
Dering ponsel dimeja membuat Syilla yang tengah menonton film terganggu dan mengangkat sambungan telpon tersebut.
"Hallo ada apa mas? "
"Sayang, saya minta tolong antarkan berkas yang ada dimeja kerja saya kekantor, bisa ? "
"Oh bisa kok, ya udah aku siap-siap dulu ya"
"Makasih sayang" Vano mematikan sambungan telpon.
Syilla memilah baju yang akan dia pakai, setelah menemukannya. Dia mengganti pakaiannya.Gadis itu menuruni tangga sambil memegang sebuah map di tangannya tanpa memperdulikan Nilam yang tengah duduk di sofa menatap sinis padanya . Syilla melewati wanita itu tanpa melirik sedikit pun.
"Mau kemana?" tanya Nilam. Langkah Syilla terhenti dan berbalik menatap Nilam yang berdiri menghadapnya.
"Bukan urusan kamu " ketus Syilla dan melenggang pergi meninggalkan Nilam yang terlihat kesal dan marah.
"Awas kamu Syilla" gumam Nilam.
Syilla mendatangi sopir yang bernama Dito yang tengah berkumpul dengan pelayan yang lain ,di tempat khusus untuk pelayan biasanya Beristirahat.
"Pak Dito " panggil Syilla. Membuat Dito yang tengah Asik mengobrol terhenti dan langsung berjalan kearah Syilla.
"Iya non, ada apa? " tanya Dito dengan sopan.
"Tolong antarkan aku ke kantor Vano" ujar Syilla
"Baik non, kalau begitu saya keluarkan dulu mobilnya dibagasi"
Syilla sudah berada didalam mobil dan Dito mulai menjalankan mobil tersebut dengan kecepatan normal. Ditengah perjalanan Gadis itu menatap keluar Jendela mobil sambil menatap ke jalan. Dito kaget ketika rem mobil tidak berfungsi.
"Kenapa tidak bisa" gumam Dito panik, pria berusia 50 tahun tersebut menginjak rem mobil itu berulang kali tapi tetap tidak bisa.
"Pak kenapa? " tanya Syilla.
"I-ini non, remnya blong"ujar Dito dengan gugup.
Syilla kaget dan juga panik mendengar penuturan dari sopir itu.
__ADS_1
" Terus kita harus gimana Pak ? "tanya Syilla panik.
" Saya juga tidak tau non"ujar Dito.
"Pak mobilnya di arahin ketempat jalan yang sepi, aku takut kita nabrak orang " ujar Syilla.
Dito menjalankan mobil itu ke jalan yang terlihat sepi. Sopir itu terus menjalankan mobilnya dan berbelok kearah kanan tanpa mereka tau bahwa ujung dari jalan itu adalah jurang.
"Pak awas!!" teriak Syilla , ketika melihat jurang yang ada didepan.
Dito yang melihat jurang yang ada didepan tidak bisa menghindar. Mobil yang tidak bisa diberhentikan itu masuk kedalam jurang. Mobil itu berguling -guling dan terhempas ke bawah jurang dan beberapa detik Mobil itu meledak.
Bomm
Ledakkan mobil tersebut membuat orang yang berada didekat Sana mencari asal ledakan.
*****
Plangg
Vano kaget ketika tak sengaja menyenggol bingkai foto Syilla, membuat foto itu terjatuh dan pecah.
Ciko tergesa-gesa masuk keruangan Vano setelah mendapat kabar dari pihak polisi .
"Tuan! "panggil Ciko setengah berteriak.
" Ada apa ? "
"Mobil yang ditumpangi nona Syilla jatuh ke jurang"ujar Ciko.
" Kamu jangan mengada-ngada, istri saya dalam perjalanan kesini! "ujar Vano yang tak terima dengan perkataan Ciko.
" K-kalau anda tidak percaya, kita kekantor polisi "ujar Ciko.
Vano terdiam dan menatap kearah Ciko.
" Baik, tapi saya yakin informasi yang kamu katakan salah "ujar vano berjalan keluar ruangan , menuju kekantor polisi.
__ADS_1
Vano menelpon Syilla tapi panggilannya tak diangkat . Ciko menatap dari kaca Mobil ,dia bisa melihat raut gelisah Vano.Mobil sudah sampai di kantor polisi .
"Saya Devano, dan apa benar atas berita yang ada sampaikan? " tanya Vano berharap itu tidak benar.
Polisi itu mengeluarkan tas hitam kecil yang berbungkus plastik bening, Vano terdiam melihat tas tersebut.
"Silahkan anda buka isi tas tersebut,dan sebelumnya kami sudah memeriksanya terdapat dompet, ponsel ,dan KTP korban yang bernama Asyilla.
Vano yang masih belum percaya membuka isi tas tersebut, dan membuka isi dompet yang ada didalam nya.
Deg
Tubuh Vano menegang dadanya terasa sesak melihat dalam dompet tersebut foto dirinya dan Asyilla. Air matanya berhasil lolos dari matanya dia menatap polisi tersebut.
" Dan kami dari pihak kepolisian menyatakan "polisi tersebut menghembuskan napas pelan .
"Bahwa tidak ada yang selamat dalam kecelakaan tersebut" jelas polisi tersebut.
Vano yang mendengarnya merasa dunianya seakan hancur, tubuhnya menegang serasa tersambar petir .
"KALIAN JANGAN BERBOHONG! ISTRIKU SELAMAT DAN TIDAK MUNGKIN DIA MENINGGALKAN AKU" teriak Vano dan menarik kerah baju polisi tersebut.Ciko menarik tangan Vano agar melepaskan cengkramannya.
"Kami tidak berbohong dan tidak memberikan berita palsu, walau yang kami temukan hanya jasad yang terindifikasi bernama Dito, tapi kami yakin tidak ada korban yang selamat dalam kecelakaan tersebut" tegas polisi tersebut.
Cengkeraman Vano di kerah baju polisi tersebut mulai melemah, tubuhnya jatuh kelantai dengan pandangan kosong.
"Kenapa kamu ninggalin saya Syilla" gumam Vano.
*****
seorang wanita duduk di sebuah Kursi sambil meminum wine disebuah cangkir kecil , sambil menelpon anak buahnya.
"Bagaimana ?apa gadis itu sudah tewas? "tanya wanita tersebut.
"...... "
"Kerja bagus, Saya akan memberi bonus buat kamu dan pastikan pihak polisi tidak mengetahui Mobil itu sudah di sabotase"
__ADS_1
Wanita paruh baya itu mematikan sambungan ponselnya .
Bersambung...