Menikah Karna Kesalah Pahaman

Menikah Karna Kesalah Pahaman
BAB 15


__ADS_3

Syilla sudah rapi dengan pakaian kerjanya sebelum berangkat dia memakai sedikit bedak diwajahnya dan juga mengoles sedikit liptin dibibir tipisnya. Terlihat natural namun tetap cantik, gadis ini membiarkan rambut panjangnya tergerai. Tapi sebuah tangan kekar yang berurat memeluk dia dari belakang membuat Syilla sedikit kaget dan dia tahu siapa pelakunya kalau bukan Vano.


Vano memeluk dia dari belakang dan meletakkan dagunya dibahu Syilla. Detak jantung gadis ini berpacu lebih cepat tak beraturan apalagi saat dia melihat dirinya di pantulan cermin dan saat itu juga Vano menatap Syilla di pantulan cermin yang sedang menatapnya .


Vano masih memakai baju tidurnya dengan rambut yang sedikit acak-acakan namun tetap terlihat tampan.


"Om lepasin ,aku mau kerja" ujar Syilla yang berusaha melepaskan pelukan Vano, karna tidak baik terlalu lama dengan posisi seperti ini karna tidak baik untuk jantungnya. Kalau Vano mendengar detak jantungnya bisa-bisa pria ini akan menggodanya.


"Hari ini kamu tidak usah bekerja, saya tidak ingin kamu bertemu dengan idiot itu" suruh Vano yang masih memeluk Syilla.


"Kenapa sih? Terserah aku dong, dan nama dia itu Dion bukan idiot" jawab Syilla dengan wajah kesal.


"Sama saja idiot ataupun Dion, Syilla saya ini suami kamu dosa kalau kamu gak nurut sama saya! Kamu mau masuk neraka hah" ujar vano ketus.


Mulai lagi ceramahnya? Membuat Syilla mulai jengah dengan Vano, bagaimana tidak kalau dia membantah pasti akan ngomong dosalah, masuk neraka lah , inilah dan banyak lagi ucapan pria ini .


"Om memang suami aku, yang bilang om Gorilla siapa? " ledek Syilla sambil terkekeh.


Tentu saja itu membuat Vano marah dengan sengaja vano menggigit telinga Syilla. membuat gadis itu menjerit kesakitan dan juga geli.


"Aww sakit om" ujar Syilla


"Biarin" ketus Vano


Dengan gerakkan cepat Vano mengangkat badan Syilla seperti karung beras dan membawa gadis itu keranjang. Tentu Syilla berteriak dan juga memukul-mukul punggung Vano.


"Om lepasin aku, lepasin" ujar Syilla sambil memukul badan Vano.


namun Vano hanya diam dan langsung menjatuhkan badan Syilla diranjang membuat gadis itu beringsut karna dia takut Vano akan macam -macam dengannya.

__ADS_1


"Kenapa hmm? " ujar Vano sambil merangkak menaiki ranjang.


"O-om mau ngapain? " ujar Syilla dengan wajah panik.


"Pasti kamu sedang berpikiran mesum ,ya"tebak Vano sambil tersenyum.


" Terus om ngapain bawa aku keranjang? "tanya Syilla.


" Saya hari ini tidak kerja, jadi tolong temani saya "ujar Vano sambil merebahkan badannya.


" Om sakit? "tanya Syilla


" Hmm"


Drrrrt drrrrt


Tiba-tiba ponsel Syilla yang berada disaku celana nya berbunyi saat dilihat tertera nama Dion dilayar ponsel tersebut. Vano yang melihat nama penelepon adalah Dion dengan cepat bangkit dari rebahan nya dan mengambil ponsel digenggamam Syilla dan langsung membanting ponsel tersebut hingga hancur.


"Saya tidak suka kamu berhubungan dengan Dion walaupun hanya berteman " ujar Vano meninggikan nada bicaranya dengan tatapan sangat tajam.


Awalnya Syilla yang tadinya marah membuat nyalinya menciut melihat sorot tajam mata Vano yang mengarah padanya dengan wajah yang menahan amarah. Vano paling benci ketika miliknya ingin diambil orang lain.


"MULAI SEKARANG KAMU JAUHI DION! SAYA TIDAK SUKA" teriak Vano yang bangkit dari ranjangnya. pria itu keluar dari kamar tanpa bicara apa-apa lagi.


Sedangkan Syilla masih diam dia mencerna ucapan Vano tadi yang melarangnya dekat dengan Dion .Sebelumnya Vano tidak suka ikut campur dalam permasalahannya dan dulu pria itu tidak peduli dia dekat dengan siapa saja .tapi sekarang pria ini sangat posesif dan sering marah kalau itu berhubungan dengan Dion. Syilla turun dari ranjangnya mengambil kepingin ponsel yang sudah hancur


Ada rasa kesal karna Vano membanting ponselnya yang di beli dari hasil menabung selama tiga bulan dan dengan mudahnya pria itu membanting ponselnya.


"Dasar om gila, ponsel gue dibanting dia pikir beli pakai daun apa" umpat Syilla pada Vano.

__ADS_1


sambil mengumpulkan kepingan ponselnya .


Tiba-tiba -tiba saja Vano memeluk Syilla dari belakang dan mengucapkan maaf. Aneh sekali tadi pria ini marah sekarang malah minta maaf fixs Vano memiliki sifat ganda pikir Syilla.


"Maafkan saya marahin kamu, saya hanya tidak suka kamu dekat dengan Dion" ujar Vano yang menenggelamkan kepalanya dileher Syilla.


"Iya aku maafin, tapi om harus gantiin ponsel aku" ujar Syilla.


"Iya nanti saya gantiin" ujar vano yang menangkup wajah syilla.


cup


Vano mencium bibir Syilla singkat , sedangkan Syilla mematung dengan jantung yang berdegup kencang.


"Syilla, Syilla " panggil Vano


"I-iya om ada apa" ujar Syilla salah tingkah.


"Temani saya, saya ingin istirahat " ujar Vano


Vano menggiring Syilla keranjang dan merebahkan badannya di kasur . Syilla ikut juga merebahkan badannya disebelah Vano. Vano menenggelamkan wajahnya dileher Syilla sambil tangan nya memainkan kancing baju gadis itu seperti anak kecil.Tapi pria itu membuka satu kancing baju Syilla sontak mendapat pukulan keras dari gadis itu.


"Syilla sakit, kenapa kamu mukul tangan saya? " ujar Vano sambil mengusap tangannya.


"Om juga tangannya nakal banget" ujar Syilla dengan wajah marah tapi malah membuat gadis ini menggemaskan menurut Vano.


Vano pun menarik syilla kedalam pelukannya dan mulai menutup matanya. Sedangkan Syilla mendongak menatap wajah Vano yang terlihat tenang ketika tertidur.


***Bersambung...

__ADS_1


Hallo maaf ya kalau ceritanya kurang seru atau bosenin.Dan jangan lupa komentar atau kritikannya ya agar author tau dimana letak kesalahan dalam penulisan.


Terimakasih 😇***


__ADS_2