
Vano menarik tangan Nilam kasar ke taman belakang .
"Apa tujuan kamu kerumah saya! jawab? " tanya ketus Vano. Nilam menatap Vano lekat.
"Aku hanya ingin kesini, memang salah. Bukannya saat kak Rania masih ada mas Vano selalu mengizinkan aku main kesini" balas Nilam.
"Sekarang itu sudah beda, saya dan Rania tidak ada hubungan lagi, dan stop membawa nama Rania dalam masalah ini"
"Kenapa sekarang mas Vano berubah, atau karna gadis itu" Nilam dengan wajah kesal.
"Jangan bawa-bawa istriku dalam permasalahan ini! Sekarang pergi dari rumah saya" Vano menarik tangan Nilam, tapi wanita itu mendorong tubuh Vano. Membuat Vano terjatuh ke tanah dan tubuh Nilam menindih Vano. Mata mereka bertemu dalam itungan detik. Hingga teriakan seseorang membuat Vano mendorong tubuh Nilam.
"MAS!!! " teriak Syilla dengam mata yang sudah berair.
"Syilla" gumam Vano. Dia mendorong tubuh Nilam yang menindih tubuh nya.
Syilla mundur dengan air matanya yang terus keluar dan pergi dari tempat itu.Vano berlari mengejar Syilla.
Syilla berlari menaiki tangga hingga dia hampir terjatuh. Dengan cepat Syilla masuk kedalam kamar tapi saat dia akan menutup pintu, Vano menahanya.
"Syilla dengerin saya, kamu salah paham sayang"ujar Vano sambil berusaha mendorong pintu.
__ADS_1
" Aku gak percaya, mas Vano jahat hiks... "Syilla dengan air mata yang semakin deras.
Brukk
Syilla terjatuh ketika Vano mendorong pintu dengan kuat. Gadis itu segera bangkit dan hendak berlari tapi Vano memeluknya dari belakang dengan erat.
" Lepasin aku mas, lepas hiks... "
"Saya tidak akan melepaskan kamu Syilla"Vano semakin erat memeluk istrinya.
" Aku tau . Aku hanya gadis biasa bukan terlahir dari keluarga yang berada kaya kamu. Tapi Aku mohon Jangan permainkan perasaanku mas hiks.... Aku sakit... "
"Dengerin saya, saya tidak pernah berniat untuk mempermainkan kamu Syilla. Saya benar-benar mencintai kamu"
Vano membalikkan tubuh Syilla dan mendorongnya kekasur dan menindih tubuh Syilla. Vano mencium kasar bibir Syilla dan menggigit bibir bawah Syilla agar terbuka dan ******* dengan kasar. Vano tak memperdulikan Syilla yang menangis dibawahnya. Vano melepaskan ciumannya dan merobek baju yang dipakai gadis itu hingga yang terlihat tubuh polos Syilla.
Vano tak memperdulikan Syilla yang menangis sesegukan dalam kungkungannya. Dia sangat Marah ketika Syilla meragukan cintanya.
******
Syilla menarik selimut menutupi tubuh polosnya setelah Vano habis-habisan menggaulinya.
__ADS_1
"Kamu jahat mas. aku benci kamu " Syilla memukul dada telanjang Vano yang memeluknya.
Pria itu menahan dua tangan Syilla yang terus memukulnya dan menatap gadis itu dengan lekat.
"Sayang, dengerin saya kalau memang saya mencintai kamu karna nafsu, pasti saya akan meninggalkan kamu setelah mendapatkan hal berharga pada diri kamu" jelas Vano sambil mengusap sisa air mata dipipi Syilla.
"Mas gak bohongkan" Syilla yang sedikit ragu.
"Gak sayang" ujar Vano.
Syilla memeluk Vano erat dan mendongak menatap Vano yang juga menatap nya.
"Mas jangan tinggalin Aku ya, cukup sudah aku kehilangan ayah dan bunda"lirihnya Syilla.
" Iya saya tidak akan pernah meninggalkan kamu, walau kamu yang memintanya"ujar Vano
*********
Seorang wanita berdiri dibalkon kamar, sambil tersenyum. Nilam begitu senang karna berhasil membuat Syilla marah pada Vano. Dan dia yakin pasti sekarang mereka berdua sedang bertengkar.
"Aku hanya berharap semoga kalian cepat bercerai" gumam Nilam .
__ADS_1
Bersambung....