
Syilla mengoyangkan tubuh Vano, yang masih nyenyak dengan tidurnya. Karna jam masih menunjukkan pukul 02:00 pagi.
"Mas, bangun " panggil Syilla sambil menggoyang tubuh suaminya.
"Kenapa sayang? Ini masih malam ayo tidur" ujar Vano dengan suara seraknya dengan mata yang masih terpejam. Pria ini sangat mengantuk karna tadi malam dia bergadang sampai jam 12 malam, menyelesaikan pekerjaan kantornya.
"Mas, aku mau bubur kacang hijau " ujar Syilla tiba -tiba. Entah mengapa dia ingin memakan bubur kacang hijau mungkin sedang mengidam.
"Ini sudah malam, gak ada yang jual bubur kacang hijau, sayang" ujar Vano , mulai membuka matanya.
"Tapi aku mau kacang hijaunya mas yang buat " ujar Syilla.
"Aku , gak bisa buat itu sayang " ujar Vano, karna dia memang tidak tau cara membuat bubur kacang hijau.
"Aku gak mau tau, harus bisa. Ini juga anak kamu yang mau tau " ujar Syilla cemberut.
"Gak bisa di ganti ngidamnya " celetuk Vano.
"Mana ada ngidam bisa ditawar " ujar Syilla kesal.
"Yaudah, besok yah, aku mau tidur dulu " ujar Vano hendak kembali tidur.
"Mas, aku maunya sekarang " rengek Syilla.
Vano yang hendak tertidur tidak jadi mendengar rengekan istrinya. Terpaksa pria itu bangun dari tidurnya dan menatap Syilla yang hendak menangis.
"Kenapa nangis sayang? " tanya Vano panik, dan mengusap pipi istrinya yang basah karna air mata. Syilla sangat sensitif mungkin karna kehamilannya.
__ADS_1
"A-aku mau b-bubur kacang h-hijau hikss... " ujar Syilla di sertai tangisan.
"Iya, aku buatin tapi jangan nangis yah " ujar Vano lembut. Syilla mengangguk dan memeluk Vano.
Pria itu melepaskan pelukan Syilla.Hendak berdiri.
"Kenapa pelukannya dilepas, mas gak mau aku peluk yah " ujar Syilla dengan mata yang mulai berair.Vano jadi panik melihat istrinya mulai menangis.
"Cup cup cup, sayang katanya mau dibuatin kacang hijau? " ujar Vano.Syilla menatap Vano kearah sambil mengangguk .
"Jadi tunggu disini yah, aku buatin dulu " ujar Vano lembut.
"Aku mau ikut " ujar Syilla.Sambil merentangkan kedua belah tangannya.Vano menaikkan satu alisnya menatap heran istrinya.
"Gendong mas " rengek Syilla.
Vano meletakkan Syilla duduk dikursi.
"Tunggu, aku buat dulu yah" ujar Vano. Syilla mengangguk patuh, sambil menatap kearah Vano yang mulai membuat bubur kacang hijau untuknya.
Pria itu membuka ponselnya, mencari cara membuat bubur kacang hijau di sebuah aplikasi. Setelah menemukan dia mulai menyiapkan bahan-bahannya mengikuti intruksi dari video di ponselnya tersebut. Untung semua bahan lengkap di dapur nya. Vano memasukkan gula merah dan santai kedalam panci, sebelumnya dia sudah merebus kacang hijau itu . Tidak lupa memasukkan gula dan garam sedikit.
Akhirnya bubur kacang hijaunya jadi, setelah berkutat di dapur selama satu jam. Vano menuangkan di mangkok , dan membawanya kepada Syilla yang tengah menunggu.
Mata Syilla berbinar kala melihat Vano membawa semangkok bubur kacang hijau. Wanita itu bertepuk tangan seperti anak kecil yang hendak di beri mainan.
"Ini bubur kacang hijau untuk istriku tercinta, di makan ya sayang" ujar Vano . Meletakkan semangkok bubur itu di meja.
__ADS_1
Syilla langsung memakannya, tapi wanita itu merasa kan panas di mulutnya.
"Mas, panas " jerit Syilla. Vano langsung memberikan segelas air putih pada istrinya.
"Maka nya jangan langsung di makan, ditiup dulu " tegur Vano.
"Sini, biar aku yang menyuapi kamu " ujar Vano mengambil alih bubur kacang hijau dari hadapan Syilla. Vano meniupnya, hingga bubur itu tidak panas lagi.
"Aaa, buka mulutnya sayang " Syilla membuka mulutnya menerima suapan demi suapan dari Vano.
"Enak buburnya sayang? " tanya Vano, Syilla mengacungkan jempulnya. Sambil mengusap perutnya yang kekenyangan.
Vano merasa penasaran dengan bubur kacang hijau buatan nya dan hendak mencoba nya. Saat memakan satu suapan Pria itu hendak muntah dan berlari ke Wastafel memuntahkan bubur dalam mulutnya. Rasanya sangat asin padahal dia memasukkan garam hanya sedikit dan bagaimana bisa istri mengatakan bubur ini enak.
"Mas, kenapa? " tanya Syilla, saat Vano berjalan kearahnya.
"Kata kamu enak, tapi rasanya asin banget " ujar Vano.
"Enggak kok, rasa bubur kacang hijaunya enak, nanti buatin lagi yah " ujar Syilla.
"Gak!!bahaya nanti aku masaknya keasinan lagi. Bahaya buat kamu dan bayi kita kalau terlalu makan yang asin" ujar Vano tegas. Syilla memasang wajah cemberut kearah Vano.
"Sekarang, ayo tidur" ujar Vano.
Syilla mulai merentang tangannya minta di gendong ala koala lagi. Entah mengapa di kehamilan kedua ini dia sangat manja pada Vano.
Bersambung...
__ADS_1
Maaf baru update sekarang 😅. Kalau ceritanya bosenin maaf ya🙏.