
Syilla membersihkan kamar hotel sambil bersenandung ria. Bagaimana tidak senang tiba-tiba saja Vano menawarkannya untuk mengantarkan dia ketempat kerjanya. Biasanya Vano tidak mau satu mobil dengannya , tapi tiba-tiba pria itu menjadi perhatian padanya. Apa mungkin karna kejadian tadi malam.
Syilla perpikir apakah Vano tidak ingin pisah darinya atau Vano juga mulai mencintainya. Syilla yang sambil senyum-senyum sendiri tanpa dia sadari dua temannya memandang dia merasa aneh.
"Eh nin itu Syilla kenapa? " ujar Dela
"Gak tau! Ketempelan jin mungkin" ujar Nina asal.
"Kalau beneran ketempelan? Ngeri gue liatnya" ujar Dela dengan wajah ketakutan.
"Coba deh Nin kita panggil! Kalau gak nyaut fixs ketompelan eh salah maksudnya ketempelan" ujar Dela.
Nina dan Dela memanggil Syilla tapi yang dipanggil masih tidak mendengar dan masih saja tersenyum sendiri.
"Tuh kan ketempelan" ujar Dela yang memegang lengan Nina.
"Kalau gitu ambilin air " suruh Nina
"Buat apa emangnya? " tanya Dela penasaran
"Ssssstt! Gak usah banyak nanya cepat ambil!Gue mau sembuhin nih anak, mana masih muda lagi" ujar Nina.
Dela pun mengambil air putih yang ada dimeja dan memberikannya kepada Nina. Nina pun langsung berkomat-kamit seperti dukun. Dia membaca semua surah yang dia hafal dan setelah selesai dia pun meniupkan nya ke air tadi.
Nina tidak mencipratkannya tapi langsung menyiram ke wajah Syilla.
Byurrr
Syilla yang masih tersenyum langsung kaget mendapat kan siraman air mendadak dan langsung mengusap wajahnya.
"Alhamdulillah! Kayanya sudah sadar tuh anak" ujar Dela sambil tersenyum senang.
"Gak nyangka ternyata lu punya bakat jadi dukun" celetuk Dela yang langsung mendapat tatapan tajam Nina.
"Eh lo kalau ngomong tuh di filter masa gue disamain kaya dukun sih" ujar Nina dengan mendengus sebal.
"KENAPA LO NYIRAM GUE? " teriak Syilla
Membuat dua orang yang berdebat tadi menatap kearah Syilla yang terlihat wajahnya memerah menahan emosi.
Dela langsung saja menunjuk Nina.Nina melotot kearah Dela . Tapi yang tatap tajam memasang wajah tak bersalah.
"I-itu tadi lo senyum-senyum sendiri jadi kita kira lo ketempelan" jelas Nina dengan wajah ketakutan melihat wajah Syilla yang terlihat marah.
"Kan lo bisa manggil gue gak usah nyiram" sahut Syilla.
"Eh marpuah gue udah manggil lo! Tapi lo budeknya Astagfirullah" ujar Dela
"Emang lo senyum -senyum kenapa? " tanya Nina penasaran.
__ADS_1
"E-enggak papa kok" jawab Syilla gugup
"Apa jangan-jangan lo kasmaran, ya" goda Dela menaik turunkan alisnya.
"Lebih baik kita selesai dulu pekerjaannya! Nanti dimarahin bos tau" ujar Syilla mengalihkan topik.
"Alah bilang aja lo gak mau jawab kan" ujar Nina.
Syilla tidak menghiraukannya lebih baik dia lanjut bekerja dari pada harus menjawab pertanyaan dari mereka berdua.
🌹🌹🌹🌹🌹
Sedangkan di sebuah perusahaan seorang wanita dengan make up tebal dengan baju kurang bahan masuk kekantor milik Vano. Sambil berjalan dengan angkuh dan di adalah Bella.
Bella menghampiri Repsisones dan menanyakan dimana ruangan Vano.
"Cepat beri tahu dimana ruangan Vano" ujar Bella dengan wajah sombongnya.
"Maaf apakah anda sudah memiliki janji dengan bapak Vano? " tanya Repsisones tersebut dengan sopan.
Brakk
Bella langsung memukul meja Repsisones tersebut dengan kuat. Membuat karyawan kantor memandang kearah Bella.
"Apakah aku harus memiliki janji dulu untuk menemui calon suamiku" ketus Bella
Hah calon suami! Masa sih
Cantikan aku dari pada dia
Alah cantik kebantu make up doang sombong*
Itulah bisik-bisik para karyawan pada
Bella
"K-kalau begitu saya minta maaf" ujar Repsisones tersebut karna dia takut bila wanita ini benar calon istri Vano.
"Sekarang cepat kasih tau dimana ruangan Vano" ketus Bella
"Anda naik saja lift, setelah itu lurus disebelah kanan ruangan pak Vano"ujar Repsisones tersebut.
Bella pun pergi meninggalkan tempat itu tanpa mengucapkan sepatah katapun. Dia pun sampai di ruangan Vano dan langsung membuka pintu. terlihat Vano fokus kearah laptopnya tanpa menyadari seseorang telah masuk ke ruangannya. Bella mendekat kearah vano dan langsung duduk di pangkuan Vano membuat pria itu kaget. Vano pun langsung mendorong Bella yang berada di pangkuannya , membuat wanita itu jatuh kelantai.
" Kenapa kau bisa kesini? "ketus Vano
" Kamu kenapa sih aku kan kangen sama
kamu "ujar Bella dengan Pura-pura sedih
__ADS_1
" SEKARANG PERGI DARI RUANGAN SAYA"bentak Vano membuat Bella kaget dengan bentakan Vano.
"Kamu kenapa sih aku cuma kangen kamu Vano hiks hiks" Bella dengan wajah yang menangis menatap Vano, tapi sayang Vano tidak termakan dengan tangisan Bella dia pikir Vano akan kasihan ,nol besar bila berharap seperti itu.
Bella masih dengan tangisan buayanya.
"CIKO!! " teriak Vano
Ciko pun masuk ke ruangan Vano.
"Cepat usir wanita ini aku muak melihatnya" suruh Vano.
Sedangkan Bella menggeram kesal atas perlakuan Vano padanya. Ciko pun menarik paksa tangan Bella.
"Lepaskan aku ,lepas" Bella berusaha untuk melepaskan tarikan Ciko ditangannya.
Bella memandang kearah Vano.
Lihat saja Vano aku akan membuat mu menjadi milikku walau harus dengan cara kotor! **T**unggu tanggal mainnya sayang.
Bella keluar dari ruangan Vano. Ciko menarik paksa Bella sampai keluar dari kantor. Dan tentu menjadi tontonan para karyawan.
Itukan wanita yang ngaku calon istri pak Vano
Kok diusir sih
Cih ternyata dia boong
Benerkan kata aku mana mu mungkin pak Vano suka sama dia
Kasihan ya! Tapi boong
Bella mengepalkan tangannya dia tidak terima dipermalukan seperti ini apalagi karyawan disini memandang dia dengan tidak suka dan juga mengejeknya.
Bella berlalu pergi dia masuk ke mobil dan menjalankannya dengan kecepatan penuh.
Sedangkan Vano marah kepada asistennya kenapa sampai wanita itu bisa masuk ke ruangannya dan dengan lancang nya duduk di pangkuannya.
"Ciko suruh semua karyawan bila melihat wanita itu lagi maka usir dia" perintah Vano dengan aura wajah yang masih diliputi amarah
"Baik tuan! Saya permisi" ujar Ciko yang izin undur diri keluar dari ruangan Vano.
Sedangkan Vano duduk dikursinya sambil memijit pangkal hidungnya. Dia begitu pusing dengan berkas yang menumpuk ditambah lagi Bella yang lancang masuk ke ruangannya.
Bersambung....
Hallo jangan lupa vote, like dan juga komentarnya agar author semakin semangat buat ceritanya.
Dan maaf bila cerita yang author
__ADS_1
buat agak boseni.
Terimakasih 😄