Menikah Karna Kesalah Pahaman

Menikah Karna Kesalah Pahaman
Apa dia?


__ADS_3

Seorang pria duduk di kursi kebesarannya, menunggu kedatangan Ciko sang asistennya. Beberapa menit menunggu, Ciko baru sampai dengan langkah cepat, karna dari tadi Vano terus menelponnya. Kalau bisa ingin sekali Ciko mengumpat Vano, jam lima pagi tuannya itu sudah menelpon untuk datang kekantor, gila bukan?.


Ciko masuk keruangan Vano, setelah mengetuk pintu dahulu.


"Maaf tuan saya terlambat" ujar Ciko.


Vano yang duduk membelakangi Ciko, memutar kursinya menghadap Ciko.


"Bagaimana? sudah dapat apa yang saya suruh? " tanya Vano sambil menyatukan tangannya dan meletakkan dagunya.


"Anak yang bersama tuan Devan adalah anaknya, dan saat saya selidiki nama anak tersebut adalah... " Ciko menjeda ucapannya dan menghembuskan napasnya pelan.


"Ciko! Cepat lanjutkan " titah Vano yang penasaran.


"Namanya Vino Alvian Ardianata" ujar Ciko.


Vano terdiam, kenapa anak tersebut memakai marga keluarganya, seharusnya menggunakan marga Ardiansyah. Karna itu anak Devan.


"Terus siapa nama istrinya? " tanya Vano.


"Itu saya tidak tau, karna Devan begitu merahasiakan sosok istrinya dan namanya juga, yang saya tau Devan tidak ingin seseorang mengetahui identitas istrinya. Tapi seseorang pernah melihat istri tuan Devan yang diperkirakan lebih muda dari tuan Devan" jelas Ciko panjang lebar.


Vano semakin penasaran dengan sosok istri Devan, kenapa sepupunya itu begitu menyembunyikannya.


*****


Devan bersiap akan kekantor, dia merupakan CEO di perusahaan yang dia bangun dengan usahanya sendiri, jadi tidak salah banyak para wanita yang mendekatinya. Bukan hanya mapan tapi pria itu baik, ramah pada orang terdekatnya dan jangan lupa wajah tampannya yang blasteran Indonesia -turki.

__ADS_1


Pria itu agak kesusahan memasang dasinya, tapi tiba -tiba Syilla datang mendekat padanya.


"Mas boleh aku bantu? " tawar Syilla.


Entah kenapa Devan langsung mengangguk.Syilla mulai memasang dasi Dikerah baju Devan. Pria itu bisa mencium aroma stroberi ditubuh Syilla. Dia tatap wajah gadis itu, kenapa dia baru sadar Syilla sangat cantik bila dilihat dari dekat. Jantung Devan berdegup kencang. Kenapa lama sekali Syilla memasang dasinya, kalau begini bisa-bisa Syilla bisa mendengar degup jantungnya. Syilla sudah selesai memasang dasi.


Cup...


Tiba-tiba syilla mencium sudut bibir Devan pria itu membulatkan matanya dan mendorong tubuh Syilla, untung gadis itu tidak jatuh.


"Syilla!!! " bentak Devan.


******


Nilam masuk kekamar Vano tanpa sepengetahuan pria itu. Vano yang baru keluar dari kamar mandi kaget melihat Nilam berada dikamarnya.


"Apa yang kau lakukan disini! " ketus Vano.


"Aku membawa minuman untuk kamu mas" ujar Nilam gugup. Vano mengangkat satu alisnya, dia curiga dengan Nilam. Vano mengambilnya dan memperhatikan minuman berwarna oren tersebut.


Nilam masih berdiri ditempat itu sambil menunggu Vano meminumannya.


"Kamu dulu yang minum baru saya" ujar Vano, menyodorkannya kearah Nilam.


Wanita itu gugup, wajahnya berubah pias, tentu dia akan menolak tapi kalau tidak meminum Vano akan curiga. Nilam menatap minuman yang dia masukkan obat perangsang tersebut.


Wanita itu mulai mengambilnya dan meminumnya sambil menatap Vano yang tersenyum miring padanya..

__ADS_1


Kau pikir saya bodoh Nilam


Nilam terdiam, obat perangsangnya mulai bekerja, karna dia begitu banyak memasukkan obat tersebut. Dia merasakan panas dibadannya, matanya memerah sambil menatap Vano penuh gairah, hasratnya sudah tidak bisa tertahan lagi. Wanita mendekat kearah Vano, sebelum mendekat kearah Vano, pria itu sudah menghubungi anak buahnya.


Dua anak buah Vano masuk kekamar dan menyeret Nilam.


"Bawa wanita ini, terserah kalian mau dia apakan" ujar Vano.


Nilam tak henti-hentinya mengucapkan kata-kata kotor. Anak buah Vano menatap Nilam dengan penuh minat dan menyeret wanita itu keluar dari kamar.


Author :Kasian, senjata makan tuan😈


*****


Syilla mengurung dirinya dikamar setelah kejadian Devan mendorong dan membentak nya. Apa salahnya? Dia hanya melakukan itu, apa salah?.


"Unda buka, unda buka intunya unda hiks.. " teriak Vino sambil menangis didepan pintu. Mungkin kalian menganggap Syilla egois , tapi apa salah dia hanya merasa Devan selalu marah dan membentak ketika memeluk dan mencium pria yang mengaku suaminya itu.


Devan yang baru pulang dari kantor, kaget mendengar tangisan Vino. Pria itu masuk kedalam rumah dan melihat Vino duduk dilantai sambil memukul-mukul pintu kamar Syilla. Anak itu menangis dengan wajah memerah dan mata yang mulai membengkak.


"Vino kamu kenapa ? " tanya Devan lembut dan mengangkat anak itu kedekapannya.


"Unda, gak mau buka intunya hiks... ayah" balas Vino disertai tangisan.


Devan memutar ganggang pintu, dan pintu itu terkunci. Untung dia mempunyai kunci cadangan , Devan membuka pintu tersebut perlahan, Vino langsung turun dari gendongan Devan dan berlari kearah Syilla yang bersandar di bahu ranjang.


"Unda, Ino kangen, kenapa intunya dikunci? unda mayah sama Ino ya"tanya Vino dengan mata berair.

__ADS_1


Syilla terdiam dan memeluk putranya itu, dia sampai lupa dengan anaknya, karna kesedihannya. Devan mendekat kearah Syilla namun gadis itu membuang wajah tak mau menatap Devan. Pria itu menghembuskan napasnya kasar.


Bersambung...


__ADS_2