
Vano duduk disofa ruang keluarga mengusap perut buncit Syilla lembut.Pria itu bisa merasakan tendangan bayi dalam perut Syilla.
"Bayinya nendang-nendang sayang" ujar Vano yang terlihat kagum.
"Iya mas" ujar Syilla.
"Kamu gak sakit perutnya ditendang sama bayi di dalam perut kamu? " tanya Vano .
"Sakit sedikit, terus geli juga " ujar Syilla.
"Ternyata anak kita aktif di dalam ya, pasti ini laki-laki " tebak Vano .
"Mau laki-laki atau perempuan yang penting sehat " ujar Syilla membelai pipi suaminya.
"Sayang aku takut kamu ningglin aku " ujar Vano.Karna sebentar lagi Syilla akan melahirkan, membuat Vano takut apalagi mengingat mimpi buruk itu.
"Mas , jangan pernah berpikir aku akan meninggalkan kamu, kita akan terus sama-sama, sampai anak-anak kita menikah " ujar Syilla.
"Aku cinta kamu Syilla, aku memang bukan pria romantis yang bisa merangkai kata-kata indah.
Tapi perhatian , sayang, dan kesetiaan yang aku berikan cukup membuktikan bahwa aku sangat mencintai mu. Kamu wanita kedua setelah mama, yang sangat penting dalam kehidupan ku " lirih Vano, mencium tangan Syilla lembut.
"Tanpa kamu mengatakan cinta pada ku. Aku sudah tau, melalui mata mu dan perlakuan lembut padaku" ujar Syilla.
"Kamu tetap milikku dan akan selalu begitu sampai kapan pun " ujar Vano, memiringkan wajah dan mencium istrinya lembut . Vano menarik tangan Syilla agar mengalung di lehernya tanpa melepaskan ciuman mereka. Suara decapan terdengar dari mereka berdua.
Tanpa memperdulikan tempat mereka melakukannya , seakan hanya ada mereka berdua. Vano makin memperdalam ciumannya dan menarik pinggang Syilla semakin merapat ketubuhnya . Pria itu melepaskan ciuman dan mengatur napas.
"Aku cinta kamu Syilla" Vano terus mengatakan itu seakan tidak pernah bosan mengucapkannya.
Syilla hanya tersenyum dan mencium bibir suaminya singkat.
"Kita lanjutkan dikamar ya" celetuk Vano.
__ADS_1
"Gak bisa, hari ini mau belanja perlengkapan bayi kita , mas" tolak Syilla.
"Satu jam aja " bujuk Vano.
"Gak mau " kekeh Syilla
"Setengah jam" ujarnya lagi.
"Gak "
"Dua puluh menit "
"Gak mau mas Vano "
"Sepuluh menit " ujar Vano sambil memelas.
"Gak bisa, nanti aja. Sekarang ayo kita ganti baju dulu " ujar Syilla.
"Aku gak usah ganti baju, baju yang aku pakai sudah bagus " ujar Vano sambil mengerucut kan bibirnya. Gagal servis joni.
"Mas , lambat banget kapan sampainya, kalau gini jalannya" ujar Syilla kesal.
"Aku takut kandungan kamu kenapa-napa, makanya jalannya pelan" ujar Vano mencium tangan Syilla.
Akhirnya mobil Vano sudah sampai di mall, setelah menghabiskan waktu perjalanan sekitar satu jam lebih.
"Tunggu, jangan turun dari mobil dulu " ujar Vano. Pria itu turun dari mobil dan membuka bagasi mengeluarkan kursi roda yang sudah dia siapkan jauh-jauh hari.
Vano membuka pintu mobil.
"Ayo turun, duduk di kursi roda" ujar Vano.Syilla melongo, perasaan dia sehat wal afiat dan tidak lumpuh kenapa harus pakai kursi roda?.
"Ayo naik sayang " membuat Syilla tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
"Tapi aku bisa jalan mas" ujar Syilla.
"Kamu gak lihat kaki kamu membengkak kaya gitu, aku sering lihat kamu kesulitan berjalan" ujar Vano.Karna kehamilannya kaki Syilla membengkak dan sulit beraktivitas.
Pengen dapet suami kaya Vano, tapi sadar dia hanya fiksi ðŸ˜
"Ayo naik sayang, jangan sampai mall ini aku bakar, supaya gak jadi belanja" ancam Vano.
Syilla duduk di kursi roda dan Vano mendorongnya , memasuki dalam mall. Disana ramai orang , karna mungkin hari minggu. Syilla menunjuk toko yang menjual perlengkapan bayi.
"Mas, kesana ada toko perlengkapan bayi " ujar Syilla. Vano menurut dan membawa ketempat yang Syilla tunjuk tadi.
Syilla menatap baju, sepatu, pita dan keranjang bayi yang lucu -lucu,dan banyak lagi .
"Mas , ini bagus gak? " tanya Syilla pada Vano menunjukkan baju bayi berwarna pink.
"Bagus " jawab Vano singkat.
"Aku bingung mau milih yang mana " gumam Syilla yang terdengar oleh Vano.
"Kalau gitu, kita borong semuanya gimana? " ucap Vano dengan enteng. Sedangkan Syilla tidak kaget lagi, dia sudah terbiasa karna suaminya Sultan, jadi bebas.
"Gak usah mas, beli seperlunya aja, buang-buang uang aja tau " tegur Syilla.
"Kenapa? Aku kaya banyak uang, dan uang aku gak akan habis sampai cicit kita nanti " ujar Vano sombong. Keluar sifat sombongnya.
"Gak usah, lebih baik milih perlengkapan bayi yang mau di beli"
Hampir dua jam memilih perlengkapan bayi yang mau di beli, sampai Vano terlihat lesu karna kelelahan.
"Udah mas , ayo kamu bayar" ujar Syilla.
__ADS_1
Vano mendorong kursi roda yang di duduki Syilla keluar dari mall, sedangkan belanjakan mereka di bawakan oleh satpam yang di mintai tolong oleh Vano.
Bersambung....