakiti saya bahkan lebih sakit" gumam Vano sambil mencium kening Syilla lama dan mulai menutup matanya.
Bersambung...
**Terima kasih yang selalu baca cerita aku. Maaf jika ceritanya bosenin atau tulisannya banyak yang salah karna ini karya pertama aku.
__ADS_1
Terimakasih 😇**