Menikah Karna Kesalah Pahaman

Menikah Karna Kesalah Pahaman
BAB 24


__ADS_3

Syilla yang tengah asik menonton film favoritnya mulai risih dengan Vano yang selalu menatapnya lekat. Terkadang pria itu juga tersenyum sendiri ketika menatap Syilla, entah apa yang Vano pikirkan.


"Mas , kenapa sih natap aku terus? Aku risih digituin" ujar Syilla sambil merengut.


"Kamu makin cantik, sayang" sahut Vano yang masih tetap menatapnya.


Blussh


Pipi Syilla langsung memerah mendengar pujian Vano padanya. Gadis itu memalingkan wajahnya menyembunyikan pipi memerah nya.


"Kenapa hmm? pasti pipinya merah, ya" ledek Vano sambil terkekeh. Syilla langsung menyubit lengan berotot suaminya itu.


"Aww, sakit syilla" ujar Vano


"Biarin, siapa suruh ledek aku wlee" celetuk Syilla sambil menjulurkan lidahnya.


Syilla bangkit dari sofa hendak keluar dari kamar, tapi Vano langsung menarik tangan Syilla membuat dia jatuh dipangkuan Vano.


"Mau kemana hmm? " tanya Vano sambil mencium pipi Syilla.


"Mau keluar, gak betah aku ditatap terus" ujar Syilla sambil mendorong pipi Vano pelan.


"Saya punya hadiah untuk kamu,mau gak? " ujar Vano


Syilla yang mendengar akan mendapatkan hadiah dengan mata berbinar langsung mengangguk cepat. Vano menggelengkan kepalanya melihat perubahan Syilla yang marah sekarang jadi jinak seperti ini. Setelah mendengar akan diberi hadiah, kalau ada sesuatunya baru nurut.


"Tutup mata kamu " suruh Vano yang langsung dilakukan Syilla.


"Jangan buka matanya " lanjut Vano


"Iya, tapi cepat aku udah gak sabar " seru Syilla yang masih menutup matanya.


perlahan Vano mulai mendekatkan wajahnya kewajah Syilla. hingga bibir mereka bertemu, Syilla langsung membuka matanya setelah bibir Vano menyatu dengan bibirnya. Sebelum Syilla melepaskan ciumannya Vano lebih dulu menahan tengkuk Syilla memperdalam ciumannya, dia melakukannya dengan lembut.


Vano puas mengerjai istri kecilnya ini. Syilla menangis merasa telah di bohongi Vano .


"Mas jahat, katanya mau ngasih hadiah tapi apa hiks... " ujar Syilla sambil menangis.


"Itu juga termasuk hadiah" sahut Vano.


"Itu bukan hadiah! " bantah Syilla

__ADS_1


"Dengerin saya, kamu orang sepesial dihidup saya. Dan saya memberikan hadiah yang tidak pernah orang dapat dari saya" jelas Vano.


Vano yang mengusap pipi Syilla langsung ditepis gadis itu kasar karna masih kesal.


"Sekarang kamu maunya apa? " tanya Vano yang mulai pusing menghadapi tingkah Syilla yang seperti anak kecil.


Syilla menatap Vano sambil menyipitkan matanya mencari kebohongan dimata Vano tapi yang dia lihat kejujuran dimata itu. Dia hanya takut dibohongi Vano yang kedua kalinya.


"Beneran nih? Gak bohongkan"ujar Syilla yang balas anggukan oleh Vano.


" Aku mau es krim "ujar Syilla.


" Yaudah saya belikan dulu "ujar Vano.


" Gak, aku mau ikut juga "pinta Syilla.


Mereka bersiap-siap akan pergi keluar mencari es krim yang diinginkan Syilla. Setelah sampai Syilla langsung memborong es krim di super market tersebut.


" Sayang jangan terlalu banyak beli es krim nya "peringat Vano, pria itu hanya takut istrinya ini akan sakit atau pun batuk bila terlalu banyak makan es krim.


" Mas gak punya uang? "tanya Syilla dengan wajah polosnya.


" Bukan begitu, tapi kalau sakit gimana "ujar Vano.


" Bener ya, kalau ketahuan makan banyak es krim ,saya buang "ancam Vano.


" Iya, iya sekarang cepat kita kekasir aku udah gak sabar makan es krim nya"ujar Syilla.


Vano meletakkan es krim dimeja kasir sambil menunggu kasir wanita itu menghitung total belanjaan mereka. Syilla melihat kasir wanita itu melirik dan curi-curi pandang pada Vano.


"Sayang capek" rengek Syilla sambil memeluk pinggang Vano dan menatap sinis pada penjaga kasir wanita itu. Dia ingin memperlihatkan bahwa Vano hanya milik dia.


Vano tersenyum melihat Syilla yang manja padanya. sesekali Vano mencium pucuk kepala Syilla. Membuat semuanya orang yang ada disana menjadi iri dengan keromantisan mereka.


selesai dari belanja es krim ,Syilla langsung memakan es krim tersebut di mobil.


"Mas cobain deh enak" tawar Syilla sambil menyodorkan pada Vano. Pria itu menyicipi es krim yang disodorkan Syilla.


"Hambar, gak ada rasanya" ujar Vano


"Enggak manis kok, ini aku cobain ya" ujar Syilla

__ADS_1


"Manis kok" ujar Syilla


Vano langsung mencium bibir Syilla cukup lama. Syilla kaget dan gugup.


"Saya lebih suka menyicipinya dari bibir kamu" ujar Vano membuat Syilla tersenyum malu-malu.


Mobil Vano berhenti disebuah taman, mereka turun dari mobil tersebut,terlihat banyak orang ditaman ada yang bersama pasangannya atau pun sendiri. Vano membawa Syilla duduk di kursi taman sambil menikmati udara sore yang begitu segar.


"Mas kita ngapain kesini? " tanya Syilla


"Mungkin kamu bosan dirumah terus, jadi saya membawa kamu ke taman! Maaf saya belum bisa ngajak kamu liburan karna pekerjaan saya yang tidak bisa ditinggalkan" ujar Vano yang merasa bersalah.


"Mas, aku diajak kesini aja udah seneng banget kok" hibur Syilla.


Vano mulai tersenyum dan memeluk Syilla kedalam dekapannya.


"Syilla saya mau ke toilet sebentar, kamu mau ikut " ujar Vano.


"Gak, aku mau disini aja " ujar Syilla.


"Yaudah saya tinggal sebentar kalau ada apa -apa telpon saya " ujar Vano yang langsung diangguki Syilla.


setelah kepergian Vano, Syilla menatap kearah taman melihat Orang-orang yang berlalu lalang. Tapi sebuah tangan menutup kedua matanya. Syilla tersenyum dia mengira itu Vano tapi saat dia melepaskan tangan itu dan berbalik wajah Syilla berubah menjadi kaget dan mundur tiga langkah ketika orang tersebut mendekat kearahnya.


Bersambung...


VISUAL PARA TOKOH








Maaf bila visual yang saya cantumkan tidak cocok dengan hayalan pembaca.

__ADS_1


**Mohon maaf


Dan terimakasih😊 😅**


__ADS_2