
Vano meringis memegangi pahanya yang dipukul pakai kayu rotan oleh mamanya.Syilla masuk kedalam kamar setelah selesai dengan sarapannya.
"Mas, kamu kenapa? " tanya Syilla, wanita itu bingung melihat paha Vano yang memerah.
"Habis di pukul sama mama " sahut Vano, bukan kasian Syilla tertawa mendengar itu. Vano menatap kesal kearah istrinya itu.
"Kenapa malah tertawa?Bukannya kasian sama suami habis dianiaya orang tuanya" gerutu Vano.
"Maaf, tapi gak mungkin mama lakuin ini kalau mas gak nurut sama mama" ujar Syilla.
Vano menghembuskan napasnya.
*****
Syilla duduk di meja rias sambil memakai bedak dan lipstik, karna malam ini Vano mengajaknya untuk pergi kesuatu tempat.
"Sudah jangan terlalu tebal pakai bedaknya" ujar Vano yang tiba-tiba muncul sambil memeluk dari belakang.
"Gak kok, aku baru mau pakai bedak " sahut Syilla.
"Kalau gitu saya tunggu di bawah " ujar Vano melepaskan pelukannya.
"Iya " jawab Syilla singkat.
Vano berjalan keluar kamar dan mengeluarkan ponsel dari saku celana. Pria itu menelepon asistennya, Ciko.
__ADS_1
"Bagaimana? Apa sudah siap? " tanya Vano pada Ciko di sebrang sana.
"........ "
"Bagus, saya suka cara kerja kamu, nanti saya kasih bonus buat kamu " ujar Vano. Dan mematikan sambungan ponselnya.
Vano menuruni tangga, dibawah terlihat sepi karna sudah jam sepuluh malam dan tentu semua orang sudah tertidur .
"Mas " panggil Syilla. Vano berbalik dan diam mematung melihat penampilan Syilla yang sangat cantik malam ini.
"Kamu sangat cantik, sayang" puji Vano. Membuat Syilla tersenyum malu-malu, dan pipinya memerah.Vano menangkup pipi Syilla dan mencium kening Syilla singkat.
"Kamu cantik dan kamu punya saya" ujar Vano.Entah mengapa jantung Syilla berdegup kencang, saat Vano menatapnya lekat.
Pria itu meraih tangan Syilla membawanya keluar untuk pergi ke suatu tempat yang sudah dia siapkan untuk memberi kejutan untuk istri cantiknya ini.Sebelum masuk kedalam mobil Vano mengeluarkan kain hitam.
"Untuk menutup mata kamu, saya mau memberi kejutan untuk kamu" ujar Vano. Pria itu menutup mata Syilla dengan kain berwarna hitam tersebut. Dan menggiring istrinya masuk kedalam mobil. Di perjalanan Vano tersenyum-senyum dia tak sabar melihat ekpresi Syilla saat melihat kejutannya. Pria itu menggenggam tangan Syilla dan satu tangannya menyetir mobil. Vano mencium tangan Syilla sambil fokus menyetir.
Akhirnya sudah sampai ditempat yang dituju. Vano membukakan pintu mobil untuk Syilla. Wanita itu keluar sambil memegang tangan Vano. Vano mengiring Syilla ke suatu tempat.
"Sudah siap?Saya buka penutup mata kamu"ujar Vano.
"Sudah mas " sahut Syilla. Vano mulai membuka penutup mata Syilla. Saat di buka penutup matanya Syilla terdiam mematung melihat tempat tersebut.
__ADS_1
Syilla berbalik kearah Vano, pria itu tersenyum manis. Dan mengeluarkan sebuah bunga dari belakang nya dan menyerahkan kearah Syilla. Wanita itu menutup mulut nya dengan tangan merasa kaget dan terharu . Syilla mengambil bunga berwarna pink tersebut dari Vano.
"Mas, ini semua kamu yang nyiapin? " tanya Syilla.
"Iya sayang, saya ingin menunjukkan bahwa saya sangat mencintai kamu" ujar Vano, meraih tangan Syilla dan menciumnya lembut sambil menatap manik indah istrinya.Vano berjongkok dan mengeluarkan sebuah cincin dari saku celananya.
"Asyilla, maukah kamu menikah dengan saya, seorang pria biasa yang mungkin belum bisa membuat kamu bahagia. Maaf bila saya pernah membuat kamu menangis dan menyakiti perasaan mu, jadi mau kah kamu menikah dengan saya"ujar Vano.
Syilla tidak bisa membendung air matanya.
"Tapi mas, kita sudah menikah? " ujar Syilla.
"Memang, tapi saat itu kita menikah karna keterpaksaan tanpa ada rasa cinta didalamnya dan saya ingin melamar kamu karna saya mencintai kamu dan ingin memiliki kamu,bukan sebuah keterpaksaan dan hal lainnya" ujar Vano.
"Aku mau nikah sama mas Vano " ujar Syilla. Vano tersenyum bahagia dan memasang cincin dijari manis Syilla.Dan memeluk wanita itu erat.
Vano melepaskan pelukannya dan membelai pipi istrinya mesra. Mata Vano jatuh menatap bibir Syilla, pria itu memiringkan kepalanya dan menyatukan bibirnya dengan bibir istrinya.Vano menutup matanya menikmati ciumannya dibawah sinar bulan. Syilla meremas baju Vano saat pria itu makin memperdalam ciumannya.Mereka melakukan tanpa ada paksaan tapi karna saling mencintai.Sekitar sepuluh menit Vano melepaskan ciumannya dan mengusap bibir Syilla yang membengkak.
"Saya mencintai kamu " ujar Vano.
"Aku juga cinta sama kamu mas" sahut Syilla.
__ADS_1
Bersambung...