
Syilla terbangun dari tidurnya, gadis itu melihat jam yang terletak di meja yang menunjukkan pukul 03:00 pagi. Dia memegang perutnya yang terasa lapar.
"Aduh laper banget, kayanya enak makan mie instan berkuah pedas" gumam Syilla.
Gadis itu keluar dari kamar dan berjalan menuruni tangga dengan hati -hati karna pencahyaan yang agak gelap. Syilla menuju dapur dan mengambil mie instan dan cabe rawit didalam kulkas.
Saat tengah asyik memasak dia kaget sebuah tangan melingkar di perutnya. Syilla terdiam dan membuat tubuh gadis ini gemetar ketika seseorang yang tidak dia ketahui memberi kecupan pada lehernya. Gadis itu mengambil centong dan saat berbalik ingin memukul orang tersebut. Syilla kaget, ketika mengetahui orang itu adalah Vano.
"M-mas kok udah pulang" tanya Syilla dengan wajah yang terlihat kaget.
"Kenapa? Kamu tidak suka saya pulang" tanya balik Vano dengan nada dingin.
"B-bukan gitu tapi katanya seminggu disana" balas Syilla.
Vano melihat kepanci tempat Syilla memasak mie instan tersebut.
"Kenapa makan mie, saya sudah bilang jangan makan-makanan yang tidak sehat, kenapa kamu gak nurut sama saya" ujar Vano sedikit ketus.
Syilla hanya menundukkan kepalanya mendengarkan omelan Vano padanya. Vano menarik pinggang Syilla, membuat tubuh gadis itu merapat ketubuh Vano.
"Tadi siapa? " tanya Vano.
"Maksudnya apa? " tanya balik Syilla.
"Yang memanggil kamu dengan sebutan sayang , kamu selingkuh hah? "bentak Vano dan membuat Syilla mendorong dada Vano kasar.
" Aku gak selingkuh tapi.. "ucapan Syilla terpotong.
" Tapi apa Asyilla? "tanya Vano yang menarik tangan Syilla hingga gadis itu membentur dada bidang Vano.
pok pok pok
Vano dan Syilla menoleh ketika mendengar sebuah tepuk tangan. Devan menuruni tangga dan berjalan kearah mereka berdua.
" Vano aku tidak menyangka kamu bakal langsung pulang kesini"ujar Devan sambil menepuk bahu Vano.
"Sejak kapan kamu berada di mansion ini? " tanya Vano dengan mata menatap tajam Devan.
__ADS_1
"Setelah kau pergi ke Paris aku datang kesini, tapi aku tidak menyangka kau sudah menikah" ujar Devan beralih menatap Syilla dari atas sampai bawah.
Vano yang sadar Devan menatap istrinya beralih menatap Syilla. Vano meradang ,matanya memanas dan baru sadar Syilla hanya memakai celana pendek sepaha dan memakai tanktop.
"Syilla" panggil Vano menatap tajam gadis itu.
"Apa " sahut Syilla dengan wajah polos .
Vano melepaskan jas hitamnya dan menutup tubuh Syilla dan menarik gadis itu ke belakangnya.
"Jangan tatap istriku seperti itu" ujar Vano. Sedangkan Devan tak memperdulikan nya.
"Kenapa? Aku punya mata dan fungsinya untuk melihat" sahut Devan.
"Tapi kau menatap istriku, yang boleh menatap Syilla hanya aku dan jaga matamu itu jangan sampai kau pulang ke keluargamu dalam keadaan buta"Ancam Vano menatap tajam.
Syilla hanya menonton Vano dan Devan yang sedang adu mulut. Vano langsung menggendong Syilla, membuat gadis ini kaget dan refleks mengalungkan tangannya di leher Vano. Pria itu pergi dari hadapan Devan .
" Ternyata istrimu bukan hanya cantik ya tapi... "langkah Vano terhenti , Devan tersenyum miring dan memang dia sengaja menjeda ucapannya.
" M-mas mukanya jangan marah kaya gitu aku takut "ujar Syilla membuat Vano menatap gadis itu dan kembali melangkahkan kaki menuju kamar.
Vano meletakkan Syilla dikasur dan menatap tajam Syilla.
" Sejak kapan kamu pakai pakaian kaya gini, biasanya pakai baju tidur? "tanya Vano sambil berkacak pinggang.
" Aku kepanasan jadi pakai ini mas"balas Syilla dengan cengirannya.
"Ini terakhir kamu pakai baju ini, untung saya cepat pulang kalau tidak Devan akan leluasa melihat kamu dengan pakaian seperti ini"ujar Vano.
" Iya, aku gak ulangi lagi"ujar Syilla.
"Mas aku lapar, aku mau makan" rengek Syilla.
"Tunggu disini biar saya yang masakin buat kamu" ujar Vano.
"Tapi mas pasti capek, biar ak... " ucapan Syilla dipotong Vano.
__ADS_1
"Saya bilang biar saya yang masakin buat kamu, saya tidak rela Devan melihat setiap inci tubuh kamu" ujar Vano dan berjalan keluar dari kamar.
Vano kembali masuk kedalam kamar membawa sepiring nasi goreng.
"Ini makan"
"Kok nasi goreng, aku maunya mie" protes Syilla.
"Makan jangan banyak bicara, makan mie gak sehat buat kamu " jelas Vano.
Syilla memakan nasi goreng itu dengan lahap karna memang dia benar-benar lapar.
"Mas yang buat nasi goreng ini siapa kok enak banget? " tanya Syilla.
"Saya yang buat" jawab Vano.
"uhuk, uhuk " tiba-tiba Syilla tersedak mendengar jawaban Vano. Pria itu langsung memberikan air putih dan langsung diminum Syilla.
"Sejak kapan mas bisa masak? " tanya Syilla.
"Sejak saya kuliah di London" jawab Vano.
"Saya mau mandi dulu , harus habis makannya" ujar Vano dan masuk kekamar mandi.
Vano keluar dari kamar mandi setelah selesai dengan ritual mandinya itu.Pria itu sudah memakai pakaian tidurnya itu pun mendekat dan duduk di dekat Syilla yang baru selesai dekat makannya.
"Sudah kenyang? " tanya Vano sambil mengusap bibir Syilla yang agak blepotan.
"Udah mas" balas Syilla.
Vano mendekatkan wajahnya dengan wajah Syilla mengikis jarak antara mereka berdua . Gadis itu menutup matanya tapi Vano hanya mencium pipi sebelah kanannya saja. Syilla membuka matanya dengan wajah cemberut dia fikir Vano akan mencium dibibirnya.
"Saya takut tidak bisa mengontrol diri bila sudah mencium bagian bibir kamu" jelas Vano yang seakan tau pikiran Syilla.
"Ayo tidur sayang" suruh Vano yang sudah berbaring dikasur. Syilla pun mendekat kearah pria itu dan langsung memeluk Vano . Mereka pun mulai tertidur.
Bersambung...
__ADS_1