Menikah Karna Kesalah Pahaman

Menikah Karna Kesalah Pahaman
Kebenaran


__ADS_3

Vano menarik kearah baju Devan kasar, pria itu menatap tajam pada sepupunya itu.Devan memilih diam karna dia tau betul, emosi Vano akan semakin memuncak bila dia juga melakukan perlawanan.


"Untuk apa kesini hah!!Kalau kamu kesini ingin merebut mereka kembali aku tidak akan membiarkannya!! " Vano mendorong tubuh Devan kasar.


"Aku hanya ingin melihat Vino " ujar Devan.


"Cih, itu hanya alasanmu saja" ujar Vano. Menatap sinis Devan.


"Aku ingin menjelaskan sesuatu" ucap Devan menatap Vano.


"Menjelaskan apa hah? Menjelaskan bahwa kamu sudah berhasil membuat anakku menganggap kamu sebagai ayah kandung, iya " ketus Vano.


"Vano, aku tidak tau harus mulai menceritakannya dari mana , tapi semua ini aku lakukan untuk keselamatan Syilla dan anak kamu "jelas Devan.


" Kamu pikir aku tidak bisa melindungi istri dan anakku "ujar Vano sinis.


" Kamu tau, Kenapa mobil yang Syilla tumpangi bisa jatuh kejurang ? "tanya Devan.


Vano mengangkat satu alisnya, dan tersenyum miring.


" Sabotase"sahut Vano singkat.


"Jadi kamu tau? " tanya Devan yang sedikit kaget, mendengar ucapan Vano.


"Aku sudah tau "ujar Vano.

__ADS_1


" Jadi jelaskan, bagaimana kamu bisa menemukan Syilla? "tanya Vano . Pria tersebut sedikit meredakan emosinya.


Devan menghembuskan napasnya pelan, dan menatap kearah Vano yang juga menatapnya.


Flashback


Devan yang tengah berjalan menuruni tangga, dengan tergesa-gesa karna sebentar lagi *rapat akan segera dimulai. Sebelum dia menuruni tangga, langkahnya terhenti ketika mendengar percakapan seseorang di ruang tamu. Devan memilih tempat sembunyi dan mendengarkan percakapan Nilam dengan seseorang diponsel.


Iya, Devan mengenal Nilam karna yang dia tau wanita itu adik dari mantan kekasih Vano. Tapi dia belum tau Kalau Nilam menaruh perasaan pada Vano.


" Bagaimana mah?Mama udah sabotase mobil itu? "tanya Nilam pada mamanya yang berada di sebrang sana.


"........... "


"Bagus kalau gitu, berarti aku tinggal tunggu kabar kematian Syilla hahaha! "Nilam dengan tertawa puas.


" Hah, Tinggal duduk manis, dan menunggu kabar gadis kampung itu pulang tinggal nama"


"Kalau gadis itu tersingkir, tidak ada lagi yang menghalangi aku untuk dapatin Vano" gumam Nilam dengan senyum menyeringai.


Devan masuk kedalam mobil dan melajukan kendaraan roda empat itu mengikuti mobil yang ditumpangi Syilla. Mobil Devan melesat dengan cepat tapi sialnya lampu merah, membuat dia terpaksa berhenti menunggu lampu hijau. Devan mulai menjalankan mobilnya dan sialnya dia kehilangan jejak mobil Syilla.


"Sial, kemana mobil itu pergi" Devan memukul setir mobilnya.


Pria itu kembali menjalankan mobilnya, entah mengapa dia menjalankan mobilnya ketempat yang memang dilewati mobil yang dinaiki Syilla.

__ADS_1


"Itu dia mobilnya, Tapi kenapa belok sana " monolog Devan. Pria kaget dan juga baru ingat bahwa ujung dari jalan itu jurang. Devan semakin cepat menjalankan mobilnya.


Didalam mobil Syilla terlihat panik dan bingung harus melakukan apa, mobilnya semakin dekat dengan jurang.


"Nona Syilla lebih baik loncat dari mobil sekarang, ini demi keselamatan nona" titah sopir yang bernama Dito.


"Terus bapak gimana " ujar Syilla


"Nona tidak banyak waktu lagi ayo cepat loncat " Dito berusaha memaksa sang majikan.


"Tapi bapak bagaimana... " ujar Syilla yang memikirkan nasib sopirnya.


"Nona tidak usah memikirkan saya ayo cepat loncat "


Syilla membuka pintu mobil yang masih melaju kencang itu. Gadis itu menutup mata dan meloncat dari mobil, membuat tubuhnya terpental jauh dan kepala yang membentur trotoar. Syilla tergeletak dengan darah yang berlumur dikepalanya. Kesadaran Syilla mulai hilang, hingga gadis itu menutup matanya. Sedangkan mobil yang dikendarai Dito sudah jatuh kejurang dan meledak.


Devan memberhentikan mobilnya dan berlari kearah Syilla yang tergeletak tak berdaya.


"Syilla bangun, Syilla" panggil Devan .


Pria itu mengangkat tubuh Syilla dan membawanya masuk kedalam mobil. Devan melajukan mobilnya sangat cepat membelah jalan di keramaian dan tak memedulikan orang-orang berteriak, karna Devan tak sengaja menabrak dagangan seseorang . Yang terpenting dia harus menyelamatkan nyawa istri dari sepupunya itu.


*Bersambung...


Maaf segini dulu, nanti malam aku up lagi

__ADS_1


Terima kasih😇*


__ADS_2