
Vano menatap penampilannya di cermin yang sudah rapi dengan pakaian kantor. Hari ini ada pertemuan dengan pemimpin perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaannya , dan mengharuskan Vano untuk berangkat pagi.Sebelum berangkat pria itu mendekat keranjang dan duduk di tepi ranjang, menatap istrinya yang masih terlelap dengan tidurnya membuat sudut bibir Vano melengkung dan mengusap kepala Syilla lembut.
"Sayang, saya mau pergi kekantor dulu " ujar Vano sambil mengusap kepala Syilla lembut. Wanita itu menggeliat dan membuka matanya perlahan dan menatap suaminya yang juga menatap dengan tersenyum manis, nikmat mana lagi yang bisa Syilla dustakan. Sudah diberikan suami seperti Vano yang tampan, kaya dan penyayang.
"Mas, mau kerja? " tanya Syilla, sambil bangkit dari tidurnya dan bersandar di bahu ranjang.
"Iya, sekarang kamu mandi dulu gih, terus makan yang banyak , saya gak mau istri seorang Devano pemimpin di perusahaan Almaron's grub kurus " ujar Vano sambil terkekeh.
"Ish, mas lebay , aku gak kurus yah tapi langsing" bantah Syilla sambil memeluk lengan Vano.
"Kamu jangan diet, saya gak mau nanti kamu sakit" ujar Vano, karna pria itu memperhatikan istrinya akhir-akhir ini hanya makan satu kali dalam sehari dan sering memakan salat sayur.
"Aku cuma jaga berat tubuh aku supaya gak gendut, nanti kalau aku gendut mas nanti cari yang lain " ujar Syilla sambil mengerutkan bibirnya.
"Enggak sayang, saya mencintai kamu apa adanya, bukan ada apanya. Kalau saya mencintai kamu karna kamu cantik ataupun karna sexy itu berarti saya hanya mencintai kamu karna *****. Cinta itu suci dan cinta itu sebuah anugrah yang Allah berikan pada setiap hamba-Nya. Dan dalam mencari pasangan hidup itu bukan mencari yang sempurna tapi saling menyempurnakan kekurangan pasangannya masing-masing, paham sayang " ujar Vano sambil mencubit hidung istrinya gemas.
Syilla mengangguk, seperti anak kecil lima tahun yang dinasehati orang tuanya.
"Sayang, saya kebawah dulu mau sarapan " ujar Vano. Bangkit dari tempat duduknya diranjang.
"Iya, tapi maaf ya mas, aku gak bisa nemenin mas sarapan, soalnya aku mau mandi dulu " ujar Syilla sambil tersenyum.
"Iya gak papa, saya pergi dulu " ujar Vano, dan mencium kening istrinya singkat.
"Mas salim " ujar Syilla.Vano mengulurkan tangannya pada Syilla.
"Saya, pergi dulu ya sayang " ujar Vano. Pria itu keluar dari kamar menuju lantai bawah.
Vano menuruni tangga sambil mengancingkan lengan bajunya . Di meja makan sudah orang tua Vano yang menikmati sarapan paginya.Riana , mama Vano menatap kearah putranya yang menuruni tangga hanya sendiri tanpa ada Syilla.
"Van, Syilla mana? " tanya Riana pada Vano yang baru duduk.
"Syilla lagi mandi mah " jawab Vano sambil mengolesi roti tawar dengan selai.
"Mah, Vino mana? " tanya Vano yang tak melihat putranya.
__ADS_1
"Vino lagi di taman belakang, lagi di makanin sama pelayan" ujar Riana. Vano hanya ber "oh " saja.
Vano mulai memakan rotinya tapi saat akan memakan rotinya lagi, dia menatap heran kepada mama nya yang tersenyum-senyum kearah dirinya.
"Mama sehatkan ? " celetuk Vano khawatir.
Pletak
Riana memukul lengan Vano kencang, membuat pria itu meringis, karna kesakitan.
"Kamu pikir mama gila, gitu " ujar Riana memasang wajah sangarnya.
"Mah sudah, ini lagi dimeja makan jangan buat keributan pagi-pagi" Dimas menengahi perdebatan ibu dan anak ini.
"Bukan gitu, tapi anak kamu bilang mama gila " rengek nya.
"Bukan gitu mama, tapi Vano heran aja mama senyum-senyum kearah Vano. Dan wajar kalau Vano berpikir seperti itu" ujar Vano membela diri.
Riana yang awalnya ganas seperti singa betina, kini mengubah mimik mukanya kembali tersenyum.
"Gini, mama mau cucu lagi Vano" ujar Riana.
Vano yang sedang minum tersedak dengan ucapan mamanya. Riana bangkit dari tempat duduknya dan mengusap bahu putranya.
"Mama kan udah punya cucu ,itu Vino cucu mama" ujar Vano.
"Tapi, kemaren temen -temen mama bawah cucunya yang masih bayi lucu banget , mama mau juga tapi harus perempuan yah" ujar Riana dengan antusias.
"Mama pikir bikin anak kaya buat adonan.Dan mau perempuan atau pun laki-laki itu kehendak yang diatas " ujar Vano.
"Mah sudah, nanti dikasih Vano juga cucunya" timpal Dimas yang sedari tadi diam.
Vano menatap kedua orang tuanya jengah.
"Iya, pasti Vano kasih cucu buat mama, tapi kalau umur Vino sudah tujuh tahun. Kesian Syilla kalau hamil ngurus Vino, kan mama tau anak Vano manja banget sama Syilla" ujar Vano yang bangkit dari tempat duduknya.
__ADS_1
Riana mengangguk sambil mengerucutkan bibirnya.
"Mama mau dicium hmm" goda Dimas melihat istrinya yang cemberut .
Pletak
"Aww, sakit mah kenapa dipukul!" ujar Dimas. Mengusap pahanya.
"Sadar umur pah, udah tua juga. Gak usah gombal" ujar Riana.
******
Vano masuk keruangan rapat yang sudah di hadiri para pemimpin perusahaan yang ingin bekerja sama dengan perusahaan Vano. Perusahaan Almaron's grub bergerak di bidang teknologi dan juga komunikasi. Dan memiliki cabang dimana-mana.
"Maaf menunggu lama" ujar Vano.
"Tidak papa pak Vano " sahut Ferdi salah satu pemimpin perusahaan El gara.
Vano pun mulai melakukan rapat, membahas kerja sama diantara perusahaan mereka. Mungkin sekitar satu jam, rapat selesai dan kerja sama sudah disetujui Vano.
Vano hendak pergi tapi ditahan oleh Ferdi.
"Maaf Pak Vano, saya ingin bertanya? Apa pak Vano sudah menika?Kalau belum saya menawarkan anak gadis saya menjadi istri pak Vano.Putri saya sangat cantik, pintar dan juga dia seorang model. Saya jamin pak Vano langsung suka dengan putri saya yang bernama Erika" jelas Ferdi. Karna para karyawan dan para rekan bisnis Vano, hanya tau bahwa Vano masih lajang belum menikah.
"Terimakasih atas tawaran anda, tapi saya sudah menikah " tolak Vano. Ferdi langsung kaget mendengar penolakan dan ucapan Vano.
"Maaf Pak Vano, saya pikir anda belum menikah " ujar Ferdi merasa tidak enak.
"Iya tidak papa, kalau begitu saya permisi" ujar Vano.
******
Vano duduk di dikursi kebesarannya sambil menopang dagu. Dia kepikiran dengan ucapan Ferdi bukan tentang penawaran anak gadis pria itu. Tapi orang-orang belum tau dia sudah menikah dan mengira dirinya masih lajang.
Apa dis harus menggelar resepsi untuk mempublikasikan bahwa dirinya sudah menikah dan mengenalkan Syilla sebagai istri sah nya. Karna dulu dia menikah dengan Syilla karna kesalah pahaman dan juga dadakan.
__ADS_1
"Sepertinya saya harus mempublikasikan pernikahan saya dengan Syilla " gumam Vano.
Bersambung...