
Syilla membuka sebuah bungkusan yang berisi testpack,dia ingin memastikan apa dia hamil atau hanya masuk angin.Syilla masuk kekamar mandi, dan setelah itu mencelupkan testpack tersebut kedalam urin nya , mendiamkan beberapa menit.Syilla mengambil alat tersebut dan.
Syilla membungkam mulutnya dengan tangannya, air matanya turun membasahi pipi nya. Antara bahagia dan terharu, dia tak menyangka akan kehadiran satu anggota keluarga baru dan dia hamil. Syilla tersenyum bahagia disertai air mata yang terus turun.
Wanita itu mengusap perut yang rata tersebut, dia tak menyangka akan hamil anak yang kedua. Syilla membasuh alat testpack tersebut dan berjalan keluar kamar.
Syilla masuk ke ruang kerja Vano, pria tersebut sedang menatap kearah laptop dan sebelah tangan kanannya memegang kopi. Saat bekerja Vano selalu ditemani secangkir kopi.
Syilla masuk ke ruangan tersebut dan berdiri disebelah Vano yang belum menyadari kehadirannya.
"Mas! " panggil Syilla, Vano mendongak menatap istrinya tersebut dan tersenyum tipis.
"Kenapa sayang? " tanya Vano, meletakkan kopinya di meja.
"Aku mau bicara sama kamu " ujar Syilla. Vano mengangkat satu alisnya.
"Sini duduk dulu " ujar Vano menepuk pahanya. Syilla mendekat kearah suaminya dan duduk di pangkuan Vano. Pria tersebut memeluk pinggang ramping Syilla.
"Kamu mau ngomong apa sayang? " tanya Vano, sambil menatap lekat Syilla. Wanita itu menggigit bibir bawahnya kelu.
"Emmm, a-aku... "
"Aku apa sayang" ujar Vano yang mulai penasaran.Vano menghapus bekas air mata di pipi Syilla.
"Kamu nangis? Siapa yang buat kamu nangis sayang? " tanya Vano yang terlihat matanya memanas. Dia paling tidak suka melihat istrinya menangis, siapa pun yang sudah membuat istri menangis akan habis di tangannya.
__ADS_1
Syilla mengusap perut nya, Vano menatap kearah perut rata Syilla dan mengkerut kan dahinya bingung.
"Kamu nanya aku nangis kenapakan? Aku nangis gara-gara ada malaikat kecil yang ada dirahimku" ujar Syilla.
"K-kamu hamil sayang ? " tanya Vano . Syilla menganggukkan kepalanya, Vano langsung memeluk erat istrinya dan mencium seluruh wajah Syilla.
"Kamu gak masalahkan aku hamil? " tanya Syilla pada Vano. Karna awalnya mereka berdua sepakat akan menambah anak saat umur Vino tujuh tahun, tapi sepertinya Tuhan berkehendak lain.
"Kenapa menanyakan hal itu sayang, kamu hamil itu berarti rezeki " ujar Vano, tak terasa air mata pria tersebut jatuh membasahi pipi nya.
"Kamu kenapa nangis mas? " tanya Syilla, sambil menghapus air mata di pipi Vano.
"Saya senang kamu hamil, maaf dulu saat kamu hamil Vino saya tidak ada disisi kamu. Tapi saya janji kehamilan kedua kamu saya akan selalu bersama kamu sayang " ujar Vano, pria itu mencium kening Syilla lembut dan berpelukan dengan disertai tangisan bahagia.
******
"Nenek mana ayah Vano, katanya disuruh nunggu tapi gak dateng -dateng " cerocos Vino.
"Tunggu yah, nah itu ayah " tunjuk Riana pada Vano yang menuruni tangga sambil menggenggam tangan Syilla. Senyuman menghiasi wajah Vano.Vano berjalan kearah mereka yang menatap penasaran karna jarang sekali Vano tersenyum seperti itu.
"Mama, papa Vano mau kasih kabar bahagia untuk kalian " ujar Vano.
"Kabar apa nak? " tanya Riana penasaran.
Vano menarap kearah Syilla dan kembali menatap mereka yang menunggu jawaban Vano.
"Syilla hamil" ujar Vano, Riana tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya dia memeluk menantunya tersebut erat dengan derai air mata .Riana melepaskan pelukannya dan menangkup pipi Syilla lembut.
"Sayang kamu benar hamil nak" tanya Riana Sekali lagi.Syilla mengangguk, Riana mengusap pipi menantunya lembut, Dimas mendekat kearah Syilla dan mengusap kepala menantunya itu lembut.
__ADS_1
"Selamat ya nak, jaga kesehatan kamu dan bayinya " ujar Dimas sambil tersenyum kearah Syilla.
"Iya pah " jawab Syilla.
Syilla tidak bisa menahan tangisnya, dia sungguh beruntung mendapatkan mertua seperti Dimas dan Riana yang selalu sayang dan memperlakukannya seperti anak kandung mereka sendiri.
"Sayang jangan nangis " ujar Vano.
"Aku bahagia mas " ujar Syilla, memeluk Vano erat.
Devan menyaksikan itu juga bahagia , sepertinya dia harus mengubur rasa cintanya pada Syilla . Wanita yang berhasil mengukir namanya dihati Devan. Dia bahagia melihat Syilla bahagia.
"Ayah, ayah Ino mau punya dedek? " Vano melepaskan pelukannya pada Syilla dan menggendongnya putranya, Vino.
"Iya nak, Vino mau punya dedek" ujar Vano mencium pipi gembul Vino gemas.
"Yeyy, Ini punya dedek " ujar Vino antusias.
Mereka yang ada di ruangan tersebut, tertawa melihat Vino yang kegirangan karna akan memiliki adik.
"Gak sia-sia, mama tukar pil KB Syilla dengan Vitamin" ujar Riana disertai tawa. Semua orang menatap kearah Riana, membuat wanita paruh baya itu menghentikan tawanya dan menatap kearah mereka juga.
"Kenapa? " tanya Riana bingung, melihat wajah bingung Riana semua orang disana tertawa. Mereka tidak menyangka Riana akan senekat itu demi ingin mendapatkan cucu.
Disaat semua orang tertawa bahagia, Vano menatap kearah Syilla yang juga tertawa bahagia. Dia tidak menyangka wanita yang dia nikahi karna keterpaksaan kini menjadi wanita yang sangat berarti dalam hidup Vano dan berpengaruh besar dalam kehidupan pria tersebut.
Author juga ikut bahagia dengan kehamilan Syilla😇.
Bersambung....
__ADS_1