
Asyilla pulang lebih awal karna pekerjaannya hari ini sudah selesai.Dia melihat jam tangannya yang menunjukkan 04:00 sore masih satu jam lagi Vano menjemputnya. Saat dia sedang membereskan barangnya Dion menghampiri Syilla.
"Syilla! Ikut aku yuk" ajak Dion terlihat wajah pria ini berharap Syilla mengiyakannya.
"Emang mau kemana? " tanya Syilla
"Ke cafe deket sini! Jadi lo mau gak dan tenang hari ini gue yang teraktir" ujar Dion.
Syilla yang mendengar Dion mentraktir nya dengan mata berbinar menganggukan kepalanya cepat. Kapan lagi dia bisa makan gratis apalagi Dion yang mentraktir nya.
Syilla dan Dion pun menuju ke parkiran untuk mengambil sepeda motor matic Dion. Syilla yang sudah menaiki sepeda motornya dan Dion pun mulai menjalankan sepeda motornya dengan kecepatan rata-rata.
Diperjalanan Dion melihat dikaca spion wajah Syilla yang terlihat menikmati angin yang menerpa wajahnya sambil tersenyum membuat Dion selalu terpesona dengan senyuman Syilla yang membuat lesung pipi gadis itu terlihat.
Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di sebuah cafe . Syilla dan Dion pun masuk kedalam cafe tersebut dan langsung menuju ke meja yang terletak di sebelah kanan.
Seorang wanita yang merupakan pelayan cafe datang menghampiri mereka berdua.
"Selamat sore kakak! Mau pesan apa? " tanya pelayan itu dengan senyuman ramah.
"Saya pesan es lemon tea sama spaghetti carbonara" ujar Dion
"Syilla lo mau pesan apa? " tanya Dion
"Gue samaain aja kaya lo" jawab Syilla
Pelayan cafe itu mencatat pesanan mereka berdua.
"Kalau begitu tunggu sebentar , ya kak" ujar pelayan tersebut.
"Syilla makasih ya lo udah mau gue ajak " ujar Dion.
"Seharusnya gue yang berterima kasih karna lo udah traktir gue" sahut Syilla
Tidak butuh lama makanan yang mereka pesan sudah datang.
"Ini makanannya kak, silahkan dinikmati" ujar pelayan.
"Terimakasih" ujar mereka berbarengan
Sedangkan dimeja paling pojok Vano mengepalkan tangannya dan rahangnya mengeras melihat Syilla bersama dengan pria lain. Vano berada di cafe ini juga karna sedang ada pertemuan dengan klien bisnisnya tapi matanya tak sengaja melihat Syilla bersama dengan pria itu.
Klien itu menjelaskan kerja sama dengan perusahaan Vano tapi yang diajak bicara lebih fokus dengan dua orang yang begitu akrab dan juga mereka berdua terlihat tertawa lepas.
Vano makin mengepalkan tangan membuat kukunya mulai memutih ,mungkin wajah Vano terlihat tenang saja, tapi tidak dengan hatinya yang begitu panas melihat keakraban mereka berdua.
__ADS_1
Dan saat itu Dion mengusap sudut bibir syilla yang agak blepotan.
Brakk
Vano menggebrak meja membuat seluruh pengujung cafe menatap kearah Vano. Sedangkan klien yang lebih kaget karna dia berfikir Vano tidak ingin bekerja sama dengan perusahaan nya.
Syilla yang mendengar itu melihat kearah asal suara itu membuat gadis itu kaget karna vano menatapnya terlihat aura kemarahan diwajah Vano membuat Syilla menutup wajahnya dengan tangan kanannya. Dion heran melihat Syilla yang terlihat gelisah.
"Syilla kamu kenapa? " tanya Dion
"A-aku gak papa kok, aku ke toilet sebentar ya" ujar Syilla gugup
Syilla mulai bangkit dari tempat duduknya dan mulai pergi ke toilet sebenarnya itu hanya alasan Syilla agar bisa terhindar dari tatapan Vano.
"Maaf Pak Vano apakah ucapan saya ada yang salah? " tanya klien itu dengan Hati-hati , karna dia melihat wajah Vano yang terlihat marah.
Ciko yang melihat aura kemarahan tuannya itu menyuruh klien itu untuk pergi dan mengatakan bahwa pembahasan kerja sama ditunda dulu.
Vano yang melihat Syilla yang beranjak dari tempat duduknya itu mengikutinya kemana gadis itu akan pergi.
Saat Syilla akan masuk kekamar mandi Vano lebih dulu mendorong tubuh Syilla ketembok dan menghimpit tubuh mungil Syilla.
"O-om ngapain disini? " tanya Syilla pura-pura
"Siapa dia? " tanya Vano yang menatap manik mata Syilla.
"Dia siapa? " tanya Syilla balik
"Pria itu yang bersamamu? " tanya Vano menekankan kata pria
"Dia temen aku " jawab Syilla
"Oh begitu, apakah itu yang nama nya teman yang berani menyentuh bibir mu hmm" ujar Vano.
"Iih om salah paham dia cuma bersihin sisa makanan yang ada di bibirku" bantah Syilla
"Dia bisa memberi tau mu tanpa harus menyentuh" ujar Vano yang meninggi kan volume suaranya.
Syilla terdiam dia merasa ucapan Vano memang benar . Vano memiringkan kepalanya dan mulai mencium bibir Syilla. Syilla langsung kaget menerima ciuman mendadak itu.
Terlihat Vano memejam kan matanya sambil menikmati ciumannya. Syilla yang mulai hanyut dengan ciuman yang vano berikan membuat gadis itu membalas ciuman vano dan mengalungkan tangannya dileher Vano. Mereka menghiraukan dimana mereka sekarang melakukan ciuman tersebut. Untung toilet ini sepi jadi tidak ada orang lain yang melihatnya.
Vano mulai melepas kan ciumannya, Syilla mulai membuka mata perlahan dan menatap Vano. Vano mengusap bekas ciumannya dibibir Syilla yang terlihat sedikit membengkak.
"Saya mencium kamu hanya ingin menghilangkan bekas sentuhan pria itu" tutur Vano.
__ADS_1
"T-tapikan bisa pakai air" celetuk Syilla
"Tapi saya ingin menghilangkan hanya dengan ciuman" jelas Vano.
"Dan ingat saya tidak suka berbagi" ujar Vano
"Ini milik saya" ujar Vano mengusap bibir Syilla dan mengecup singkat bibir ranum gadis itu.
Sontak membuat pipi Syilla merah padam. Vano yang melihat pipi Syilla memerah berniat menggodanya.
"Kenapa pipimu merah hmm? " tanya Vano seakan dia pura-pura tidak tau padahal itu juga karna ulah nya.
"Enggak kok" bantah Syilla memalingkan wajahnya.
Vano terkekeh melihat Syilla yang terlihat malu membuat gadisnya ini semakin lucu dan menggemaskan di hadapan Vano.
"Saya tunggu kamu dimobil" ujar Vano yang terkesan memerintah.
Vano meninggalkan Syilla yang masih diam, setelah vano pergi Syilla tidak bisa menyembunyikan rasa senang mimpi apa semalam udah makan gratis terus dapat ciuman dari Vano. Tapi dia juga kesal dengan dirinya yang mudah blushing bila Vano menggodanya.
Syilla pun menghampiri Dion yang terlihat celingak -celinguk menunggu Syilla.
"Dion maaf nunggu lama" ujar Syilla
"Iya gak papa" balas Dion lembut
"Dion makasih ya traktirannya, terus gue mau pulang dulu ya." ujar Syilla
"Gue antar ya" tawar Dion yang langsung ditolak Syilla dengan halus.
"Gak usah Dion, gue ada urusan jadi maaf gue nolak tawaran lo" tutur Syilla
"Ya udah gapapa " ujar Dion
Syilla pun pergi meninggalkan Dion sambil melambai kan tangan kearah Dion.
Dikira uji nyali pakai lambai tangan segala Syilla Syilla ada -ada aja 😅.
Dion memandang sendu kearah syilla yang mulai menjauh.
*B*ersambung...
***Hallo gimana ceritanya seru gak atau ada yang kurang. Oh iya jangan lupa like, vote dan juga komentarnya jadi author bisa tau dimana letak kekurangan cerita yang author buat.
Terimakasih 😇***
__ADS_1