
Syilla dari tadi mondar-mandir di depan ruang tamu, menunggu kedatangan suaminya, padahal Vano pulang setengah jam lagi. Tiba-tiba dia sangat merindukan suaminya dan ingin memeluk nya.Riana mendekat kearah Syilla yang tengah menatap ke pintu luar.
"Kamu kenapa nak? " tanya Riana.
"Aku lagi nunggu mas Vano mah " jawab Syilla.
"Tumben tungguin Vano , biasa nya enggak" ujar Riana.
"Syilla gak tau, tapi Syilla kangen banget sama mas Vano " ujar Syilla.
"Oh, mungkin karna bayi dalam kandungan kamu lagi kangen ayah mungkin" ujar Riana sambil terkekeh.
"Mungkin, kali mah " ujar Syilla.
"Dulu waktu mama ngandung Vano, mama ngidam pengen botakin kepala papanya Vano, lho" ujar Riana.Syilla yang mendengarnya jadi penasaran.
"Terus, papa mau mama botakin ? " tanya Syilla.
"Tentu mau lah , kan mama lagi ngidam , masa iya suami gak mau nurutin keinginan istrinya,apalagi permintaan cabang bayi" ujar Riana.Syilla hanya mengangguk-ngangguk.
"Kalau aku minta mas Vano botakin rambutnya, dia mau apa enggak yah" batin Syilla.
"Syilla! " panggil Riana.Syilla tersadar dari pemikirannya dan menatap kearah ibu mertunya.
"Iya mah, ada apa? " tanya Syilla.
__ADS_1
"Kamu kenapa ngelamun? Ada yang kamu pikirkan? " tanya Riana.
"Enggak kok mah " elak Syilla.
Mobil yang di tumpangi Vano masuk kehalaman mansion. Pria itu keluar dari mobil dengan langkah gontai, dia sangat lelah dan cape. Apalagi tadi malam dia tidak tidur karna harus mengeloni istrinya dan merasakan bubur kacang hijau. Syilla sangat manja padanya.
Mata Syilla berbinar melihat kedatangan suaminya. Dia berjalan kearah Vano dan memeluk suaminya erat sambil menghirup aroma tubuh Vano yang membuat dia tidak ingin lepas. Dia menunggu Vano hanya ingin menghirup aroma tubuh suaminya.
"Sayang lepas dulu, aku mau keatas " ujar Vano.
"Enggak mau " ujar Syilla, menciumi aroma tubuh Vano.
"Kamu ini ya Vano, kasian Syilla dia dari tadi tunggu kamu " ujar Riana.Vano menatap Syilla yang masih mencium aroma tubuhnya.
"Iya ,aku kangen sama kamu " ujar Syilla sambil tersenyum manis.
"Aku mau kekamar dulu, mau mandi" ujar Vano, karna dia merasa gerah.
"Gendong mas" ujar Syilla merentangkan kedua belah tangannya dan tidak lupa dengan senyuman manisnya.
Vano mengangkat tubuh Syilla seperti koala, wanita itu menyembunyikan wajahnya di leher Vano. Riana yang menatap itu tertawa pelan, ada-ada saja tingkah Syilla. Vano menaiki tangga dengan hati-hati karna dia takut jatuh apalagi dia menggendongnya istrinya.
Vano masuk kedalam kamar, dan meletakkan tubuh Syilla pelan.
"Aku mandi dulu yah " ujar Vano. Membuka kancing bajunya dan melepaskan kemeja dan celananya, sekarang Vano hanya memakai boxer, pria itu memasukkan pakaian kotornya di keranjang.
__ADS_1
walau sudah biasa melihat Vano seperti itu, tapi terkadang Syilla masih merasa malu melihat Vano hanya memakai boxer.Vano sudah selesai dengan acara mandinya dan sudah memakai baju kaos hitam dan celana sebatas lutut warna abu-abu.
"Kamu sudah makan? " tanya Vano, sambil menyisir rambutnya.
"Belum, aku nunggu kamu " ujar Syilla.
"Jangan kaya gitu sayang, kamu harus makan gak usah tunggu aku " ujar Vano tegas.
"Tapi aku mau di suapin sama kamu " ujar Syilla, sambil bergelayut manja di lengan suaminya.
"Manja " celetuk Vano.
"Kan aku manjanya sama kamu, memang kamu mau aku manjanya sama pria lain " ujar Syilla.Vano langsung memberi sorotan tajam pada Syilla, karna cemburu.
"Awas aja kamu manjanya sama pria lain , aku bunuh pria itu!! " ujar Vano dengan nada marah.
"Sadis " celetuk Syilla.
"Aku sadis saat seseorang berani menyentuh miliku" ujar Vano. Syilla hanya terkekeh, sangat mudah membuat Vano cemburu .
Syilla mendekatkan wajahnya kearah Vano dan menyatukan bibirnya dengan bibir suaminya. Vano sedikit kaget tapi mulai membalas ciuman istrinya. Pria itu mendorong pelan istrinya kekasur tanpa melepaskan ciumannya.
"Kamu yang mulai sayang " ujar Vano dengan senyuman mesumnya. Pria itu melepaskan bajunya dan mencium kembali Syilla dan beralih ke leher istrinya menyesap dengan kuat hingga muncul tanda kepemilikan Vano. Sore hari mereka habisnya dengan kegiatan ranjang.
Bersambung...
__ADS_1