Menikah Karna Kesalah Pahaman

Menikah Karna Kesalah Pahaman
Kehidupan baru


__ADS_3

Syilla menyiapkan makan malam, gadis itu menata makanan diatas meja. Dia menatap Devan yang tengah duduk di ruang keluarga sambil bercanda dengan Vino, senyuman terbit dibibir Syilla.


Gadis itu berjalan mendekat kearah dua pria yang beda umur tersebut.


"Mas, makanannya udah jadi" ujar Syilla. Devan dan Vino menatap Syilla yang berada di depannya.


"Iya, ayo nak kita makan" ujar Devan menggendong Vino.


Devan mulai memakan- makanannya sambil menatap Vino yang duduk dipangkuan Syilla . Gadis itu menyuapi putranya itu makan.


"Aa, buka mulutnya sayang " ujar Syilla.


Vino membuka mulutnya dan memakannya, sambil memainkan mainan pesawatnya.


Devan yang sudah selesai, mendekat kearah Syilla.


"Sekarang kamu makan, biar Vino aku yang suapin" ujar Devan.


"E-engak usah mas, kamu kan cape biar aku aja" tolak Syilla.


"Syilla makan!!Aku gak mau ada penolakan" tegas Devan. Syilla menggembungkan pipinya dan menyerahkan Vino ke Devan.


Gadis itu mulai memakan- makanannya, matanya menatap Devan, ada rasa penasaran pada dirinya. Kenapa Devan tidak mau tidur satu kamar dengannya , bukankah Devan sendiri yang mengatakan bahwa mereka suami istri.

__ADS_1


Syilla yang sudah menidurkan Vino, keluar dari kamar berjalan kearah Devan yang tengah duduk bersandar dikursi taman.


"Mas, aku ingin bicara" ujar Syilla. Devan yang menutup matanya, mulai membukanya dan menatap Syilla yang berada didepannya.


"Kamu mau nanya apa? " tanya Devan.


"Kata kamu kita suami -istri, kata kamu kita saling mencintai dan kenapa mata kamu menatap aku seperti tidak ada rasa cinta kepadaku .Aku memang lupa sebagian dari ingatanku tapi kenapa saat aku mengandung kenapa kamu baru mengatakan kita suami istri? " Ujar Syilla mengeluarkan semua yang di pendam .


Devan bungkam, dia terdiam entah apa yang harus dia jawab. Pria itu bangkit dari tempat duduknya dan mengusap kepala Syilla lembut.


"Tidak usah difikirkan, aku katakan padamu kita suami-istri , aku malam ini akan tidur di kamarmu" ujar Devan. Pria itu berjalan pergi meninggalkan Syilla. Gadis itu terdiam.


"Apa yang kamu sembunyikan mas dari aku" lirih Syilla.


"Unda, ayah bangun, ayo udah ciyang"teriak Vino dengan kuat.


Devan mulai membuka matanya, dia tersenyum melihat Vino berada di atas kasur.


" Kenapa nak? "tanya Devan dengan suara seraknya khas bangun tidur.


"Ayo ayah catanya, mau ajak jayan"ujar Vino menagih janji Devan .


" Iya, tapi jangan berisik bunda lagi tidur"ujar Devan.

__ADS_1


"Unda bangunin aja, nanti mayah gak diajak jayan" ujar Vino .


"Biasanya Ino bangunin unda dicium pipinya, coba ayah cium unda" titah Vino. Devan membulatkan matanya dengan ucapan Vino.


"Ayah ku diam cium unda, ayo cium" paksa Vino.


"Lebih baik Vino aja yang cium, ayah mau kekamar mandi dulu mau pipis" Devan turun dari ranjang dan masuk kekamar mandi.


Vino menatap sedih, kenapa ayahnya dan bundanya tidak seperti orang tua teman-temannya, saling berpeluk dan mencium.


Syilla yang sudah bangun menatap Vino.


"Kenapa anak bunda yang ganteng sedih ? Kenapa nak? " tanya Syilla lembut.


"Unda, kenapa ayah gak mau peluk dan cium unda? " tanya Vino dengan wajah polosnya.


Syilla terdiam mendengar penuturan Vino. Dia tak tau bahwa gerak -gerik mereka diperhatikan Vino. Ternyata sikap Devan terhadapnya berimbas pada Vino. Mungkin anaknya ingin orang tuanya seperti orang tua yang lain.


Syilla hanya tersenyum kecut, jangankan memeluknya bahkan Devan tidak mau menyentuhnya.


"Unda kenapa cedih? Ino bikin unda cedih ya?Ya udah Ino gak nanya itu lagi " ujar Vino sambil memeluk Syilla erat.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2