Menikah Karna Kesalah Pahaman

Menikah Karna Kesalah Pahaman
Salahkah cinta ini hadir


__ADS_3

Syilla hendak masuk ke kamar Vino, tapi saat pintu sudah terbuka dia melihat anaknya tengah asik bermain dengan Devan. Mereka tertawa lepas, apa lagi Vino yang terus lengket dengan Devan, karna sudah lama bersama Devan sejak bayi membuat Vino sangat akrab dengan Devan.Syilla berusaha melupakan kebersamaan dengan Devan dulu, karna dia tidak tau kalau Devan bukan suaminya.


Syilla masuk kedalam kamar dan mendekati dua orang yang terlihat tertawa menonton sebuah kartun di televisi, kesukaan Vino.


"Hmm" dehem Syilla, membuat dua orang tersebut menatap kearah Syilla.


"Unda, cini duduk cama kita nonton kartun" ajak Vino, sambil menepuk sofa sebelah dekat Devan, menyuruh syilla duduk.


Syilla menatap kearah Devan yang juga menatapnya, wanita itu mengalihkan pandangannya termasuk Devan.


"Mas, eh maksudnya Devan. Kamu boleh keluar biar aku yang menjaga Vino. Terima kasih udah jagain anak aku " ujar Syilla yang merasa canggung.


"Tidak papa Syilla, Vino seperti anak ku jadi... " ucapan Devan terpotong.


"Lebih baik kamu keluar, aku takut mas Vano pulang dan berpikiran buruk kalau melihat kita ada di kamar " ujar Syilla tegas. Devan tersenyum miris Syilla seperti menjaga jarak dengannya.


"O-ok, aku keluar " ujar Devan.


"Vino , ayah mau keluar dulu ya" ujar Devan sambil mencubit pipi Vino gemas.


"Ayah mau kemana, Ino masih mau main sama ayah " rengek Vino memeluk lengan Devan.Syilla mendekati putranya, hendak menenangkan.

__ADS_1


"Sudah sayang, ayah Devan mau keluar dulu mau kerja " ujar Syilla.Devan terpaku menatap Syilla dengan jarak yang begitu dekat membuat dia bisa mencium aroma tubuh Syilla.


"Nanti bunda belikan gulali" ujar Syilla. Tentu mata Vino berbinar mendengar bundanya akan memberikan gulali, karna anak ini sangat suka gulali.


"Mau unda, mau " ujar Vino.Syilla tersenyum dan mengacak rambut tebal putranya gemas. Dan itu tidak lepas dari tatapan Devan , sudut bibir Devan terangkat melihat Syilla tersenyum.


"Sayang! " panggil Vano yang baru datang dari kantor.Syilla menoleh termasuk Devan.


"Mas! " Syilla mendekat kearah Vano dan mencium tangan suaminya. Vano mendekat kearah Syilla dan mencium kening istrinya singkat.


Devan yang melihat kemesraan mereka berdua merasakan sakit. Pria itu mengepalkan tangannya menyalurkan rasa sakit dihatinya. Devan juga tidak tau kenapa dia harus mencintai Syilla yang merupakan istri dari sepupunya.Vano mendekat kearah Devan yang terlihat melamun.


"Devan " Vano menepuk bahu Devan, membuat pria itu tersadar dari lamunannya.


"Aku baik, kau bagaimana? " tanya balik Vano.


"Aku baik, kalau begitu aku keluar dulu" ujar Devan yang berlalu dari hadapan Vano.Melihat kepergian sepupunya itu, Vano mendekat kearah Syilla dan memeluk menenggelamkan kepalanya dileher istri, menghirup aroma tubuh Syilla.


"Mas, mandi dulu, bau keringat tau " ujar Syilla mendorong tubuh Vano yang memeluknya.


"Lima menit sayang, biarkan saya memelukmu seperti ini" ujar Vano, satu hari tak bertemu Syilla membuat dia sangat merindukan istrinya, mungkin sedikit lebay tapi Vano setiap hari selalu jatuh-sejatunya mencintai Syilla, definisi jatuh cinta setiap hari.

__ADS_1


"Udah sekarang mas mandi dulu" titah Syilla. Mendorong tubuh Vano hingga pelukan suaminya terlepas. Vano menampilkan wajah cemberut.


"Tapi cium dulu" rengek Vano.


"Ih, gak mau mas . Mas mandi dulu " ujar Syilla, menghindari Vano yang hendak menciumnya.


"Ok saya mandi, nanti setelah mandi saya boleh cium kamu sepuasnya"ujar Vano sambil tersenyum mesum.Syilla hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Vano.


*****


Devan berdiri di balkon kamar sambil menatap lurus, pria itu mengeluarkan sebuah foto di sakunya.



"Aku tidak tau, kenapa harus mencintai kamu Syilla, semakin aku berusaha melupakan mu semakin aku mencintaimu. Apa salah bila aku mencintaimu, kalau boleh berdoa pada tuhan aku ingin memilikimu dan menjadikan Satu-satunya wanita yang berada di hatiku. Tapi itu takkan mungkin, Vano lebih dulu mendapatkan mu. Kalau boleh egois aku takkan membiarkanmu bertemu dengan Vano waktu itu. Dan membiarkan kamu tetap menjadi istriku walau bukan istri sebenarnya. Andai aku lebih dulu yang menemukanmu, bukan Vano " lirih Devan sambil menatap foto Syilla yang dia dapatkan saat bersama wanita itu.


"Kenapa tuhan?Saat aku merasakan jatuh cinta, aku harus mencintai Syilla" lirih Devan.


"I love you Syilla, biarkan aku mencintaimu dalam diam, walau ini salah. Maaf tuhan, mungkin ini dosa tapi aku sudah terlanjur mencintai istri orang, tapi aku tidak bisa mengendalikan perasaanku ini" ujar Devan. Pria itu mencium foto Syilla, sudah gila, gila karna mencintai Syilla. Entah apa yang dipakai Syilla hingga pria-pria tampan terpikat padanya, author juga mau 😅.


Tadi aku bilang up nya satu hari sekali, tapi ada para pembaca yang minta lanjut ya aku up lagi 😅.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2