
Syilla yang mulai penasaran mendekat kearah wanita yang duduk disofa itu yang tengah memainkan ponselnya. Gadis itu menatap Bella dari atas sampai bawah. Membuat dia ingat bahwa wanita ini yang bersama Vano saat direstoran tersebut.
Bella yang merasa diperhatikan mendongakkan kepalanya dan melihat seorang gadis tengah berdiri didepannya. Bella pun bangkit dari tempat duduknya.
"Apa lihat-lihat" ketus Bella sambil memandang remeh Syilla .
"Enggak kok" sanggah Syilla
"Kapan Vano pulang"ketus Bella langsung the poin.
" Emang ada urusan apa? "tanya Syilla
" Aku mau ketemu calon suami aku lah dan dia Vano"ujar Bella menekan kata Vano.
"Gak mungkinlah, gue istrinya Vano mau apa lo cari suami gue"ujar Syilla dengan kesal yang tidak suka Bella meklaim Vano calon suaminya.
Terlihat wajah Bella kaget mendengar perkataan Syilla tapi dia mengubah wajahnya menjadi marah.
Plakk
Bella menampar pipi kanan Syilla. Membuat gadis itu meringis menahan rasa panas yang menjalar di pipinya akibat tamparan Shella.
" Jaga ucapan kamu ya, Vano gak mungkin menikah apalagi modelan anak kecil kaya kamu "ujar Bella sambil menunjuk kearah wajah Syilla.
Plakk
Syilla membalas tamparan Bella membuat wanita itu juga menahan sakit akibat tamparan Syilla.
" Pertama aku bukan anak kecil paman eh salah tante"ujar Syilla mengikuti logat bicara kartun yang di televisi.
"Aku bukan tante kamu " ujar Bella yang tak terima dikatai tante.
"Gue bilangin ya sama tante kalau Vano itu suami gue dan jangan pernah mengaku-ngaku calon suami tante, terus mana mungkin Vano mau wanita modelan kaya tante-tante girang" ujar Syilla sambil tertawa mengejek.
Bella mengepalkan tangannya mendengar ejekan gadis yang ada didepannya. Dan sekaligus dia juga merasakan sakit dihatinya bahwa pria yang dicintainya dari SMA sampai sekarang telah menikah tapi bukan dengannya. Tapi bukan berarti Bella akan menyerah bagaimanapun caranya Vano harus jadi miliknya.
"Oke mungkin aku kalah tapi ingat satu hal, aku akan rebut Vano dari kamu" ancam Bella sambil tersenyum miring wanita itu melenggok pergi dari hadapan Syilla dan keluar dari mansion .
Tanpa disadari semua pelayan menyaksikan perdebatan dua orang tersebut. Sedangkan Syilla mulai diselimuti rasa takut. Dia takut bila wanita itu benar-benar akan merebut Vano darinya.
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Vano sudah sampai dimansionnya senyuman di bibir nya mulai mengembang setelah sampai mansion. Pria itu menaiki tangga rasa tak sabar ingin menemui istri nya yang selalu muncul dipikirannya. Saat masuk kekamar dilihatnya Syilla tengah asyik menonton film sambil memakan camilan nya. Syilla tidak mengetahui kedatangan Vano, Tiba-tiba Vano langsung menerjang Syilla dan memeluk gadis itu sambil menenggelamkan wajahnya di leher Syilla. Vano menghirup aroma Strobery ditubuh Syilla.
"Om lepas, geli" ujar Syilla berusaha mendorong tubuh Vano.
"Capek" rengeknya seperti bocah umur lima tahun.
Syilla kaget mendengar rengekan Vano , bagaimana tidak kaget pria ini selalu bersikap dingin dan cuek tiba-tiba jadi manja .
"Terus maunya apa? " tanya Syilla lembut.
"Peluk sayang, peluk" pinta Vano pada Syilla.
Terpaksa Syilla membalas pelukan Vano, padahal mah dalam hatinya seneng banget Vano kaya gini sama dia.
Vano memang akan bersifat dingin dan cuek kepada orang lain tapi dia akan menjadi sangat perhatian dan manja bila bersama dengan orang yang dia cintai.
Setelah puas memeluk Syilla, pria itu melepaskan pelukannya dan menatap wajah Syilla yang setiap saat membuat dia sangat rindu bila tak bersama. Tapi mata Vano terfokus kan pada pipi Syilla yang terlihat memerah dan pasti itu bekas tamparan, mata Vano memanas melihat pipi gadisnya yang lebam.
"Sayang pipi kamu kenapa? " tanya Vano dengan nada khawatir sambil memegangi pipi Syilla yang lebam.
"Ini gak papa kok" ujar Syilla menepis tangan Vano lembut.
"Siapa yang menampar kamu" ujar Vano dengan nada dingin membuat Syilla sedikit kaget dengan perubahan Vano yang tadinya manja sekarang memasang wajah dinginnya.
"Syilla" bentak Vano
"Om kok bentak aku sih" ujar Syilla dengan mata yang mulai berkaca-kaca karna ini pertama kalinya Vano membentak nya.
Vano yang sadar sudah membuat gadisnya menangis menarik kedalam dekapannya. Syilla menutup matanya dengan air mata yang mulai menetes tapi , gadis itu juga bisa menghirup aroma maskulin pada tubuh Vano yang membuat dia sedikit tenang.
"Maaf kan saya " ujar Vano sambil mencium kepala syilla dan mengelus kepala gadis itu dengan sayang.
Vano melepaskan dekapannya dan menangkup wajah Syilla dengan kedua tangan kekarnya.
"Sekarang katakan siapa yang nampar? " tanya Vano lembut.
"Tante girang " jawab Syilla membuat Vano mengerutkan dahinya.
"Tante girang itu siapa? " tanya Vano
"Itu yang selalu ngejar cinta om, tapi slalu ditolak" jawab Syilla.
__ADS_1
Membuat Vano tertawa mendengar jawaban Syilla dan dia baru tau kalau yang dimaksud tante girang itu Bella dan dia memang akui Bella selalu memakai make up tebal bukannya cantik tapi jatohnya kaya tante-tante.
"Kok om ketawa sih" ujar Syilla yang merasa heran.
"Saya tidak menyangka kamu akan memanggil Bella dengan tante girang dan menurut saya itu cocok buat dia " ujar Vano yang masih tertawa.
"Memang dia kesini? " tanya Vano yang mendapat anggukan dari Syilla .
Syilla pun menceritakan awal mula permasalahannya dengan Shella hingga dia mendapat tamparan wanita yang dia sebut tante girang.
. "Tapi om tenang aja, tadi sudah aku tampar balik dia" ujar Syilla membuat Vano sedikit lega tapi dia juga harus Hati-hati karna bisa saja Bella akan berbuat macam-macam pada Syilla.
"Ternyata istri saya hebat ,ya" puji Vano membuat pipi Syilla merah padam.
"Kok pipinya merah, kenapa hmm" goda Vano
"Enggak kok" sanggah Syilla.
"Yaudah saya mau mandi dulu " ujar Vano yang mulai bangkit dari tampat duduk dan berjalan kearah kamar mandi.
Syilla dan Vano sedang menikmati makan malamnya dan hanya berdua saja karna Riana dan Dimas masih berada di rumah oma dan mereka mengatakan bahwa akan lebih lama lagi tinggal disana.
Gadis itu hanya mengaduk -aduk makanannya tanpa niat untuk memakannya entah mengapa ancaman Bella memenuhi pikirannya membuat dia takut.
"Sayang kamu kenapa" tanya Vano yang melihat wajah khawatir Syilla.
"Emm, om gak akan tinggalin aku kan? " tiba-tiba saja Syilla menanyakan itu.
"Saya tidak akan meninggalkan kamu" ujar Vano sambil menggenggam tangan Syilla lembut.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu? " tanya Vano.
"Tadi tante girang bilang kalau dia akan rebut om dari aku " jawab Syilla dengan wajah ditekuk.
"Sudah jangan fikirkan dan saya tidak akan meninggal kan kamu slamanya" ujar Vano sambil tersenyum lembut kearah gadis itu.
Syilla yang mendengar itu mengubah wajahnya jadi terlihat senang dan juga membalas senyuman Vano.
Bersambung...
***Hallo jangan lupa like, vote sama komentarnya ya. Terima kasih yang udah baca dan memberikan like.
__ADS_1
Terimakasih😇***